Sampingan

Belajar Dari ” Kegiatan Mancing Bersama” Di Desa Saya

oleh : Aamir Darwis

Ada kegiatan “Mancing Lele Bersama” yang diselenggarakan oleh Pemuda Desa saya.Awalnya saya pesimis bahwa kegiatan ini hanyalah ajang rebutan banyak-banyak dapat ikan lele dalam memancing karena waktunya yang dibatasi hanya dua jam.Kira-kira ada hampir 2 kwintal ikan lele yang diceburkan ke sungai yang sudah dipagari pinggirnya.

Masyarakat yang biasanya sibuk dengan usahanya masing-masing.Kebanyakan berprofesi sebagai petani,ada juga yang karyawan swasta,tukang bengkel motor,polisi,guru dan juga pengangguran seperti saya.Saya disebut pengangguran saat itu karena memang saya lagi nganggur alias menikmati masa-masa nganggur di rumah.Menikmati masa-masa tenang dan menjadi manusia bebas sebelum akhirnya menjadi robot peradaban kembali.Menjadi pekerja pabrik lagi.Semuanya rudug-rudug berkumpul dengan alat perangnya masing-masing yakni pancing dan pakan ikan.

Namun anggapan pesimis saya tiba-tiba luntur dan menghilang sebab tiba-tiba tawa pecah dimana-mana.Semua masyarakat tertawa menikmati keasyikan memancing.Apalagi saat mendapatkan ikan,tawa dan riang gembira menyelimuti mereka.Aku pun larut dalam tawa canda semacam ini.Masyarakat yang biasanya dikenal senang ngrasani ( membicarakan kejelekan orang lain) dan iri-nan sama sekali tidak terlihat bahkan lenyap.Semuanya larut dalam suka cita.Meskipun saya tahu bahwa mereka juga saya sendiri, memiliki problem yang sama yakni belum bisa menjadi orang yang kaya.Tetapi inilah yang terjadi,masyarakat saya menikmati pekerjaan tidak bercita-cita menjadi orang yang kaya.Mereka menikmati pekerjaan dengan rasa syukur dan semangat sehingga hasilnya (banyak atau sedikit) mereka mensyukuri dan menjadi keberkahan luar biasa.

Dan itu yang belum saya lihat di dunia karyawan pabrik macam saya.Gaji lumayan tetapi cepat habis dan tidak tahu kenapa begitu cepat habis.Mungkin ini pertanda bahwa keberkahan tidak menyelimuti saya.Justru karyawan seperti saya ini malah terbius oleh ambisi-ambisi yang semakin besar.Kadang harus diterjang sebuah keinginan walau uang belum mencukupi.Jalan pintaspun diambil yakni menggunakan sistem kredit atau kadang-kadang utang.Mereka yakni pekerja di desa saya tidaklah seperti itu.Berapapun hasil yang diterima entah itu banyak atau sedikit tetap disyukuri dan terbukti,mereka masih saja bisa hidup.Malah mereka menikmati hidup dengan kebahagiaan bebasnya waktu tanpa tekanan sebuah ketepatan waktu.

Jika membahas sawang sinawang tidak akan ada habisnya,tetapi ini bukanlah sawang sinawang.Ini sebuah kejujuran dalam hati saya bahwa memang masyarakat seperti petani adalah pekerjaan yang menurut saya paling berkah.Mereka tidak terpengaruh korupsi waktu,mereka juga tidak ambisius dengan pekerjaannya.walaupun ada yang ambisius itupun hanya sebatas pekerjaan tidak sampai menjatuhkan orang lain.

Kegiatan itu juga menjadi pelajaran buat saya bahwa masyarakat adalah makhluk sosial.Ia butuh orang lain.Kegiatan ini adalah contoh ril-nya,masyarakat membaur dengan suka cita tanpa mereka terhalang kepentingan ataupun status strata sosial.Semuanya sama.Semuanya bahagia bersama-sama.Semuanya menikmati kebahagiaan dalam proses memancing ini.

Ini juga memberi pelajaran buat saya bahwa pekerjaan kita itu posisikan seperti memancing.Artinya kita bekerja boleh dimana saja asalkan itu halal dan jangan sampai menjatuhkan atau dengki dengan hasil orang lain.Toh kita memiliki rezeki masing-masing.Persis seperti proses memancing.Semuanya dapat ikan sendiri-sendiri dan tidak ada satupun yang ngotot bahwa misalnya hasil tangkapan yang ditangkap si A itu milik si B.Begitupun sebaliknya.Artinya rezeki sudah dibagi dan kita tinggal menikmati dan mensyukuri.Dan tinggal kita mentafsirkan makna syukur itu seperti apa dan makna menikmati itu juga seperti apa.Kita bisa berangkat dari hal ini,bukan ?

Sampingan

Anggota DPR Terjerat Korupsi ? Lucu Sekali

oleh : Aamir Darwis

Boom! Korupsi adalah Lawakan Rakyat!
Lagi-lagi kita disuguhi berita anggota dewan terjerat kasus korupsi.Jarang atau bahkan mungkin tidak ada,misalnya anggota dewan yang memberikan gajinya untuk rakyat tidak mampu atau tidak memakai fasilitas yang mewah toh fasilitas itu tidak ada manfaatnya sama sekali bagi rakyat.Yang terjadi di masyarakat justru berita-berita tersandungnya anggota dewan ke lembah hitam.Misalnya terjerat kasus korupsi,tidur saat rapat,nonton video porno saat rapat,dan lebih mementingkan partai politik daripada rakyat.Itu semua dagelan bahwa mental anggota dewan adalah mental anak TK dimana lebih senang menikmati fasilitas daripada aksi nyata yang justru itu yang diinginkan masyarakat.

Selama partai politik dan anggota dewan tidak dipisahkan maka selama itu pula kita hanya akan melihat bahwa mereka berbicara atas nama rakyat padahal sebenarnya demi kepentingan partainya.Jadi,mbok yo.. Anggota dewan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan partai.Rakyat juga sebenarnya muak dengan tingkah laku anggota dewan yang setiap hari hanya dagelan politik.

Wakil rakyat apanya sih ? Rakyat masih banyak yang pakai sepeda,mereka memakai mobil mewah.Apanya yang diwakilkan? Rakyat harus mencari duit dengan berkeringat,mereka tiduran dan nonton video porno sudah dapat duit.Apanya yang diwakilkan? Rakyat memakai baju biasa saja,mereka memakai jas yang mewah.Apanya yang diwakilkan ? Jadi pertanyaannya,apakah DPR itu wakil rakyat ? Bukankah mereka adalah gerombolan yang berpura-pura mengatasnamakan rakyat untuk kemudian menggunakan wewenang itu untuk meng-kaya-kan dirinya dan partainya.

Mulai saat ini,jangan lagi kita menyebut DPR dengan Dewan Perwakilan Rakyat tetapi sebutlah dengan Dewan Penipu Rakyat karena memang rakyat jelas-jelas TIDAK MERASA TERWAKILKAN DENGAN ADANYA DPR.Bukankah lebih baik bubarkan saja DPR ?

Dan saat ini,Pemimpin dari yang katanya suara rakyat itu sedang terjerat hukum korupsi.Aneh super aneh,Pantaskah orang semacam ini disebut wakil rakyat? Yakin dia adalah pemimpin rakyat ?

Itu semua adalah suara-suara gosip jalanan yang terus menerus saya dengar dari orang ke orang.Dari semua orang yang pernah saya tanyakan apa pendapat mereka tentang DPR.Jawabannya adalah itu lembaga yang terkorup dan menghianati hati rakyat.Apa pendapatmu tentang DPR ? Pantaskah DPR ada di NKRI yang kita cintai ini ?

Semoga akhirnya akan ada kata-kata dan aksi untuk BUBARKAN DPR ATAU REVOLUSI TUBUH DPR!

Sampingan

Pertunjukan Heboh

oleh : Aamir Darwis

Di perjalan mau pulang,Prokul melihat pertunjukan yang unik dan luar biasa.Ada manusia kepala Kambing.

Pekerja pertunjukan : Ayo kumpul..Ayo kumpul.. Heboh..Heboh.. Ada manusia kepala kambing.Ayo silakan tonton..Cukup dengan 10ribu,kalian bisa menonton manusia berkepala kambing..

Sontak semua masyarakat menjadi heboh dan berkumpulah semua masyarakat untuk menonton pertunjukan itu.

Prokul : Benar gak tuh,ada manusia kepala kambing..Paling-paling gara-gara mirip kambing jadi manusia berkepala kambing..Ini sih penghinaan buat manusia..Saya penasaran,coba cari tahu..Nanti kalau benar sesuai perkiraanku,bakal ku labrak tuh pekerja pertunjukan..

Prokul dan masyarakat pun kini masuk ke tempat pertunjukan

Pekerja pertunjukan : Terima kasih semuanya atas partisipasinya.Kalian pasti penasaran kan..Ayo kita buka sama-sama layar ini ( sambil menyingkap layar yang didalamnya ada manusia kepala kambing)

Tiba-tiba semuanya menjadi kaget dan apa yang terjadi..

Pekerja pertunjukan : Inilah saudara-saudara.. Manusia…Kepala kambing ( sambil menunjuk di sebelah kanan ada manusia dan menunjuk sebelah kiri ada kepala kambing) Hahahaha
Masyarakat menjadi geram dan marah karena merasa ditipu.

Nb :inspirasi  diambil dari plot cerita Warkop DKI

Sampingan

Jadikan Setiap Detik Waktu Kita Itu Bernilai Kebaikan

oleh : Aamir Darwis

Ada peribahasa mengatakan bahwa “Siapa yang nandur bakal panen”.Nandur atau menanam bisa ditafsirkan dengan sebuah aksi atau wujud nyata dari laku manusia.Nilaipun ada tiga yakni aksi yang baik,aksi yang buruk dan aksi yang sia-sia.Jika diperinci lagi dan dirucutkan kembali maka perilaku manusia akan menjurus ke dua hal.Bernilai baik atau bernilai buruk.

Penilaian baik atau buruk akan menjadi relatif jika yang berpendapat atau yang menilai adalah manusia.Manusia mempunyai banyak macam kemungkinan.Baik tetapi sebenarnya tidak baik,baik tetapi malah dinilai tidak baik,baik tanpa memperdulikan penilaian baik dan baik tetapi merasa tidak baik.Dalam konteks ini maka sangat menyedihkan rasanya jika kebaikan hanya dilakukan atau didasarkan dengan tujuan penilaian baik oleh masyarakat.Di-Ria-kan oleh dirinya sendiri.Justru yang baik adalah saat berbuat baik didasarkan atas niat keridhoan Tuhan semata.Tidak mencari pamrih apalagi hadiah pujian dari manusia.Goalnya pun orang yang baik dengan sifat ikhlasnya itu tidak takut dicemooh ataupun dilecehkan masyarakat.

Kondisi semacam ini membuat orang yang baik itu menjadi tangguh mentalnya.Tidak goyah dan terpengaruh oleh bisikan-bisikan yang akan membuat ia lemah atau luntur untuk berbuat baik.Kalaupun ia suatu saat berbuat tidak baik,ia akan bangkit kembali untuk menginstropeksi atau muhasabah dirinya sendiri.Berbanding terbalik dengan realitas masyarakat dimana justru lebih senang dan puas untuk menilai keburukan orang lain.Cacat diri sendiri malah tidak diperdulikan.Sibuk mencari kesalahan orang lain untuk kemudian diekspos menjadi bahan perbincangan yang mengasyikan.Membuat perkumpulan yang isinya hanya ngrasani ( membicarakan kesalahan orang lain) tanpa mau belajar dari kesalahan tersebut.

Manusia mempunyai batas dalam kehidupan di dunia.Ada waktu yang diberikan oleh Tuhan dengan kerahasianNya kapan waktu itu akan dicabut.Kesempatan berbuat baik hanyalah di dunia saja.Jika diteorikan maka sebenarnya kita ini diberikan batas oleh Tuhan dengan batasan waktu,kita diberi kebebasan memilih kebaikan atau keburukan tetapi endingnya adalah pembalasan yang setimpal karena tidak ada satupun yang luput dari pengamatan Tuhan meskipun itu hanyalah ungkapan hati yang tidak bisa diketahui orang lain.Waktu menjadi sangat kejam dan mematikan karena setiap detik tidak bisa diulang ,hanya akan menjadi kenangan yang kelak itu akan bernilai baik atau buruk.Penyesalan hanyalah penyesalan maka harus segera bangkit dari keterpurukan.Jika semisalnya masih berbuat buruk maka fikirkanlah hal ini.Berapa lama kita hidup di dunia ini dan sudah cukupkah bekal kita mengarungi kehidupan selanjutnya.Jangan sampai kita menyesal dikemudian kelak.

Setelah kita mengetahui bahwa kehidupan itu dalam lingkup waktu yang terbatas maka aksi apa yang kita lakukan setelahnya.Masih berkutat dengan anggapan bahwa akherat tidak ada ataupun tidak mempercayai adanya Tuhan hanyalah sumber segala masalah yang membuat kita tidak jadi berhijrah ke arah yang lebih baik.Manusia memiliki kewajibannya kepada Tuhan,sesama manusia dan juga lingkungan.Ada batas,ada hak,ada keperluan ada kemantapan bahwa sebaiknya kita bisa terus menerus berbuat baik.Jangan memikirkan terlalu jauh ke depan mau berbuat baik apa,memang memikirkan hal ini baik saja karena bisa menerka kebaikan apa yang akan kita lakukan.Namun yang paling baik adalah saat ini.waktu ini.Detik ini.Menit ini.Dan seterusnya.Teruslah berjalan melewati waktu dengan fokus berbuat kebaikan.Misalnya saja saat ini melihat sampah berserakan maka segeralah bersihkan tanpa harus menunggu atau saat ini melihat pecahan kaca di jalan segera pinggirkan tanpa harus menunggu.Menunggu atau menunda aksi baik hanyalah kerugian waktu.Hilang kesempatan berbuat baik pada waktu tersebut yang padahal waktu itu juga akan dihitung dan dinilai oleh Tuhan.Jadi berbuat baik haruslah menjadi nafas perjalanan.Diamanpun,kapanpun dan dalam kondisi apapun berusahalah berbuat baik.Ayo berusaha berbuat baik bersama-sama.Semoga yang kita semogakan kelak akan menjadi semoga yang semoga menjadi kenyataan.Amiiin