Sengkuni Media Sosial

oleh : Aamir Darwis

 

 

Kebencian dan Permusuhan yang marak terjadi akhir-akhir ini,bisa jadi bukan karena ucapan yang salah semata ,sebab nyatanya ada pihak lain yang memanfaatkan kebencian,permusuhan ataupun kegaduhan sebagai alat untuk mencari uang.Sebut Saja itu “Sengkuni Media sosial”.

SMS “Sengkuni Media Sosial” itu tidak perduli Bangsanya akan hancur,Bangsanya akan saling bermusuhan,Iapun tidak takut bahwa apa yang dilakukan itu berdosa karena yang cuman difikirkan adalah bagaimana membikin suasana itu menjadi semacam versus yang booming untuk kemudian diadu argumen dengan argumen yang terkesan memojokan satu pihak sehingga akan ada perdebatan.Dan itulah yang diinginkan Sang Sengkuni,berita propagandanya laris manis sehingga iklan ataupun beritanya menjadi headline.

Isu Sara,Isu Debat Sepakbola,Isu pemilihan Calon Pemimpin,sangat mudah dimasuki oleh Sang Sengkuni.Ia akan membikin berita palsu dengan judul yang menyerang pihak lain,isinyapun hanya menyerang pihak lain juga dan anehnya ia juga membikin berita yang hampir sama,hanya saja tergetnya yang ia serang.Ia memprofokasi.Ia memfitnah.Sehingga Berita Sara,menjadi besar.Ulah siapa lagi kalau bukan Sang Sengkuni ini.

Bisinis media hoax sudah berkembang dan kita sebagai Netizen harus punya perisai/perlindungan jangan sampai kita termakan berita hoax itu yang intinya mencari sensasi supaya kita saling bermusuhan.Runtutan berita hoax mungkin terjadi saat sebuah berita bisa disusupi pro dan kontra,Ia adu domba disana,membikin sebuah berita hoax ataupun website yang isinya hoax ,kemudian ia membanjiri media sosial dan forum sosial dengan berita hoaxnya maka ketika berita hoax itu booming,ia akan mendapatkan semacam traffic di iklan webnya,seperti advertising.Ia akan mendapatkan uang sebab banyaknya netizen yang mengklik iklan itu dan termakan hasutan berita hoax tersebut.

Akibat berita hoax tersebar,rakyat akan digiring ke dua opini.Pro dan Kontra.Maka timbulah kebencian dan permusuhan.Saya yakin bahwa timbulnya permusuhan tidak hanya sebab ucapan pihak yang bertikai tetapi berita hoaxlah yang paling bertanggung jawab atas hal ini.

Mari kita sudahi kebencian,permusuhan bahkan perkelahian hanya karena media sosial yang disusupi berita hoax.Jika kita membela pada suatu pro ataupun kontra,tidaklah usah memanasi ataupun mengompori dengan men-share dan membikin panas suasana,cukuplah diam jika itu tidak bisa menyelesaikan masalah.Tetapi sebenarnya kita masih punya peluang membrantas berita hoax,jika kita tahu bahwa ada berita yang seakan menggiring kita untuk pro dan kontra dan judulnya juga seakan provokatif,maka tidaklah usah komen disana,cukup kita blokir dan laporkan.Semakin kita share dan komen sama saja kita memanasi berita.Blokir berita hoax,berita provokatif,berita yang hanya membikin kita perang sesama saudar sendiri.

Sebagai rakyat sipil dan netizen kita masih bisa melawan hoax,hanya saja sebagai netizen kita jarang tahu dan mau untuk memblokir akun ataupun berita yang hoax dan bikin ribut itu,kita bisa memblokir dan melaporkan.Media sosial sudah menyediakan itu.Jika kita melihat berita provokatif,langsung blokir akun itu karena jelas itu akun sengkuni media sosial.Blokir bila perlu laporkan.

Mari melawan berita hoax,provokatif dan rasisme dengan memblokir akun dan berita itu,bila perlu Laporkan.Selayaknya dan sewajarnya kita mengisi media sosial kita dengan berita yang membikin kita bahagia bukan malah membikin kita panas kepala,Media sosial sudah menyediakan,kita lawan hoax!!!

Iklan