Perisai Remaja Indonesia

blog1

oleh :  Aamir Darwis

 

Bangsa Indonesia dibuat bingung sekaligus heran mengapa ada pembunuhan dan pemerkosaan oleh banyak anak dibawah umur.Bahkan pelakunya menggunakan cara yang amat sadis terhadap korbannya.Apa yang salah dari perilaku menyimpang edan ini? Apakah kiamat semakin ingin menampakan dirinya? Apakah ada alternatif untuk menyembuhkan setidaknya mengurangi perilaku menyimpang remaja Indonesia ini?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dibutuhkan cara pandang yang tidak biasa dan mungkin tidak akan berlaku 100% karena ini menyangkut hak-hak berjuta-juta remaja Indonesia.

Faktor lingkungan adalah yang sangat berperan penting mengubah cara pandang remaja kita.Jika lingkungan disekitar remaja itu adalah kawasan prostitusi maka sama saja remaja itu untuk digiring ke lingkungan itu.Demikian besarnya pengaruh lingkungan dalam mengubah cara pandang remaja maka pemerintah,tokoh masyarakat,aktifis harus bahu membahu menciptakan lingkungan yang sehat.Bagaimana lingkungan yang sehat itu? Ia wadah yang harus diisi hal-hal yang positif atau setidaknya hal-hal yang positif harus diciptakan.Misalnya Pengajian remaja,kegiatan jumat bersih,kegiatan bakti sosial bisa menjadi contoh wadah positif yang harus diadakan.Bila perlu jadwalnya diperbanyak.Ini penting untuk menanamkan mental remaja supaya berakhlak yang baik dan menumbuhkan kepedulian remaja pada hal-hal yang menyangkut problem-problem sosial dan supaya ia peduli bagaimana manusia itu harus saling tolong menolong satu sama lain.Demikian maka perilaku yang menyimpang akan kalah karena remaja sudah dibekali mental yang baik.Cara pandang yang baik.ia akan takut untuk menyimpang karena ia akan merasa berdosa dan tidak tega jika akan berbuat asusila.Remaja yang berperilaku menyimpang adalah yang jauh dari Tuhan sejatinya.

Kebudayaan asing juga berperan penting merubah pola pikir remaja kita.Lihatlah bagaimana budaya-budaya leluhur yang sangat mengorientasikan remaja pada hal-hal yang baik malah semakin pudar.Bahkan remaja terkesan malu mengakui budayanya sendiri.Ini adalah PR bagi kita bagaimana kita membudayakan budaya kita sendiri supaya remaja percaya diri pada budayanya pada bangsanya.

Peran media juga sangat berperan penting merubah pola pikir remaja kita.media adalah wadah yang bisa menjadi bumerang bagi kita karena akan menuntun remaja pada apa-apa yang dia inginkan.Tontonan menjadi tuntunan merupakan PR besar bagi kita juga.Bisakah kita menciptakan tontonan menjadi tuntunan yang baik?

Keluarga adalah landasan awal bagaimana remaja akan tercipta menjadi apa.ia adalah madrasah kecil yang berperan sangat besar pada remaja kita.Menciptakan keluarga yang baik adalah wajib jika kita ingin remaja bangsa ini memiliki budi pekerti yang luhur.Peran ayah,ibu,kakak dan anggota keluarga lainnya harus harmonis dan saling mendukung terciptanya akhlak yang baik bagi remaja.Ini harus dilakukan secara komperhensif jika ingin remaja kita ini menjadi remaja unggulan.

Tetapi akan jadi masalah jika orang tua yang juga sebagai leadership kurang berperan aktif.ini terjadi di masyarakat modern dengan kesibukannya.Mengurusi anak-anak bahkan remaja sangat minim perannya.Kurangnya ilmu agama pada orangtua juga berpengaruh.Ia lebih suka anaknya main game daripada mengajarinya untuk ngaji.Padahal ngaji/ilmu agama/ketakutan pada tuhan adalah poros besar bagaimana anak itu berbudi pekerti luhur.Ini PR juga bagi kita,maukah para orang tua mengajarkan anaknya mengaji? Ataukah ilmu agama itu sudah tidak berguna lagi bagi bangsa modern sehingga yang diperlukan hanya ilmu tentang mendapatkan uang semata?

Mari bersama-sama melindungi dan mengayomi remaja-remaja kita dengan hal-hal yang baik.mengajarkan mereka pentingnya Sopan santun.Tidak usah jauh-jauh,mulailah dari keluarga kita dahulu.Mari memperisai remaja Indonesia,jadilah remaja yang berprestasi dan baik untuk sesama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan