Kisah Sarpin & Saimun Part 31 : Setetes Embun Kisah Rosul

oleh : Aamir Darwis

Sarpin yang sendirian di gubug.Mengisi kesepiannya dengan membaca buku.Kali ini ia membaca sirah nabawiyah.Iseng-iseng dia mulai merangkum apa yang ia dapatkan setelah membaca sirah tersebut.

Malam itu dingin sekali,hujan turun dan membasahi bumi.Sarpin  ditengah kesunyiannya sedang merangkum dan menulis.

Sarpin mulai menulis,

“Nabi Ibrahim As bersabar saat tahu bahwa Allah menyuruh dirinya menyembelih anaknya yakni Ismail As.Dan sebagai muslim kita harus jujur bahwa kita lemah dan tidak perlu berpura-pura jadi kuat.Bersabar dan menyerahkan takdir kepada Allah adalah jalan yang sangat mulia.”

“Nabi Ismail As disuruh mencerai istrinya yang pertama karena jauh dari Allah dan ia disuruh menjaga istrinya yang suka memuji Allah.Dan sebagai muslim hendaklah kita mencari pasangan yang suka memuji Allah.Dalam hal ini carilah pasangan yang bertaqwa.”

“Nabi Muhammad SAW lahir dari keturunan yang soleh dan juga terbaik.Dan hendaklah sebagai muslim,kita menjaga anak cucu kita supaya bertindak yang baik.”

“Negara besar saat Islam belum muncul yaitu 1.Yaman ( Maghrib Saba ) – Kisra yang dikenal kuat perdagangannya sehingga menjajah bangsa lain tetapi suatu ketika hancur akibat perang saudara.Dan hendaklah sebagai muslim kita harus cinta tanah air dan menjaga persatuan.bangsa akan selamat jika bersatu tetapi akan hancur jika terjadi perang.Perang hanya akan membuat luka dan derita berkepanjangan.2.Syam – dikuasai Romawi dan menjadi boneka Romawi sampai penaklukan Islam.Dan hendaklah sebagai muslim kita semangat untuk bersatu,bergotong royong dan menentang penjajahan.3.Hijaz –Perebutan kekuasaan terus terjadi dan yang kuatlah yang menang.antara Qushay dan Quraisy.Diantara jasa qushay adalah mendirikan Darun Nadwah ( tempat bermusyawarah,tempat menyediakan makanan ).Dan hendaklah sebagai muslim memperhatikan rapat atau musyawarah dan lumbung untuk persediaan makanan menjadi sangat penting.”

“Perbedaan yang mencolok antara tuan dan budak atau pemerintah dan rakyat dan tidak adanya kemauan untuk melawan.Dan hendaklah sebagai muslim kita melawan segala jenis dictator karena perlawanan adalah hak asasi setiap orang.Tertindas maka harus melawan dan jangan menindas saat diatas”

“gambaran masyarakat jahiliyah.Kondisi sosial : praktek perzinaan meraja lela,poligami tanpa batas,suka perang.Tetapi diantara itu ada kaum yang menghromati dan menjunjung tinggi akhlak diantaranya sifat dermawan,tepat janji,menjaga harga diri,kuat tekad,santun dan bersahaja.”

“Nasab Nabi Muhammad SAW adalah terlahir dari keturunan yang hebat.Misalnya sang kakek Abdul Mutholib dikenal dengan al-fayadl karena kedermawaannya.Ibu beliau yakni siti Aminah adalah wanita cerdas dan terbaik di zamannya.”

“Kelahiran dan 40 tahun sebelum nubuwah. Saat lahir,sang kakek sangat gembira dan ia berdo’a dan bersyukur kepada Allah lalu dikhitankan pada umur 7 hari (tradisi saat itu ).beliau disusui oleh Halimah (tujuan disusui adalah supaya fisik sang anak menjadi kuat).Halimah mengalami keberkahan yang luar biasa saat menyusui beliau.Saat itu,beliau sudah yatim.ayah beliau meninggal saat beliau masih ada dikandungan.Pada umur 4 tahun terjadi pembedahan dadanya oleh Malaikat Jibril.Menghilangkan bagian syetan pada tubuh beliau.dibersihkan tubuh beliau dengan air zam-zam.Kemudian beliau dikembalikan ke ibu kandungnya yakni ibu aminah.Oleh Sang ibu,beliau diajak berziarah kubur ke makam ayah beliau di Yatsrib .Dan Sang ibu meninggal saat perjalanan pulang dari ziarah tersebut.Nabi kemudian diasuh oleh kakeknya sampai umur 8 tahun karena kakeknya meninggal.Disini terlihat bagaimana sabarnya beliau,diuji musibah kematian bertubi-tubi.Jika bukan karena Allah dan cinta atas NabiNya mungkin cerita akan lain.”

“Allahumma sholli’ala Muhammad”

Sarpin mengakhiri tulisannya dengan tetesan air mata di pipinya,ia tak kuasa menangis membayangkan Sang Nabi kecilnya dahulu..Sarpin semakin rindu dengan manusia terbaik sepanjang zaman itu.Mari bersholawat kepada beliau.

Kisah Sarpin & Saimun Part 30 : Pendidikan Cara Berfikir

oleh : Aamir Darwis

Sambil berjalan tertatih-tatih karena kakinya sakit,Saimun mengikuti gurunya.Kini mereka balik ke gubug setelah beberapa hari luntang-luntang di hutan.Perjalanan memang agak lambat dikarenakan semak belukar dan rute yang sulit.

Di tengah proses kepulangan itu,Mbah Kyai Sengkelat bercerita tentang Pelajaran logika,filsafat dan agama.Sedangkan Saimun seperti biasa,memperhatikan dengan saksama.

Mbah Kyai Sengkelat memulai pembicaraannya,

“Dalam sejarah peradaban manusia,kita mengenal beberapa bangsa yang menjadi besar karena sokongan dua tradisi yaitu tradisi berfikir bebas dan tradisi tanggung jawab ilmiah.Diantaranya Yunani Kuno dengan beberapa filsufnya yakni Sokrates,Plato dan Aristoteles.Keberhasilannya menemukan teori tentang alam,manusia,logika,filsafat dan agama.Bahkan diantara teori tersebut ada yang masih relevan sampai saat ini yakni teori negara demokrasi karangan Aristoteles.”

“Selain Yunani Kuno,kita juga mengenal Prancis di periode awal masa modern.Kesadaran rasionalitasnya saat itu mampu melahirkan revolusi prancis.Peristiwa pendobrakan nilai-nilai primitive yang dianggap membelenggu nilai eksistensi manusia.Kesadaran rasionalitas Bangsa Prancis disemangati filsafat subjektivisme dimana filsafat ini menyatakan bahwa manusia eksistensial dan otentik adalah manusia subjek yang sanggup mengatasi semua benda dan materi di luarnya.Tetapi filsafat ini sangat rancu dan berbahaya karena bisa dikategorikan menjadi kafir karena menentang eksistensi adanya Tuhan.Namun nilai yang bisa dipetik dari hal itu adalah semangat menjadi manusia eksistensial yang memiliki kebiasaan kreatif dalam memfungsikan fasilitas kemanusiaannya menuju cita-cita manusia yang berbudi pekerti luhur.”

Saimun bengong dan tak percaya,Gurunya itu tahu hal semacam itu.Padahal hidupnya sendirian di tengah hutan lagi.Saimun semakin kagum dengan gurunya.

“Kelemahan filsafat semacam itu adalah tidak menghadirkan fungsi hati sebagai dasar kemanusiaan.Hati nurani menjadi penting guna menyeimbangkan fungsi jasadi dan rohani.Dan di negeri kita ini kebebasan berfikir dan tanggung jawab ilmiah masih amat jauh dikarenakan sistem pembelajaran kita yang masih dalam tanda kutip ‘mengawang-awang’ yakni seperti diistilahkan paolo freire bahwa sistem hafalan hanya mengenalkan ilmu terbatas yang tekstual dan tidak realistis.Bukan sistem teoritis itu tidak penting,hanya saja harus seimbang bahkan jika perlu ilmu praktek lebih digiatkan.teori tanpa praktek itu buta,praktek tanpa teori itu hambar jadi dua-duanya harus jalan berbarengan dan saling melengkapi.”

“Maka untuk itu diperlukan secara terus menerus menuju hal yang baik.Pertama,para decision maker yang punya keinginan baik mewujudkan sistem pendidikan di Indonesia harus diapresiasi dan diberi ruang untuk mewujudkan cara sistem itu dilaksanakan.Kedua,Perubahan metode yang monologis yang hanya terpaku satu arah dirubah  ke metode dialogis yang melibatkan partisipasi peserta didik.Ketiga,melibatkan pendidikan dalam persoalan sosial sehingga diharapkan pendidikan menjadi solusi masalah sosial tersebut.Masyarakat dan pendidikan harus terpadu dan selaras.”

Saimun hanya terdiam saja,membayangkan kelak ada sistem yang bagus yang bisa meningkatkan moral dan juga ilmu para manusia di negerinya.

Pusing Kepala Babeh

oleh : Aamir Darwis

Alangkah bahagianya Parwoto,ijin pulang kampung untuk menemui sanak keluarga diberikan ijin oleh Lurah Pondok.Parwoto yang sudah dua tahun tidak pulang kampung meninggalkan rumahnya untuk mondok di pondok pesantren akhirnya bisa bernafas lega karena ijinnya disetujui oleh Lurah Pondok.Ditambah bersyukur lagi karena Abah Kyai juga mengizinkan dan merestui.

Perjalanan dari pondok ke kampungnya memakan waktu 9 jam jika menggunakan jalur bus karenanya ia memakai transportasi kereta api guna mempersingkat waktu yakni hanya 5 jam.Mengapa diberinama kereta api? Bukan kereta rel karena sekarang kan memakai diesel atau listrik ? Mungkin karena jaman dulu kereta api memakai bahan bakar batubara sehingga penyebutannya kereta api.Teknologinya berubah tetapi namanya tidak berubah tetap saja naik kereta api tut.tut.. tut.. Pikir Parwoto.

5 jam berlalu..

Sampailah Parwoto di Kota kelahirannya yakni Jakarta.Baru turun dari sepur (kereta api/kereta rel) ia langsung dikerumuni para ojek dadakan.Mereka memanfaatkan momentum itu untuk mencari rejeki,Parwoto tak berfikir panjang.Ia langsung minta salah satu ojek itu untuk mengantarnya.Bagi-bagi rejeki ke tukang ojeklah.Pikir Parwoto.

Diantar Parwoto sampai rumahnya..

Setelah membayar jasa tukang ojek iapun langsung bergegas masuk rumah.

Assalamu’alaikum..

Ia langsung disambut orangtuanya.Bahagia tampak pada wajah kedua orangtua walau Parwoto Nampak kaget.Bapaknya ditempeli salonpas dikepalanya,ibunya bau balsam.Apakah mereka sakit? Dengan cepat Parwoto menanyakan kondisi kedua orangtuanya itu.

Dijelaskan bahwa memang orangtuanya sedang sakit.Bapaknya sakit kepala dengan pilek dan juga batuk.Ibunya sakit gigi ditambah masuk angin.Memang sakit biasa,tetapi tetap saja membuat Parwoto cemas dan gundah gulana.

“Beh,besok berobat ye.. Enyak juga..Besok Parwoto yang nganterin” Pinta Parwoto

Kedua orangtuanya menyanggupi.

Gara-gara orangtuanya sakit,Ia jadi ingat pelajaran waktu mondok dahulu.Pernah diajarkan ayat penyembuh yakni ayat-ayat Alqur’an yang mengandung makna penyembuhan.

Disamping berobat lewat dokter,ia juga mencoba berobat dengan Alqur’an.Orangtuanya diajari ayat-ayat syifa yang ternyata berjumlah 6 ayat itu.

1. Surat at-Taubat ayat 14 :

ﻭَﻳَﺸْﻒِ ﺻُﺪُﻭﺭَ ﻗَﻮْﻡٍ ﻣُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“(Allah) akan melegakan hati orang-orang yang beriman.”

2. Surat Yunus ayat 57 :

ﻭَﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺼُّﺪُﻭﺭ

“Penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada..”

3. Surat an-Nahl ayat 69 :

ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦْ ﺑُﻄُﻮﻧِﻬَﺎ ﺷَﺮَﺍﺏٌ ﻣُﺨْﺘَﻠِﻒٌ ﺃَﻟْﻮَﺍﻧُﻪُ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.”

4. Surat al-Isra` ayat 82 :

ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦ

“Dan Kami turunkan dari al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

5. Surat Asy-Syu`ara ayat 80 :

ﻭَﺇِﺫَﺍ ﻣَﺮِﺿْﺖُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺸْﻔِﻴﻦ

“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”

6. Surat Fusshilat ayat 44 :

ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎﺀ

“Katakanlah: “Al-Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin.”

Menurut Ustadz di Pondok, mengutip ucapan Imam Abu al-Qasim al-Qusyairi, ayat-ayat tersebut ditulis, lalu diletakkan di sebuah wadah yang bersih, kemudian dituangkan air dan diminum. Al-Qusyairi mengatakan, bahwa setelah ia melakukan langkah ini, ia sehat seperti sedia kala, seolah baru terlepas dari ikatan yang melilit tubuhnya.

Wallahu A`lam bis Shawaab

Politik Uang Menuju Politik Koruptor

oleh : Aamir Darwis

Sampai saat ini koruptor-koruptor terus saja disalahkan dan digunjing.Penghancur bangsa! perusak bangsa! dan ungkapan-ungkapan miris lainnya.Hingga rakyat rela berbondong-bondong menuntut koruptor dipenjara dan diadili.

Bukan berarti saya mendukung koruptor tapi setidaknya kita berfikir siapa sih yang menjadikan koruptor itu merajalela? siapasih yang menjadikan koruptor sehingga ia bisa berbuat korup??

Mari kita cari jawabannya.Jika kita telisik dari pemilu atau pemilihan-pemilihan lainnya,politik uang (money politic) yang dilakukan oleh para calon/kandidat terus saja mengalir dan terbukti manjur mengambil hati rakyat.Hingga ada yang menyebut waktu pemilu,waktu beredarnya uang panas.

Jika kita cinta terhadap indonesia dan merasa benci dengan koruptor seharusnya menolak dengan tegas politik uang.Tetapi kenyataan dilapangan,banyak yang menerima daripada yang menolak.

Wahai temanku,wahai rakyat indonesia,dengarkanlah! Seandainya kamu menerima suap,apa akan merubah hidupmu? apa menjadikan kamu kaya? jawabnya jelas,TIDAK! uang itu hanya akan membuatmu senang sesaat.Tetapi bagaimana dengan mereka yang membagikan suap?? mereka akan kaya dengan cepat,memperoleh kedudukan dan menguasai pemerintahan.

jika seperti ini apa yang diharapkan dari pemerintah?? sudah barang tentu,mereka akan berusaha mengembalikan modal dan bila perlu untung.
Dengan terpilihnya koruptor/penyuap tentu akan bermunculan tikus-tikus kecil karena mereka, jika tidak diberi bisa meraung membongkar rahasia.Begitulah seterusnya hingga negeri ini dipenuhi pemimpin-pemimpin yang busuk.Inilah awal dari terciptanya koruptor.

Siapa yang harus disalahkan jika seperti ini? ibarat nasi sudah menjadi bubur,kita semua salah.

Bukan orang lain yang mengubah Indonesia,tapi diri kitalah yang harus mengubahnya.mulailah dari diri sendiri untuk indonesia yang lebih baik.
#esai2011 #repost