Menjadi Pendamai Di tengah Badai Perseteruan 

​oleh : Aamir Darwis




Alam fikiran dimasuki ranjau pro kontra

Memasuki dunia itu dan menghantam lawan ilusi

Ucapan tak berucap penuh caci makian

Pembenaran sendiri,Penyalahan orang lain

Sang media memanasi dengan berita versinya

Kita terjebak perang ilusi sana sini

Mari tinggalkan kesenangan memaki

Seperti Orangtua yang mengayomi anaknya

Tidak dukung mendukung yang bertikai

Namun berusaha menjadi pendamai

Apa guna mengompori media tai

Yang memilih kita perang ilusi

Demi rating yang sedang menggila 

Sudahlah jadi pendamai saja
Diam lebih baik daripada termakan media

Bicara lebih baik jika mendamaikan suasana

Musuh-musuh layar kaca persegi empat

Fatamorgana tetapi terbawa dunia nyata
Hangatnya Perseteruan klaim kebenaran

Agama,Suku,Ras,Adat menjadi sangat tabu

Satu ucapan dikawal sejuta pengikut? hahaha

Pemimpin yang ribut kita bersekat saling sikut? hihihi

Aku berdiri di tengah keduanya

Ingin ku ucap wasiat terakhir ibu Pertiwi 

Jadilah anak bangsa yang mendamaikan saudaranya

Karena raga dan hatinya sama-sama Bangsa Indonesia

Iklan