Lumbung Kehidupan

oleh : Aamir Darwis

Wahai kertas yang dicari dan dimaki

engkau putar manusia hingga mati

engkau lenakan jiwa yang berhati

sampai dunia tak bermentari

orang baik bisa hancur karenamu

orang alim bisa rusak karenamu

orang kaya bisa lupa karenamu

orang miskin bisa kafir karenamu

sejatinya kau pelepas gundah gulana

apapun terbeli dan apapun termakan

roda kehidupan bergerak mencarimu

langit harapan bertumpu jua darimu

tetapi apakah rakus bisa mengayakan ???

Sementara dedengkot kapitalis selalu menyerang

tetapi apakah kikir bisa mengayakan ???

Sementara tangan-tangan keserakahan terus bergoyang

lalu bagaimanakah aku harus memperlakukanmu?

rakus dan kikir selalu tak mau berbaur

 aku menjadi insan yang selalu kabur
kabur dari agama yang menyejukan

kabur dari keluarga yang mengeratkan

akupun kalah dengan kertas yang membutakan

Namun perlahan lumbung kehidupan mulai terang

jalan berliku tak selamanya menyulitkan

aku belajar dari kesalahan pertama

menuju kebenaran munajat cinta
yang kutahu harta tak ada tanpa kerja

tapi aku lebih percaya bahwa Allah itu maha kaya
yang kutahu tahta tak ada tanpa ilmu

tapi aku lebih percaya bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu

yg kutahu wanita tak ada tanpa cinta

tapi aku lebih percaya bahwa Allah itu maha cinta

kunci dunia yang bertumpu dari harta,tahta dan wanita

telah terbuka oleh Allah yg maha sempurna

lalu mengapa kau tidak berharap kepada Allah

sedang kekuatanmu takkan bisa membuka kunci itu..

Sedang langkahmu sangat kaku dan payah…

Iklan