Perempuan Buta Itu Bernama Hening

oleh : Aamir Darwis

Hening,begitulah namanya.Ia adalah gadis kecil berumur 17 tahun yang mengalami gangguan mata sejak kecil.Ia menderita tuna netra.Wajahnya yang polos dan sikapnya yang baik tak sebaik nasibnya.Ia ditinggal oleh orangtuanya sejak umur 9 tahun.

Ketika itu,rumahnya dibakar oleh orang yang ingin menuntut balas terhadap orangtuanya.Usut punya usut,Bapaknya Hening seorang depkolektor sedangkan ibunya seorang pembantu rumah tangga.Pak Amin,begitulah nama dari Bapaknya Hening,ia terpaksa melakukan pekerjaan yang keras dan kontrofersi ini yakni menjadi seorang depkolektor.Dan ternyata,ada yang dendam dan sakit hati dengan Pak Amin,orang itu membakar rumah beserta isinya saat tidur.Dan yang selamat hanya Hening,sungguh tragis.

Api yang membakar rumah,teriakan histeris sang ibu yang melihat bapaknya terbakar selalu menghantui pikiran Hening.Meskipun tak bisa melihat,suara itu selalu terngiang-ngiang membuat hari hari Hening menjadi kacau dan sakit saja.

17 tahun berlalu..

Hening diasuh oleh tetangganya karena hening tidak punya saudara.Tiap hari ia membantu jualan Mbok Parti,begitulah nama Pengasuh Hening.Tetapi ekonomi yang pas-pasan dan tuntutan hidup yang makin sulit,membuat Mbok Parti kebingungan.Ia bimbang antara mengasuh Hening atau menyerahkannya ke Pak Broto (Bos Juragan Tahu Terkenal).

“Malang benar nasibmu,ning.Matamu tak bisa melihat,orangtuamu mati terbakar bersama rumahmu.Aku harus bagaimana? Aku ingin sekali mengasuhmu seumur hidupku tapi ekonomiku susah,ning.Seandainya saja,orangtuamu masih ada,kini kau pasti bahagia meskipun tak bisa melihat” Kata Mbok Parti sambil mengusap air matanya yang terus saja berjatuhan.Ia menangis.Sedih hatinya melihat Hening begitu menderita.

Di pinggiran jalan,Hening yang tunanetra jualan minuman-minuman dingin,berharap ada sopir atau orang yang iba yang akan membeli minumannya.Untung yang didapat juga tidak besar paling-paling kisaran 2ribuan/botol minuman.Itupun juga jika tidak ketipu,karena tak bisa melihat,ia hanya berharap kejujuran dari pembeli.

Begitulah hari-hari yang dilewati Hening,ia pasrah saja kepada Allah,berharap kelak akan diberi kebahagiaan.Tetapi tiba-tiba saat jualan,ia diculik pemuda kemudian dibawa memakai mobil.

“Mau apa kalian? Apa salah saya? Tolong..tolongg” Hening berteriak

Tetapi teriakan itu percuma,karena ia langsung dibungkam memakai lakban.Kasihan benar nasibnya.Adakah yang akan menolongnya…

Mobilpun terus melaju kencang membawa Hening sedangkan Mbok Parti kini panik kebingungan dicampur kesedihan tiada bertepi,Si Hening hilang dari tempat biasanya ia jualan.Mbok Parti menangis,pikirannya hancur dan iapun bingung mau mencari kemana Hening itu.

“Ning,..Kamu dimana? Mbok disini Ning?.. jangan tinggalin Si Mbok..” Mbok Parti meratapi kesedihannya.

Mobil yang membawa Hening berhenti  di depan rumah Pak Broto.Ternyata Pak Broto merupakan sindikat penjualan manusia sedangkan pekerjaannnya yakni sebagai bos jualan tahu hanyalah kedoknya.Hening direncanakan dijual ke Batam untuk dijadikan PSK.Ia diikat tangannya dan dimasukan ke sebuah gudang besar belakang rumah.Dan ternyata disana banyak sekali wanita yang disekap.

Tetapi diantara wanita-wanita itu, ada polwan yang berpura-pura disekap untuk mencari barang bukti sehingga kejahatan Pak Broto dapat terungkap.Dan rumah Pak brotopun sudah dikelilingi polisi yang menyamar sebagai preman.Walaupun begitu,Pak Broto punya puluhan preman juga yang bekerja untuk menjaga rumahnya.

Polwan itu merasa iba pada Hening karena tak menyangka ada wanita buta yang ikut disekap,Polwan yang bernama Briptu Anggi,berniat menyelamatkan Hening.

“Siapa namamu? Tega sekali si Broto itu,” Tanya Briptu Anggi

“Namaku Hening.Apa salah saya,mengapa saya disekap disini” Hening menjawab dengan suara terbata-bata dan takut.Air matanya mengalir menandakan betapa besar kesedihan yang dihadapinya.

“Aku polisi.Aku sedang menyamar,ning.sebentar lagi rumah ini akan dikepung.aku sudah memiliki video ini.ini sebagai bukti kejahatan Pak Broto” Briptu Anggi sambil menggerakan kacamata yang ternyata bukan kacamata biasa.kacamata itu memiliki kemampuan merekam untuk beberapa menit.

Benar saja,tiba-tiba rumah Pak Broto dikepung polisi berpakaian preman.kontak senjata tak bisa dihindari,polisi melawan anak buah pak brotopun terjadi.

Dar..Dor..Dar..Dor peluru saling saut maut terus menerus

Hingga akhirnya,anak buah Pak Broto dapat dilumpuhkan meskipun harus ada yang tewas.Nyawa heningpun terselamatkan.Kini ia dibawa oleh Briptu Anggi,dikenalkan kepada kakaknya yang ternyata aktifis sosial bidang tunanetra.wajah hening yang cantik dan senyumnya yang manis semakin membuat Alfin ( kakak dari briptu Anggi) jatuh cinta.Hening dilamarnya dan akhirnya merekapun menikah.Hening mendapatkan kebahagiannya yang selama ini ia impi-impikan.

Tetapi apakah kaum tunanetra,nasibnya akan sebaik Hening? Atau sebaliknya? Kaum tunanetra terpaksa turun ke jalan-jalan sambil mengharap belas kasih manusia yang bisa melihat dunia? Mereka terus berjalan dan di jalanan mereka mungkin bertemu pengemis lain.bisa pengemis yang benar-benar pengemis atau mungkin pengemis professional yang semata-mata ingin mengakali dengan perasaan iba.Begitulah kaum tunanetra itu akan berjalan,ia dipaksa untuk terus berjuang,dan semoga makin banyak yang akan peduli dengan dirimu.Bukan masalah nominal atau takut pengemis professional,jika mereka buta atau cacat lainnya haruskah kita berfikiran seperti itu? Uang recehan kita tak bisa menyelamatkan hidup mereka tetapi bisa menggembirakan hati mereka.Siapa yang akan menang didalam dirimu,hati nurani atau hati yang buta???

Iklan