Kisah Sarpin Dan Saimun Part 24 : Diskusi Hoax!

​Perjalanan Saimun untuk mengaji ke Kyai Sengkelat pun berlanjut,Setelah melewati Desa ‘Ngalah Menang’ kini ia berada di Desa ‘Damai Jogo’.

Saimun yang sedang beristirahat di pos ronda terdekat,mendapati selebaran yang isinya “Diskusi Bersama Memberantas HOAX” tertera di sana Pak Amin,selaku kepala desa dan Kang Ujang ketua pemuda Desa DamaiJogo.

Saimun pun memutuskan untuk ikut acara diskusi itu,barangkali acara itu mirip seperti diskusi desanya dulu dalam membuat revolusi Netizen.

Sesampainya di sana, sudah banyak orang ngumpul dan tampaknya diskusipun akan dimulai.

Di buka dengan bacaan bismillah.. Diskusi dimulai

“Desa kita yang terkenal damai sejak dulu,kini mendapat ancaman perselisihan.Dan ancaman itu disinyalir gara-gara info HOAX yang beredar di masyarakat” Pak Kades memulai diskusi

 
“Benar,Pak.Berita HOAX sangat mudah menyebar,dan sangat berbahaya bagi kedamaian desa kita.Dan info HOAX menyasar media sosial seperti Facebook.Yang kita tahu,Desa kita hampir semua memakainya.Memakai akun palsu dan membuat berita heboh seperti menyerang salah satu pihak sudah biasa.Biasanya disuguhi juga link web yang isinya propaganda,menghasut dan memfitnah.Dari situ,mereka menyasar kelas bawah seperti kita.Membuat kita perang pemikiran.” Pak Saprol menambahkan

“Dan untuk hal itu, berita yang sedang booming biasanya diincar.Seperti kasus Sara’ Pak Abok dari kerajaan BlimbingWesi.Ada juga kasus pemilihan umum gubernur negeri sebelah,sudah banyak sekali grup FB,grup chating w.a yang isinya mendukung dan menyerang.Kita bahkan kebingungan mana berita asli mana yang propaganda? ” Ucap Pak Dulah

Disela-sela pembicaraan,Pak Karmin ikut komentar.

“Caranya mungkin harus Tabayyun alias klarifikasi mencari tahu mencari referensi lain yang mendukung kebenaran berita tersebut.Berita HOAX biasanya berlindung dengan judulnya yang provokatif tetapi isinya jauh dari kebenaran.Dan juga berita HOAX biasanya mengambil info berita itu setengah-setengah artinya diambil yang cocok untuk beritanya.Dan yang terpenting jangan mudah percaya akun palsu dan link website yang kontroversial.” 

“Kita juga jangan tertipu penampilan,misalnya pakai sorban padahal cuman pengacara,pakai dasi dan jas infonya menyesatkan umat,memfitnah ulama pakai sadap-sadap,juru bicara Islam tetapi kelakuannya jauh dari Islam seperti menumpahkan air minum ke wajah orang,memarahi pejalan kaki dan menantang berkelahi saat debat.Akhlakhnya jauh dari Islam,meskipun katanya membela Islam.Ada juga artis yang ikut-ikutan bela politik,sebagai masyarakat kita harus bersikap independen.Tidak terpengaruh hasutan ataupun ikut-ikutan.”

Kang Ujang langsung bereaksi,
“Maaf pak Karmin.Ini bukan diskusi politik.Mohon bapak mengerti bahwa kita berkumpul disini tentang mencari solusi ancaman HOAX,”
Pak Broto juga ikut nambaih,
“Aku setuju,Kang Ujang.Tetapi ucapan Pak Karmin juga berpengaruh dalam diskusi kita.Seperti kita tahu,Dua sosok yang itu katakanlah Si A dan Si HR memang meramaikan headline di Desa kita juga.Dan parahnya,info HOAX juga menyasar keduanya.Lihat di grup,chating atau sosial media,ujaran kebencian sudah parah.Kalo tidak menyerang si A,pasti menyerang si HR.belum dibumbui berita PKI, imigran Cina,9 Naga,dan lain sebagainya.Semakin memanasi berita saja,”

“Setiap keadaan pasti ada positif negatifnya,Saya memandang kasus si A,sebagai kasus bersatunya umat Islam meskipun bersatunya masih malu-malu.Kasus Wahabi,kasus bid’ah,kasus NU vs Muhammadiyah,kasus HTI,kasus FPI.Semuanya seperti tertelan bumi.Dan ini positif menurut saya,Umat Islam tidak menyerang sesama umat Islam tetapi ganti musuh bersama dan itu mungkin si A.”

Saimun ikut nimbrung soalnya ini menyangkut beberapa ormas dan ini urgen

“Pada dasarnya semua ormas saya yakin punya tujuan yang mulia, Meskipun caranya berbeda.Boleh ikut ormas apa saja,entah itu NU, Muhammadiyah, Wahabiyah,FPI,HTI,MUI,MTA ataupun lainnya.Itu semua adalah jalan.Dan jalan akan benar jika kita sendiri mau benar.Jalan benar tetapi perilaku kita tidak benar bisa salah tujuan.Ingatlah mana kewajiban individu,kewajiban umat, kewajiban bersilaturahmi.Semua mempunyai haqnya masing-masing.Artinya horizontal dan vertikal harus jalan bareng,ibadah ritual dan ibadah sosial harus jalan semua.Insan pejuang dan insan bertaqwa ya harus seperti itu.”

“Dan untuk mengatasi HOAX,kita disediakan medianya.Tetapi banyak yang kurang memanfaatkan.Ada laporan,Ada blokir,Ada unfriends,Ada unfollow.Kita manfaatin itu.Jika dirasa itu berita HOAX,blokir saja langsung.Supaya akun itu tidak muncul lagi di medsos kita.Jangan malah kita komen, karena itu malah membuat senang pembuat HOAX.Tujuan pembuat HOAX adalah beritanya ramai komenan dan like’ untuk kemudian diarahkan ke website HOAX yang disana sudah terpasang adsence yakni alat mencari uang per klik.”

“HOAX akan lenyap jika kita sebagai masyarakat mau bersama-sama bersinergi membangun berita positif.Berita positif mungkin berita yang jika dilihat atau dibaca,membuat pembaca dan penonton makin bersikap baik dan luhur.Tetapi pertama,kita harus membenahi media kita.Media yang baik,bukan hanya mengejar rating semata tetapi bagaimana tontonan itu menjadi inspirasi,membangun,dan membuat masyarakat semakin berperilaku positif”
Diskusi terhenti sebentar, nampaknya diskusi dilanjutkan esok hari

​Diskusi dilanjutkan,Kini Saimun melanjutkan paparannya.

“Dalam kondisi seperti ini,kita harus jadi penengah atau pendamai diantara kedua-duanya.Dua sosok itu adalah orang yang hebat, terlepas dari pro atau kontra.Kita harus menjadi pengayom.Seperti orang tua,kita harus bisa mendamaikan.Tidak dukung mendukung,panas memanasi tetapi meredam dan yang terpenting menahan diri.Toh kita sama-sama masyarakat Indonesia.Tidak ada hebatnya jika kita menyerang saudara sendiri sebangsa dan setanah air.”

“Jangan sampai Bangsa Indonesia pecah,toh permasalahan pemilihan gubernur sifatnya terbatas,hanya beberapa tahun. Jangan sampai kita menabung kebencian untuk anak cucu kita,kita harus menjadi rahmatan Lil ‘alamin”

Kang Ujang,ikut berkomentar 

“Benar juga kata Pak Saimun.Pilgub sifatnya terbatas sama seperti pilpres dulu.Jangan sampai kita menabung kebencian.Lihatlah sisa-sisa kebencian permusuhan pilpres dulu.Hari ini masih lanjut, padahal persaingan sudah selesai.Kata Rakyat hari ini juga dipelintir maknanya,Para dewan ngomong melindungi rakyat padahal sebenarnya melindungi partai.”

Diskusi makin asyik saja, tetapi nampaknya diskusi hampir selesai.Di akhiri dengan pembacaan puisi oleh Saimun.

Kita Indonesia 

Dari tetesan darah para pahlawan Negeri Merdeka 

Tak perduli latar belakang tatap masa depan

Semua bersatu satu suara Merdeka 

Angin kencang kebebasan menyambut

Roh Indonesia diuji pusakanya

Tentang kita yang sama satu bangsa

Melawan hirarki kebutuhan beragama
Indonesia bukan islam,tetapi kita Islam yang tinggal di Indonesia 

Kita bukan turis

Begitu ucapan begawan guru

Sambil menikmati senja berapi-api 

Cobalah sesekali melihat samudera kebhinekaan 

Luasnya harus kita jaga

Dirawat, Dilindungi dan dipagari

Demi anak cucu yang takdirnya tak pernah bertepi

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 23 : Mengatasi Konflik

Perjalanan Saimun untuk mengaji ke Kyai Sengkelat terhenti di sebuah perkampungan bernama “Ngalah Menang” yang mungkin pendiri kampung itu ingin memberikan petuah bahwa menang tidak harus menunjukan kemenangannya,karena dengan ngalah bisa jadi itu menang asalkan itu menunjukan sikap luhur dan ksatria dan menang malah bisa jadi kalah jika saja kemenangan itu didapat dengan cara kotor,licik dan semena-mena.Kita bisa belajar di film Cars,bagaimana sang juara rela tidak mengambil juara satu, demi menolong temannya,ini baru kerenn,bukan???

Ketika melewati hutan,suara-suara merdu burung kian bernyanyi kesana kemari,angin yang berhembus pelan meniup rambut Saimun,iapun memutuskan beristirahat di bawah pohon jati kecil.

“Alangkah indahnya hutan ini,burung saling bercengkrama, pepohonan juga saling berdekap-dekapan saling berjejer akur..amboi.. indahnya.. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut dan mudah-mudahan penduduk disini mau menjaga hutannya dari para perusak hutan” pikir Saimun

Tetapi tiba-tiba ada suara dua orang yang sedang ribut,saling jual beli omongan dimana kedua orang itu mengklaim dirinya paling benar,tak sedikit kata-kata kotor keluar dari mulut kedua orang itu.

Kedua orang itu ternyata ribut hanya karena masalah kecil yaitu gara-gara ucapan penghinaan pada suatu pendapat yang mungkin niatnya tidak menghina hanya candaan,tapi “mulutmu harimaumu” terbukti disini.Kedua orang itu ternyata berbeda suku,suku Mandin dan Suku Urakan.

Saimun yang mendengar tukaran itu,panas telinganya.Tidurnya jadi tak nyenyak sebab tukaran kedua orang itu.Saimun pun terbangun dan memutuskan mendamaikan kedua orang itu.

Kondisi yang dilihat Saimun sudah tak terkendali,kedua orang itu sama-sama memegang golok dan hampir saja bunuh membunuh terjadi.Dengan sigap Saimun mendamaikan,tetapi caranya berbeda.

Pertama-tama Saimun,menyuruh mereka untuk berdamai dan bersalaman tetapi mereka menolak.Maka Saimun berbicara ke salah satu dari kedua orang itu.

“Aku disini tidak membela salah satu dari kalian.Aku disini hanya pengin mengingatkan bahwa siapa yang mau mengalah ia adalah orang yang hebat.Saya tau pasti kalian merasa paling benar,dengan pendapat yang kalian anggap benar.Saya hargai itu dan saya respek dengan hal itu.Tetapi jika kalian sama-sama ngotot merasa paling benar dengan pendapat kalian,maka ini tidak akan selesai,bukan? Kamu mau jadi orang yang hebat dari temanmu itu kan? Maka mengalahlah walaupun sebenarnya kamu yang benar,itu menunjukan kamu lebih dewasa dan hebat daripada temanmu” Kata Saimun kepada orang suku Urakan itu.

Kemudian Saimun menyeret tangan orang suku Mandin,dan iapun berbicara dengannya.

“Aku disini tidak membela salah satu dari kalian.Aku hargai pendapatmu,kamu marah dia marah juga wajar,karena kalian punya prinsip yang berbeda.Dan saya hargai kalian karena masih mau membela kepentingan suku,ini bagus banget.Tetapi disisi lain,kita harus melihat ke depan,bukan? Apa yang terjadi jika kalian berkelahi? Kalian akan menambah perkelahian lainnya dan bisa-bisa akan terjadi duel antar suku,padahal kalian kan suku yang bersaudara.Jangan sampai masalah kalian ini,malah bertambah ke perseteruan antar suku? Kamu mau jadi yang menghentingkan ini kan? Dan kamu juga harus ngerti,bahwa siapa yang mau mengulurkan tangannya untuk berdamai maka ia pahlawan bagi kelangsungan hidup orang banyak.Siapa yang mau mengulurkan tangannya untuk berdamai ia gentleman,ia lebih berwibawa daripada yang menerima uluran tangan.”

Setelah melalui proses panjang,perseteruan kedua orang itu dapat diredam,dan sukurlah tidak sampai harus duel antar suku.Apa jadinya jika duel antar suku? Orang yang tidak terlibat bisa jadi terlibat jika masih di wilayah perseteruan,banyak orang yang tidak bersalah mati hanya karena dendam kesumat,anak-anak dan perempuan akan jadi korban walaupun mereka tidak ikut andil dalam perseteruan,konflik berkepanjangan yang merugikan kedua belah pihak.Konflik akan menyeret dendam dan dendam itu tidak akan pernah habis kecuali hanya dikalahkan oleh cinta dan sikap mengalah.

Setelah kedua orang itu berdamai,Saimun membisikan ucapan ke Orang Suku Urakan itu.

“Aku tahu kamu orang yang hebat karena mau mengalah dan itu tepat.Kebenaran tidak harus dibela dengan ucapan yang justru akan menebarkan kebencian,dengan mengalah kamu hebat dan kamu benar.Tetapi mau gak jika orang yang memusuhimu itu besok malah akan menjadi teman terbaikmu,menjadi sahabat yang akan berbuat baik kepadamu” Tanya Saimun

“apakah bisa musuh jadi teman,aku sih penginnya seperti itu,tetapi apakah bisa?” Tanya Orang Urakan itu

“Bisa.Perbanyak berkunjung ke orang itu,sering-sering membawa makanan ataupun bingkisan kecil ke orang itu maka pasti dia jadi sungkan dan gak mungkin kan,ia memusuhi lagi.Ia jadi sungkan dan malah akan jadi sahabat yang siap membelamu kapanpun,saat mau berbuat jelek ia pasti malu bukan?”

“ini juga berlaku,ke temanmu yang lain,tetanggamu dan teman barumu,silaturahim itu mempererat hubungan.Ingatlah bahwa “musuh satu itu lebih banyak daripada teman seribu” yang berarti jangan sampai kita cari musuh bahkan punya satu musuh itupun jangan sampai,dan jika kita punya musuh,sebisa mungkin kita jadikan dia teman,beruntung sekali jika kita bisa menjadikan musuh menjadi teman”

Kedua orang itupun kini menjadi sahabat karib sebab silaturahim dan kunjungan yang dilakukan orang suku Urakan itu.Semoga kita bisa menghadapi konflik dengan pikiran dingin,sikap mengalah dan mengutamakan perdamaian masyarakat.Hadapilah konflik dengan Cinta dan Kasih sayang.Jangan mengisi konflik dengan dendam kesumat yang nyata-nyatanya menjadi faktor utama keberlangsungan konflik itu.

 

 

 

 

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 22 : Memuliakan Anak Yatim Dan Tradisi Tahlilan

Di gubugnya Kyai Sengkelat,Sarpin yang kini menjadi murid satu-satunya dikarenakan Saimun masih di desa,sedang mendengarkan dengan seksama pengajian gurunya.Seperti biasa,pengajian dimulai sehabis sholat isya berjamaah.

Kyai Sengkelat memulai pengajianya…

Mush’ad bin Umair (Sahabat Nabi) meninggal dunia saat peperangan Uhud,ia tidak membawa apa-apa kecuali sehelai burdah yag tidak cukup untuk menutupi seluruh tubuhnya.Jika ditutupi kepalanya,terbukalah kedua belah kakinya,sebaliknya bila ditutupkan kedua belah kakinya,terbukalah kepalanya.Maka Rosululloh SAW kemudian bersabda: jika seperti itu,tutuplah ke bagian kepalanya dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir”

“Islam pada era itu sangat memuliakan  orang yang lemah,miskin dan tertindas.Murid-muridnya Nabi Nuh As disebut orang-orang yang rendah,murid-muridnya Nabi Muhammad SAW banyak yang lemah yang kafir miskin,murid-muridnya Nabi Musa disebut orang-orang yang tertindas.Jadi jaman dahulu orang yang mulia pasti kalau tidak fakir,lemah,miskin ataupun tertindas.Kalau tidak fakir ia tertindas,kalau tidak tertindas ia fakir ataupun lain sebaliknya”

“Jika dilihat dari aspek psikologis (ilmu jiwa):memang orang yang lemah,fakir,miskin ataupun tertindas.Jika ia miskin harta tetapi akan mulia kepribadiannya,jika tertindas ia akan  mulia perjuangannya,ini kebanyakannya seperti itu.Lebih mulia mana orang menyuruh sama disuruh? Jika dari kacamata dunia,orang yang menyuruh itu lebih mulia tetapi jika dari kacamata akherat,menyuruh justru kurang mulia karena merebut sifat Rububiyah (sifat Tuhan) sedangkan yang disuruh itu ubudiyah (sifat hamba) yang justru itu memang sifat manusia.”

“Jika dilihat dari aspek sosial,Imam Al Ghozali di kitabnya Ihya Ulumuddin mengatakan persis seperti pendapat Aristoteles yakni manusia itu adalah makhluk sosial.Saling membutuhkan saling melengkapi.Ada orang yang ingat dengan kematian dan akherat ,pasti juga ada orang yang lupa dengan akherat.Apa jadinya jika semua orang ingat dengan akherat semuanya,beribadah tok semuanya? Mungkin hajat hidup manusia bisa saja tidak jalan”

Sarpin tiba-tiba mengangkat tangan kanannya pertanda ingin bertanya

“Contohnya apa Kyai?” Tanya Sarpin

“Misalnya begini,sekelompok orang menyewa mobil untuk menghadiri pengajian di daerah yang lumayan jauh.Mobilnya milik Orang Cina yang tidak percaya Allah,lupa dengan akherat,ini kan sama saja orang muslim meminta tolong ke orang nonmuslim.Tetapi itulah settingan Allah,kehidupan berjalan saling melengkapi.semua saling membutuhkan bahkan dengan orang non muslim sekalipun.Tetapi yang perlu digarisbawahi,jangan sampai kita ikut seperti Orang Cina tadi yang lupa dengan akherat,kita harus tetap ingat Allah dan ingat dengan kematian yang akan memutus kenikmatan dunia”

“Orang yang merasa butuh dengan sesuatu akan mengejar sesuatu itu merupakan kunci juga meraih kemuliaan versi dunia.Merasa butuh dan rendah hati merupakan jalan menuju kemuliaan juga.Jika diruntut dari paparan tadi,mengapa orangfakir miskin,lemah dan tertindas perlu sekali kita tolong.Orang miskin akan membalas di akherat orang yang menolongnya,begitu juga orang fakir,lemah dan tertindas.Orang-orang yang menolong mereka ,akan dibalas kebaikan mereka di akherat.”

Imam Al Ghozali di kitabnya Ihya Ulumuddin,Rosululloh SAW bersabda : Aku ini orang yang pertama masuk surga tetapi ada orang perempuan yang balapan denganku ke surga.Aku bertanya:siapa yang ikut ke surga bersamaku ,kemudian dijawab:orang ikut bersamamu ke surga adalah orang perempuan yang ditinggal mati suaminya kemudian ia merawat anak yatim.Alangkah beruntungnya orang yang memuliakan anak yatim ia akan di surga bersama Rosululloh SAW”
“Jaman dahulu,Di Baghdad ada ulama bersama 40 santrinya kelaparan selama 3 hari karena perbekalan sudah habis,Ulama ini sangat polos sekali sehingga ia sangat malu untuk meminta-minta tetapi karena sudah melebihi 3 hari,ia terpaksa menyuruh salah satu santrinya untuk meminta-minta tetapi santrinya itu juga sangat polos,ia sudah meminta-minta tetapi belum juga dikasih sama masyarakat disana.Berbeda dengan sekarang,dimana apa-apa minta,pembangunan masjid meminta-minta bahkan ke jalan sambil memakai pengeras suara meminta-minta di jalan,terkesan memaksakan pembangunan masjid tersebut yang kurang dana,padahal yang terpenting bagaimana memakmurkan masjidnya dulu,apa jadinya jika masjid sudah jadi tetapi kosong jamaahnya,untuk apa jika membangun masjid untuk gagah-gagahan saja! Tak elok rasanya,umat muslim meminta-minta seperti itu.Setelah belum juga menemukan orang yang mau mengasih makanan,ia istirahat di depan rumahnya seorang Dokter Nasrani,ia  malah dipanggil untuk diperiksa barangkali ia sakit.Santri itu menjawab: saya ini kelaparan tolong bersedianya tuan memberikan saya makanan dan saya harap juga ada 40 makanan juga untuk guru dan teman-teman saya di pesantren.Dokter Nasrani itupun memberikan 40 daging panggang,40 roti dan 40 manisan untuk diserahkan ke Ulama dan santri lain yang kelaparan itu.Dokter Nasrani ini ragu-ragu apakah orang yang mengaku santri itu jujur maka dibuntutilah santri itu sampai di pondok sang ulama.Sesampai di pondok, santri mengatakan bahwa persediaan makanan itu dari dokter nasrani.Ulama Sang guru dengan bijaksananya mengatakan bahwa jangan dimakan dulu,kita do’akan semoga dokter nasrani itu masuk islam dan mendapat hidayah.Sepontan Dokter Nasrani itu keluar dari persembunyiannya dan langsung mengucapkan syahadat pertanda masuk islam sebab melihat bijaksananya ulama tersebut”

“di kitab Tarikh Madinah Dimasqy (Sejarah Damaskus),ada seorang laki-laki yang ingin menikah tetapi tidak punya uang,kemudian lelaki itu mendatangi Rosululloh SAW untuk meminta bantuan tetapi saat itu Rosululloh tidak punya uang,maka ia menyuruh lelaki itu untuk membawakanya botol esok harinya.Maka datanglah esok harinya lelaki itu menyerahkan botol ke Rosululloh.Rosululloh kemudian menyumbang keringat beliau kemudian keringat beliau dimasukan ke botol itu.Rosululloh menyumbang keringat untuk lelaki itu.Karena itu dari Rosululloh SAW,lelaki itupun menerimanya dengan senang hati.Di acara pernikahan,lelaki itu dan mempelai wanita menggunakan keringat Rosulloh SAW sebagai parfum,dan dengan izin Allah,keringat beliau wangi sekali bahkan seluruh hadirin yang datang,ingin memiliki parfum tersebut.Maka terkenalah keluarga itu dengan keluarga harum sebab keringat Nabi Muhammad SAW”

Sayyid Alawi bin Abbas Al Maliki di kitabnya Mafahim Yujibu an-Tusahha (konsep-konsep yang perlu diluruskan): ada seorang lelaki yang ditinggal mati istrinya,bermimpi melihat sekumpulan wanita-wanita yang sudah mati sedang tamasya untuk bersenang-senang tetapi lelaki itu tidak melihat istrinya.Kemudian lelaki itu bertanya ke salah satu wanita:dimana istriku? Dijawab bahwa istrinya tidak ikut karena tidak punya baju  bagus sehingga malu untuk keluar.Kemudian lelaki itu menceritakan mimpinya ke Nabi Muhammad SAW dan djawab oleh Nabi untuk mencari Sahabat Ansor yang bisa dipercaya kemudian menitipkanya sebuah baju untuk dikirim ke alam barzah (sahabat ansor yang akan mengalami kematian/sekarat) kemudian lelaki itu mencari sahabat ansor yang sedang akan meninggal dunia.Ditemukanlah sahabat itu kemudian mengutarakan niatnya untuk menitip bajunya untuk dikirim ke istri lelaki itu.Sahabat ansor yang bisa dipercaya itu mengiyakan maksud lelaki itu.Esok malamnya,lelaki itu bermimpi lagi bahwa barang titipan itu sudah sampai dan kini istrinya sedang bertamasya dengan wanita lainnnya.Dari paparan ini,Nampak jelas bahwa amalan orang yang masih hidup itu akan sampai kepada orang yang mati tetapi syaratnya orang yang mati itu harus beriman.Jika seperti ini maka tawassul dan tahlil insyaAlloh akan sampai,jadi yakinlah sekarang bahwa tawassul ataupun tahlilan dan yasinan ,pahalanya itu sampai dengan orang yang mati di alam barzah.”

Dengan demikian yakinlah Sarpin dengan tradisi yasinan dan tahlilan bahwa amalan itu akan sampai kepada si mayit.Perbanyaklah sholawat dan amal ibadah selagi hidup di dunia,seru Kyai Sengkelat kepada Sarpin.

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 21 : Radio Revolusi Mengudara

Saimun kini terbaring lelah.Setelah seharian ia berkutat dengan keringat bersama teman-temannya untuk kerja bakti di sawah.Sambil memejamkan matanya ia menyumbat kedua telinganya dengan headset setelah memutar sebuah saluran radio di smartphone-nya.

Ternyata bukan acara musik,kuis atau apa.sekarang hari yang special karena hari ini saluran radio REVOLUSI FM mengudara.Acara hari ini adalah revolusi radio.Membahas kejadian-kejadian masa lalu yang perlu kita ketahui.Tentang perjuangan panjang nan berat para pejuang HAM dan rakyat ,diantaranya Munir,Wiji Thukul dan Marsinah.

Sang Penyiar radio memulai mengatakan pendapatnya,suaranya mengudara memenuhi angkasa masuk ke selah-selah pemikiran Saimun.

“Melawan Lupa! Munir begitulah ia sering disapa.Seorang pria bersahaja pembela HAM ,seorang tokoh pejuang sejati yang hidup diantara tirani orde baru.Pria kelahiran Malang,8 Desember 1964 dulunya merupakan aktivis muslim ekstrim yang kemudian beralih menjadi seorang yang menunjung tinggi toleransi,menghormati nilai-nilai kemanusiaan,anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktik-praktik otoritarian dan militeristik.Ia selalu berkomitmen untuk selalu membela siapa saja yang haknya terdzalimi.Saat ia mendapat hadiah ratusan juta rupiah sebagai penerima ‘The Right Livelihood Award’ ia tidak menikmatinya sendiri,melainkan membagi dua dengan Kontras dan sebagian lagi ia serahkan kepada ibundanya.Di tengah maraknya pejabat berebut fasilitas,Munir malah tidak tergoda,ia tetap menggunakan sepeda motor bututnya sebagai teman kerjanya.Banyak kasus tentang HAM yang ia tangani,Penasihat hukum kasus : Fernando Araujo yang dituduh merencanakan pembrontakan,Jose Antonio yang dituduh melawan pemerintah untuk memisahkan Timot Timur dari Indonesia,Marsinah dan Para Buruh yang melawan KODAM V Brawijaya atas tindakan kekerasan dan pembunuhan Marsinah (aktivis Buruh 1994),Penasihat hukum masyarakat Nipah Madura dalam kasus permintaan pertanggungjawaban militer atas pembunuhan 3 petani Nipah Madura,Penasihat hukum atas kasus hilangnya 24 aktivis dan mahasiswa saat demo besar-besaran 1997-1998.Karena begitu besar perannya membela rakyat yang tertindas membuat Pemerintah Orde Baru kepanasan disebut-sebut ia memegang data penting seputar pelanggaran hak asasi manusia seperti pembantaian di Talang Sari Lampung 1989,penculikan aktivis 1998,referendum Timot Timur hingga kampanye hitam pemilihan presiden 2004.Ia pun tewas di racun di pesawat terbang,pada 20 Desember 2005 Pollycarpus B.P dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir.Dia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut.Hakim Cicut S. menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.Dan kasus Munir sekarang masih menjadi misteri besar,siapa yang dengan tega membunuh pembela HAM ini? Sejak tahun 2005,tangal kematian Munir yakni 7 September oleh aktivis HAM dicanangkan sebagai Hari Pembela HAM Indonesia! MAti Satu Tumbuh Seibu! Jangan pernah menyerah memperjuangkan kemanusiaan di negeri tercinta kita ini.Panjang Umur Perjuangan!”

Kini waktunya sesi jeda,lagu-lagu perjuangan dan patriotik di putar,dari lagunya Iwan Fals yang judulunya Pulanglah (lagu yang didedikasikan untuk Alm.Munir),Lagunya Slank yang Gosip Jalanan,Lagunya Marjinal yang judulnya Marsinah dan lain sebagainya.Menambah api semangat diskusi revolusi radio tersebut.

“Dari Melawan Lupa! Kita menuju perlawan-perlawan pembela alam di negeri kita ini.Yang perjuangan mereka perlu kita sokong dan dukung.Daintaranya Perjuangan Kartini Kendeng yang memprotes pembangunan pabrik semen yang mengancam keberlangsungan hidup para petani di sepanjang pegunungan Kendeng.9 perempuan yakni Yu Sukinah,Martini,Siyem,Karsupi,Sutini,Surani,Ngatemi,Ngadinah dan Rapimbarwati yang terkenal sebagai 9 kartini kendeng di media sosial yang rela mengecor kaki mereka di seberang istana negara.Padahal sebelum itu perjuangan mereka diliputi kengerian,ancaman,banyak ibu-ibu kami yang diludahi,diseret rambutnya,diintimidasi,keluaarganya dipukuli oleh oknum berseragam ataupun yang tak berseragam yang dihadirkan oleh perusahaan.Dari berita yang terakhir beredar,Kartini Kendeng memenangkan gugatan pembatalan ijin lingkungan dan penambangan pabrik semen disana,semoga kemenangan ini kemenangan yang benar-benar kemenangan.Kita perlu terus memantau,jangan ada pihak yang main-main.Hidup Kartini Kendeng.Lawan Perusahaan yang merusak Alam!”

“Setelah Kartini Kendeng dan perlawananya kini kita juga dihadapkan dengan perlawanan para pejuang tolak reklamasi di Bali.Gerakan menolak reklamasi Teluk Benoa makin gencar disuarakana terutama saat musisi Jerinx dari Superman is Dead sebagai juru gedornya,ditambah Navicula dan musisi Bali maupun luar Bali lainnya.Kini BTR (Bali Tolak Reklamasi) sudah mengIndonesia.Perlawannnya sudah membumi,semoga rakyat Bali menang dan alam kembali terjaga! Jangan menyerah! Bali Tolak Reklamasi! Alam harus Menang!”

“Dari Kasus BTR,Indonesia terutama di Jakarta banyak terjadi penggusuran dan terkesan mengucilkan hak rakyat kecil hanya demi keindahan kota yang mungkin hanya dinikmati kaum berduit saja.Penggusuran Bukit Duri  yang terbaru dan penggusuran lainnya dari kampung pulo,Bidaracina,Pinangsia,Menteng Dalam,Waduk Pluit,Pusat Pasar Ikan  sampai Kalijodo.dengan alasan keindahan kota mereka menghancurkan kaum-kaum kecil.Dan mereka berdiri dengan tameng penggusura Kalijodo tempat PSK,padahal penggusuran lainnya tidak melulu soal itu,mereka dipaksa pindah ke rumah susun dan harus bayar sewa1,2 juta per bulan.Ini seperti jatuh tertimpa tangga.Setelah penggusuran-penggusuran itu,Jakarta akan indah padahal itu dari rasa pahit sesama kita sendiri.Masihkah kita mau menikmati taman yang dulunya banyak tetesan tangis sebab rumah yang tak layak huni mereka digusur dan dihancurkan! Masihkah kita mau ke moll yang dulunya adalah rumah saudara kita yang digusur! Lawan!”

Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 4 sore.Maka selesailah acara revolusi radio di Revolusi FM.Masih banyak yang harus kita bantu,kita dukung,kita perjuangka,jangan menyerah untuk menolong orang yang tertindas! Hanya ada satu kata,LAWAAAAAANNN!!!

 

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 20 : Revolusi Netizen

Malam hari tiba,seperti hari kemarin dimana masalah Stupidphone masih menjadi topik utama.Saimun sangat prihatin dengan adanya netizen yang melakukan penghinaan dan fitnah di Internet.Seperti kita tahu,GusMus dihina lewat twitter dan baru-baru ini masalah uang kertas menjadi hinaan.Hal ini mendorong dirinya untuk berembug bersama teman-temannya,mencari solusi ke depan bagaimana keberlangsungan internet di tanah nusantara ini.

Saimun mengundang temannya berkumpul di pos ronda,sambil membawa beberapa bungkus kopi,rokok,cangkir dan tremos berisi air panas ia melenggang menuju pos ronda.Disana telah berada Pak Juned,Iqbal,Toling dan Salim yang sudah menunggu.

“topik apa yang akan kita bahas malam ini,Mun?” Tanya Toling

“Kita akan membikin REVOLUSI NETIZEN!” jawab Saimun penuh semangat

“Dan yang melatarbelakangi akan hal ini,karena saya sendiri sangat prihatin dengan keberlangsungan internet di negara kita.Berita Hoax begitu mudah tersebar,ungkapan kebencian dan bully masih saja dilakukan oleh netizen,penipuan melalui media sosial juga masih banyak dilakukan.Kita berkumpul disini untuk memberi solusi akan permasalahan itu” Jawab Saimun lagi

Pak Juned langsung memberikan gambaran perbedaan Netizen Cerdas VS Netizen Norak

“Sebelum kita mencari solusi akan masalah itu,kita harus bisa membedakan dulu.Netizen cerdas dan netizen norak.Ini penting supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan saat kita menjadi netizen sama seperti mereka” Kata Pak Juned

Dari rembugan tersebut,ditetapkan ciri-ciri netizen cerdas dan netizen norak.

Berikut Ciri-Ciri Netizen Cerdas Versi Mereka :

1.Tidak mudah percaya dengan suatu berita di Internet,Netizen yang cerdas akan mencari sumber reverensi lain guna memperkuat berita itu.

2.Tidak pernah komen atau membikin status yang isinya kata-kata kotor,sumpah serapah,dan ungkapan kebencian lainnya dan sebaliknya,mereka komen atau status yang positif dan diharapkan komen dan status mereka adalah solusi

3.Tidak mudah percaya dengan akun apapun,dengan alasan apapun yang ingin ketemuan di tempat yang sepi karena ditakutkan itu adalah penipuan ataupun tindak kejahatan lainnya

4.Tidak akan terkecoh dengan status yang menyerang perasaan seperti status sara misalnya dan disuruh komen dan like amiin,bagi netizen cerdas berdo’a biarlah Tuhan saja yang tahu.kita tidak perlu nulis aminn ataupun nulis lainnya karena sudah tahu bahwa status tersebut sedang mencari like dan komen sebanyak-banyaknya untuk kepentingan bisnis

5.Tidak menggunakan internet hanya untuk fesbukan saja ataupun twitteran saja,netizen yang cerdas akan berusaha maksimal memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang lebih baik.Ilmu,bisnis ataupun lainnya

Berikut Ciri-Ciri Netizen Norak Versi Mereka :

1.Mudah percaya dengan berita HOAX bahkan malah ngeshare berita hoax tersebut

2.Sukanya membikin berita hoax dan propaganda dan suka memecah belah

3.Mudah sekali komen dan bikin status yang menggunakan kata-kata kotor,rasis,bully dan ungkapan kebencian lainnya

4.Mudah terbawa arus dengan mudahnya menulis aminn ataupun yang lainnya di status yang nyatanya sedang menggiring dan mencari like dan komen netizen

5.Mudah percaya dengan orang baru di internet,yang padahal dia mengenalnya hanya lewat media sosial yang nyatanya bisa saja orang baru itu penipu

6.Menggunakan smartphone hanya untuk nge-game saja dan fesbukan saja,padahal internet begitu luas.Banyak ilmu yang harus dipelajari disana

Setelah dibuat kesepakatan tersebut,kini Iqbal mencoba menjelaskan pandangannya tentang internet

“Internet dengan sendirinya akan memicu perang ilusi bagi netizen-netizen yang mudah terbawa arus,sebab pro dan kontra sudah pasti ada.Justru ini yang kebanyakan kita lupa,perbedaan itu harus dijadikan rahmat bukan malah dijadikan medan jahat.Kita harus bisa bertoleransi di internet,menjaga perdamaian,tidak mudah gumunan dan tidak mudah berkomen dengan kata-kata kotor.” Iqbal menjelaskan

Toling langsung menambaih pendapat Iqbal

“Benar,itu.Kita juga harus tahu bahwa Pers lah yang merupakan medan perang ilusi tersebut.Lewat pers Negara-Negara melakukan propaganda dan lewat Pers pula berita yang harusnya tidak tersebar menjadi tersebar.Di dalam Pers itu tidak ada pemilihan berita.Artinya berita apapun akan menjadi bahan berita,padahal harusnya kan ada tuh berita yang harus di beritakan dan berita yang jangan diberitakan”

“Jika pers melakukan ini,semestinya dunia bisa damai,karena berita yang terbukti membikin adu domba ataupun perpecahan akan disembunyikan (tidak diberitakan) sebaliknya berita yang menuju perdamaian wajib diberitakan.”

“Dan setiap berita itu harus sejalan dengan prinsip Ketuhanan,Cinta sesama manusia dan cinta alam lingkungan sehingga persatuan dan kesatuan itu dapat terjaga” Toling dengan panjang menjelaskan pendapatnya

Salim yang bertugas sebagai penulis,menulis semua rangkuman tersebut dan dibuatlah semacam poster yang isinya menyeru kepada semua netizen untuk menjadi netizen yang cerdas.Semoga saja REVOLUSI NETIZEN itu akan berlangsung dan membumi sehingga tidak ada lagi netizen yang norak dan mudah dibodohi.

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 19 : Ingat Mati Saat Kerja Bakti

Pagi hari tiba,setelah sarapan pagi dengan lauk seadanya ,kini Saimun berangkat ke sawah untuk bersama warga lainnya,kerja bakti memberangus tikus.Hal ini perlu dilakukan sebab nyatanya tikus telah menjadi momok menakutkan bagi petani.Musim kemarin saja banyak warga yang gagal panen akibat ulah tikus.

Sawah in action pun dimulai,bak tentara mereka membunuh tikus dengan semangat dan disertai gelak tawa,lorong-lorong yang biasanya menjadi persembunyian tikus dibongkar untuk kemudian dihancurkan,kebersamaan warga disana begitu dekat dan akrab sungguh pemandangan yang indah.Lain cerita dengan kerja bakti di perkotaan yang kebanyakan lebih memilih urun duit daripada ikut-ikutan in action.

Siang harinya mereka istirahat di bawah gubuk sawahnya Pak Juned,ngobrol-ngobrol sambil ngerokok dan ngopi,makanannya bala-bala.Super nikmat karena ditemani AC alami hahaha

“Membunuh tikus sebenarnya kasian juga ya,mati kaya gitu..saya jadi kepikiran bagaimana jika saya mati entar ya,proses matinya gimana? Pasti menakutkan?” Toling membuka percakapan

“Benar.Sebab proses kematian itu setan akan berusaha merampas keimanan kita,proses naza’ yakni proses saat ruh akan dicabut dari jasad,setan akan mendatangi kita dengan membawa semangkuk air dingin untuk ditawarkan kepada kita,sebab saat naza’ manusia bak seperti di padang pasir ,ia kehausan dengan haus yang amat sangat haus,setan menawari minuman itu tetapi dengan syarat,ia disuruh murtad atau kafir.Setan akan merampas keimanan kita dengan memanfaatkan keadaan itu.” Jawab Pak Juned dengan mengingat-ingat kembali kitab Daqaiqul Akhbar yakni kitab yang mengungkap kehidupan sebelum dan sesudah kematian.Karangan Syekh Abdurahman Bin Ahmad Al-Qadhi.Kitab ini biasanya menjadi kitab favorit untuk bandongan di pesantren saat Bulan Ramadhan ataupun saat pengajian rutin.

Saimun tiba-tiba menimpali ucapan Pak Juned

“Suatu ketika,Abu Hanifah ditanya,’Dosa apa yang paling membahayakan iman?’ Beliau menjawab,Dosa tidak mensyukuri keimanan,tidak takut dengan kematian,tidak takut untuk berbuat dzolim terhadap orang lain,seseorang yang dihatinya ada perkara tersebut kebanyakan mereka meninggal dalam keadaan kafir kecuali orang-orang yang mendapat pertolongan Allah SWT”

“Kita harus sadar bahwa ada 5 peringatan yang diberikan alam kubur kepada manusia,Yang Pertama ,alam kubur mengingatkan bahwa kita manusia akan sendirian selama di alam kubur,Yang bisa menemani dan menghibur kesendirian tersebut adalah bacaan Al-Qur’an yang telah kita baca sewaktu hidup di dunia.Beruntung sekali orang yang mau membaca Al-Qur’an,ia akan menjadi teman di alam kubur.Yang Kedua, alam kubur merupakan rumah yang sangat gelap dan yang bisa meneranginya adalah sholat malam.Alangkah beruntungnya orang-orang yang hidup di dunia senang melakukan sholat malam.Yang Ketiga ,alam kubur merupakan rumah tanah tanpa alas dan yang dapat menjadi alas para ahli kubur adalah amal sholeh selama di dunia.Allah tidak butuh amal sholeh kita,tetapi kita yang butuh amal sholeh tersebut.Yang Keempat,alam kubur merupakan tempat yang penuh dengan siksaan bagi para pendosa dan untuk menghindari siksa kubur Rosululloh SAW mengajarkan kepada kita untuk banyak membaca basmallah khususnya di setiap akan melakukan aktifitas.Yang Kelima,alam kubur merupakan tempat dimana Malaikat Munkar dan Nakir menanyakan perihal ketauhidan,perbanyaklah istighfar dan dzikir karena itu sebagai media menjaga ketauhidan” Sambil menyeruput kopi,Saimun mempersilahkan teman yang lain untuk juga berkomentar

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim mengatakan “siapa yang membaca surat Qul Hu (yakni Surat Al Ikhlas) sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya,maka telah datang keterangan hadits,menyebutkan bahwa ia tidak disiksa di alam kubur,ia juga aman dari impitan kubur.Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.Wallahu a’lam” Iqbal mencoba membuka kembali ingatan waktu di pesantren

“Karena itu,manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup,dan alangkah baiknya jika itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak membaca surat al ikhlas.Semuanya itu merupakan tanaman yang berbuah manis di alam kubur dan alam akherat.Memperbanyak membaca AlQur’an adalah solusi yang tepat” Iqbal melanjutkan

Sedang Toling dan Salim mendengarkan dengan seksama,dan mungkin sesampainya di rumah,mereka semua akan membuka kembali kitab sucinya yakni membaca alqur’an.Dan semoga saja mereka bisa istikomah dalam membaca alqur’an dan juga sholat malam.

 

Kisah Sarpin Dan Saimun Part 18 : Pentingnya Bismillah

Pembicaraan malam itu kian menarik saja,setelah Pak Juned membicarakan tentang hal-hal gizi dan tetek  bengeknya itu,kini Saimun unjuk gigi,menjelaskan bagaimana peranan ‘bismillah’ sebagai peranan penting dan ciri khas seorang muslim.

Di rumah yang terlihat asri itu,disambut sayup-sayup suara angina malam,Saimun,Pak Juned,Iqbal,Toling dan Salim melanjutkan obrolan-obrolan malam nan bijaksana itu.

Kini Saimun unjuk gigi,nerocos saja sedangkan lainnya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama.

“Rosululoh SAW memerintahkan umatnya supaya memulai segala pekerjaan dengan ucapan basmallah,sebab ditakutkan jika tidak diucapkan basmallah maka perbuatan itu bisa terputus artinya tidak akan sampai ujungnya yakni mardhatillah ( Ridho Allah),misalnya shaum hanya sampai lapar dan dahaga saja,dan lain sebagainya” Saimun memulai ucapannya

“Berarti niat itu sangat penting karena niat merupakan tujuan sehingga ia akan berlaku sebagai syarat yang harus dilakukan bagi seseorang yang akan beramal,tapi ini pendapat saya” Toling menanggapi

“Saya lanjutkan ya,Redaksi Basmallah (Q.S.Al fatihah ayat 1) dimulai dengan ‘bismi’ yang dalam tata Bahasa Arab adalah jar dan majrur,dimana jar dan majrur itu saling berkaitan (ta’alluq) dengan kata kerja yang disembunyikan,sesuai konteks pekerjaan penting yang sedang dilakukan,misalnya seorang yang akan berdakwah memulai dengan basmallah maka taqdir kalimatnya adalah dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,saya dakwah”.” Saimun melanjutkannya

“Membuka perkara yang penting dengan membaca basmallah juga merupakan tabaruk (mengharap berkah Allah) melalui penyebutan asmaNya di awal perbuatan itu.Juga merupakan,semacam ikrar ketauhidan seorang mukmin,dimana seorang mukmin tidak akan mengerjakan perbuatan apapun yang baik ataupun penting tanpa didasari asma Allah (tauhid).” Pak Juned menambahkan dengan gamblang,sementara Iqbal memperhatikan dengan matang-matang.

Iqbal yang lulusan Universitas Islam,ikut menambahkan pendapatnya.

“Secara tata bahasa,Bismillah Arrahman dan Arrahim bukanlah pokok kalimat tetapi keterangan kalimat (ma’mul).Adapun hikmah didahulukannya ma’mul (keterangan kalimat) daripada amil (pokok kalimat) adalah ‘lit tabaruk’ yaitu untuk mengharap keberkahan Allah SWT melalui wasilah mendahulukan asma Allah daripada pekerjaan yang sedang dilakukan,hikmah lainnya adalah ‘lil ikhtishosh’ yaitu berfungsi untuk membatasi seolah-olah ia berkata : saya tidak akan mengerjakan perbuatan ini tanpa didasari dengan asma Allah.” Iqbal yang merupakan keturunan Arab,menjelaskan pendapatnya,sehingga obrolan malam ini semakin menarik saja.

Tanpa menunggu aba-aba,Toling langsung mengaitkan dengan Perjanjian Hudaibiyyah.

“Ini membuat saya teringat peristiwa Perjanjian Hudaibiyyah,yaitu perjanjian genjatan senjata antara umat Islam dan orang kafir Quraisy.Ketika itu perjanjian diawali dengan kalimat basmallah tetapi orang kafir menolak dan akhirnya diganti dengan kalimat ‘bismika allahumma’.Ucapan Basmallah sebagai ciri khas umat muslim tidak hanya ada pada era Nabi Muhammad SAW saja,tetapi sudah dari awal ada,bahkan Surat Nabi Sulaiman AS kepada Ratu Bilqis juga diawali dengan kalimat basmallah” Toling menjelaskan dengan sejarah yang ia ketahui itu

Obrolan malam itu harus diakhiri karena waktu sudah larut malam,dan esok pagi harus siap-siap kerjabakti di sawah karena usut punya usut,wabah tikus sedang melanda di desa itu.tetapi itu masih belum ada apa-apanya sebab nyatanya negara ini menghadapi tikus yang jauh lebih besar bahkan kerakusannya tidak hanya makan padi tetapi pulau dan duitpun ia makan,siapa lagi kalau bukan tikus kantor,penjahat berdasi yang berkeliaran kesana kemari.