Senja Sore Cinta

blog8

oleh : Aamir Darwis

Silau aku akan pesonamu…

Biarlah mata indahmu menjadi penerang redup jiwaku

Biarlah senyumanmu mendinginkan api amarah jiwaku..

Ah! Tiba-tiba Sukab menghentikan penanya,Puisinya masih bersambung.Seakan membuat pertanyaan panjang,untuk apa membuat puisi toh hanya sebuah kata-kata penuh omong kosong.Kegelisahan hatinya pada seseorang gadis berkerudung merah adalah jawabannya.Sukab selama ini menutup rapat-rapat hatinya untuk wanita,ia lakukan sebab pengalaman pahitnya beberapa tahun yang lalu.Ia dicampakan wanita,dan ditinggal menikah.Setelah bertahun-tahun memperjuangkan cinta bahkan rela merantau demi keberlangsungan mahligai rumah tangga,Setelah bekerja keras memeras keringat pergi pagi pulang malam demi seseorang yang ia cintai,ia ditinggalkan di tengah jalan.Hatinya sakit,fikirannya buyar,raganya seperti tidak mau menerima keadaan itu.Iapun sakit berhari-hari.Sampai akhirnya,hati yang terkunci mati itu terbuka kembali,berdenyut kencang lagi.Sebab wanita berkerudung merah yang ia temui jam 5 sore di halte bis kota.

Di malam hari itu,Sukab berharap dan berdo’a semoga ia bisa bertemu kembali dengan wanita itu jam 5 sore di halte,persis seperti kemarin.Iapun memutuskan tidur berharap bermimpi dengan wanita kerudung merah itu,menyapanya dan mengungkapkan isi hatinya.Siapa gerangan wanita itu? Apakah dia yang selama ini aku cari ? Begitulah ujar Sukab.

Di dalam mimpinya.Ia bertemu kembali dengan wanita itu.Tanpa basa basi,langsung mengulurkan tangan tanda ingin mengenal.Dan dijawab bahwa namanya adalah Nita Arnita,dipanggil Nita saja.Begitulah ujar wanita cantik berkerudung merah itu.Sejurus kemudian Sukab dan Nita berada Taman Bunga,mereka sedang bersenda gurau menikmati indahnya suasana di Taman Bunga.Terlihat romantis,apalagi tiba-tiba musik berbunyi sendiri,lagu-lagu dari Ada Band mengiringi siang hari yang penuh cinta itu.

Alarm berbunyi keras! Tanda pukul 4.30 pagi.Terbangun Sukab dari mimpinya,Ia seperti menyesal terbangun dari mimpi indah itu tetapi biarlah saja,toh itu hanya sebuah mimpi bunga tidur yang wanginyapun tak tersentuh rasa,Ia merapikan tempat tidurnya,bergegas ke kamar mandi untuk kemudian mandi, wudlu dan sholat kemudian siap-siap berangkat kerja,setelah semuanya siap disediakan.

Ia seperti menunggu jam 5 sore,berharap jam 5 sore cepat datang.Waktupun berlalu,jam 5 sore ia sudah berada di halte bis kota.Ternyata wanita itu sudah disana,Ia seperti melihat ke atas bukit depan halte.Memang pemandangan dari halte itu sangat indah dan menakjubkan,bukit-bukit yang dari kejauhan terlihat membentuk simbol love dan apalagi jika waktunya sore,senja dengan kemerah-merahanya semakin mempercantik bukit itu.Wanita itu akan duduk saja disana sampai jam 6 tepat,ia kemudian baru bergegas.Tatapannya tajam,sangat dingin sekali seolah tak mau diganggu oleh siapapun.bahkan setanpun mungkin akan ngeri jika melihat tatapan itu.Tajam sekali,tetapi sangat indah.Begitulah pikir Sukab.

Sukab memberanikan diri untuk bertanya,terlepas dari ketakutannya yang jelas ia tidak mau menyimpan perasaannya,ia kemudian duduk disebelah wanita itu dan mulai menanyakan banyak hal.

“Maaf jika sebelumnya,aku mengganggumu dari keasyikanmu menikmati senja hari ini.Marahlah sepuasnya kepadaku jika itu bisa mendamaikan hatimu tetapi berikan satu hal,bolehkah aku tahu namamu? Bolehkah aku berteman denganmu? Setidaknya menjadi temanmu saat menikmati bukit yang indah itu” Ungkap Sukab dengan menunjuk bukit itu dengan telujuk tangannya.

Wanita itupun akhirnya mau bicara dari kebisuannnya selama ini,dari dingin hatinya yang seolah-olah bagai batu tetapi kini mulai mencair seperti es batu yang lama-lama pasti akan menjadi air lagi.Begitulah pintaku,aku ingin hatimu mencair dan berharap menerima kehadiranku.Pikir Sukab.

“Namaku Nita Arnita,panggil saja Nita.Terima kasih mau berteman denganku,terima kasih juga karena kamu pria pertama yang menyapaku di halte ini.Aku merasa asing di tengah keramaian tadi,tetapi perlahan-lahan aku bisa berbicara dengan hatiku,Coba rasakan.Sebentar lagi kumandang adzan,Pejamkan matamu beberapa menit bersamaan dengan alunan indah nan merdu suara adzan kemudian bukalah matamu dan lihatlah bukit itu”

Mereka akhirnya memejamkan matanya sambil mendengar alunan indah nan merdu adzan,kemudian membuka mata dan lihatlah! Amboi! Subhanallah! Suara hati ingin berteriak,menakjubkan sekali Tuhan,Terima Kasih Tuhan.. Ada semacam ketentraman dalam hati,ada suara angin yang sejuknya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,Ia hadir saat itu.Dan Sukab,merasakan hal itu kembali.Ia seperti mengulang hawa dan suara angin saat sedang menunggu untuk berbuka puasa di kampungnya.Bukan masalah lapar dan dahaga tetapi memang ada energi istimewa dan menakjubkan saat mau berbuka puasa,begitulah pikir Sukab.

Ia juga kaget saat mendengar namanya adalah Nita,persis seperti mimpinya.Iapun membalas ucapan Nita,dengan untaian pesan cinta yang tak bisa lagi dipandang hanya omong kosong belaka,ini bukan masalah cinta yang itu-itu saja,tentang cinta yang muaranya hanya satu,keindahan semesta.dan itulah cinta itu.Cinta kepada Tuhan.

“Tidak kusangka namamu,Nita.Persis seperti mimpiku kemarin malam.Terserah kamu percaya atau tidak,tetapi untuk apa aku berbohong dengan wanita secantik dan semenarik dirimu,wanita yang bisa menyadarkanku akan aura istimewa saat menjelang berbuka puasa.Ada suasana damai menjelang berbuka,bukan? Jika tak percaya,rasakan angin memasuki tubuhmu,ada energi yang tak bisa diungkap dengan kata-kata,yang menentramkan hati dan jiwa meskipun kita tahu kita sama-sama sedang lapar dan dahaga.Ah.. sudahlah ini Cuma omong kosong,ayo kita bergegas sholat maghrib dulu” ucap Sukab

Nita tiba-tiba meneteskan air mata,entah kenapa tiba-tiba ia menangis,tetapi tampaknya itu tangis haru bahagia,ia mengusap air mata dengan tangan indahnya,kemudian berujar dan berpesan kepada Sukab.

“Tak kusangka kamu mengajakku untuk sholat.Aku sangat senang sekali,baru pertama kali ada seseorang yang mengajakku untuk sholat disini.Sedang biasanya,yang lain mengajakku makan di kafe yang sebenarnya aku sudah muak akan hal itu.Memang benar,ada hawa ada aura istimewa saat menjelang berbuka,aku juga merasakan hal itu.aura atau angin atau apapun namanya,yang jelas itu membuat hati kita tentram dan bahagia,ini yang tak bisa dijelaskan kata-kata apalagi ilmu pengetahuan modern.Tetapi bersediakah kamu menerimaku,Sukab.Apa kamu siap menerimaku jika ternyata aku adalah seorang janda.Yang ditinggal oleh lelaki pengecut yang lebih mencintai keluarganya daripada diriku sendiri sebagai cintanya.Memang benar,keluarga dan kekasih seperti satu tubuh,dua-duanya harus diberi ruang untuk cinta dan kasih sayang.Tetapi bagiku,lelaki yang lebih memilih keluarganya saja,itu pengecut.” Ucap Nita dengan kejujurannya

Awalnya Sukab kaget tetapi perlahan-lahan ia menyelami nasibnya yang hampir mirip dengan Nita,ia juga ditinggal pergi oleh wanita yang selama ini diperjuangkannya mati-matian.

“Nasibmu sama sepertiku,aku juga mengalami kejadian serupa,oh Nita.Ditinggal wanita yang selama ini,aku perjuangkan mati-matian.aku rela berangkat pagi pulang malam memeras keringat banting tulang demi wanita itu,tetapi ditengah jalan ia menghianatiku dan menikah dengan lelaki lain.Maafkanaku,jika luka hatimu mendadak keluar lagi,maafkanaku jika aku mengingatkanmu dengan suamimu dahulu.Tetapi kamu harus tahu,bagiku kamu itu spesial,jangan bilang ini gombal atau apalah itu..yang jelas aku mencintaimu sejak pertama kali kamu menyadarkanku atas aura dan hawa istimewa senja di sore jam 5 yang kita bertemu disini.Aku berharap pertemuan ini berlanjut,sama seperti hari ini.Aku berharap kita bertemu kembali jam 5 sore disini.Dan janganlah bersedih lagi,mari kita kembali ke maha cinta,ayo kita sholat berjamaah.Aku siap menjadi imam kok,hehehe?” Ujar sukab dengan harapan mendamaikan hati Nita.

Merekapun melaksanakan kewajiban sholat maghrib,Sukab menjadi imam dan Nita sebagai makmumnya,serasa sepasang suami istri yang damai dengan keindahan dalam beribadah,ketaqwaan dalam menjalani hidup dan keberhajaan dalam memulai perjalanan panjang menapaki kehidupan.

Merekapun memutuskan bertemu kembali jam 5 sore di halte bis kota.dan disanalah dua sejoli ini akan memulai kisah cintanya,Jika cinta hanya memandang keindahan di luar diri manusia artinya harta benda kamu akan kecewa karena pada akhirnya cinta adalah aura indah yang muaranya ada di dalam jantung yang berdetak kencang,disitulah cinta sejati antar manusia harus diperjuangkan.Cinta juga memabukan persis seperti anggur merah dan untuk mengatasi hal itu,kamu harus menjadi seseorang pecinta.Jika tak kunyatakan keindahanmu dan kecantikanmu dalam kata maka kusimpan kasihmu dalam dada,Jika tak kumiliki ragamu dan hatimu dalam jiwa maka biarlah untaian do’a terus terucap dalam hati dan suara jiwa! Diamlah! Cinta adalah aura yang harus terus kita perjuangkan kembali,bukan???

Iklan