Kegelisahan Jon Lemon

Oleh : Aamir Darwis

Jon Lemon adalah karyawan swasta yang mengeluh akan proses dan alur cerita hidupnya.Dia merasa proses perjalanan hidupnya hanya itu-itu saja.Hanya berputar di kegiatan makan,kerja dan istirahat.Sambil kadang-kadang diisi juga dengan liburan, bercinta,ataupun lesehan di kamar tidur sambil mainan gadget berjam-jam,Nonton TV juga jika bingung mau ngapain, begitulah cerita hidupnya.Monoton dan membosankan,keluh Jon Lemon.

Jon kadang-kadang melamun,ingin kembali ke masa lalu dimana Dia bisa bermain kapan saja tanpa harus sibuk mencari uang.Pikirannya jadi cengeng, tetapi mentalnya juga tidak bisa berontak.Dia sudah beristri,anak juga sudah 2,mau berhenti kerja, rasanya hanya lamunan kepalsuan saja.

Jon kurang menerka alur hidupnya,kurang bisa membaca sejarah hidupnya.Bahwa semakin tua harus semakin dewasa dan beban juga semakin berat. Barangkali hanya optimislah jalan yang harus Jon tempuh, bagaimana dia bisa memanfaatkan hidupnya lebih berkesan dan bernilai.Dan yang terpenting menjadi amal saleh.

 Jon tampaknya menjadikan agama hanya sebatas ritual dan kewajiban semata. Padahal agama lebih dari itu,agama adalah akhlak.Agama adalah satu-satunya jalan kita menuju Tuhan.Tetapi itu tampaknya hanya cerita usang,Jon kini merasa jauh dari agama.Dahulu tongkrongannya adalah masjid,mengisi hari demi hari untuk mengaji tetapi kini tongkrongannya adalah kafe-kafe mahal.Kadang-kadang main ke bar untuk minum.Jon lupa atau mungkin sengaja. Bahwa minum miras itu dilarang di dalam agama Islam.Pengaruh teman-teman kerjanya menjadi akar masalah nomer satu,Salah pergaulan.Mungkin bahasa yang tepat untuk Jon,ia kurang peka menilai lingkungan,kurang bisa membaca perilaku,mana yang pas mana yang tidak untuk dia lakukan.

Di perjalanan pulang dari kantor,Jon melihat bagaimana anak-anak kecil yang harusnya sekolah dan bermain malah harus dituntut kerja di jalanan,ada  yang mengamen ada juga yang meminta-minta.Apakah negara tidak melindungi mereka? Apakah tidak ada pasal yang setidaknya membuat orang-orang kecil seperti mereka dapat kembali bersekolah? Kemana Presiden dan DPR? Ah.. percuma saja mereka sibuk mengurusi partai dan golongannya sendiri, jangan berharap banyak dari mereka.Pikir Jon Lemon.

Jon memberhentikan mobilnya.Kini ia mampir ke warung sate Mang Asep.Warung sate yang unik dan gokil, Karena yang bisa menghafal surat Yasin dan lancar maka makan sate jadi bebas bayar alias gratis.Jon penasaran dengan hal itu,pengin ngobrol dengan Mang Asep.Tentang keluh kesah hidupnya,tentang perjalanan monoton hidupnya, tentang dia yang semakin jauh dari agama.

Disela-sela kesibukan mengurusi warung sate,Mang Asep mau memberi petuah atau nasihat pada Jon Lemon.Mereka ngobrol di belakang warung, sementara warung diurusi anak buah Mang Asep.Mang Asep terkenal baik dan dermawan di wilayah itu.

“Hampir semua orang merasa sama.Kadang merasa hidupnya monoton.Tetapi itu wajar, manusia kan bukan robot? Saya tidak akan menjawab apakah lebih baik resign atau tetap disitu terus.Bagi saya, dua-duanya baik.Resign baik, bertahan juga baik.Intinya setiap kerja niatkanlah untuk beribadah.Jangan mengira ibadah itu cuman sholat, puasa dan zikir.Kerja,main ke rumah teman, olahraga itu semua jadi ibadah.Jika niatnya benar,yakni untuk mencari keridhoan Allah”

“Jika masih saja bingung, banyak solusinya.Bisa sholat tahajjud, sholat hajat minta petunjuk sama Tuhan.Mana yang terbaik untuk kita.Bukan berarti saya memaksamu untuk sholat,Jon.Sholat hakekatnya bukan untuk Tuhan tetapi ya balik ke kita sendiri.Tuhan tidak butuh sholat kita ,tetapi kita yang butuh sholat.Tuhan mewajibkan sholat itu karena Tuhan sayang sama kita bukan karena Tuhan butuh.Harap mengerti ini,Jon”

Jon mencoba merenungi nasibnya lagi,ia ingin bertaubat.Ingin meninggalkan perilaku buruknya.Seketika itu,Dia menangis dan mengucapkan kalimat syahadat.

Mang Asep terharu, iapun berpesan,bahwa jika punya masalah itu jangan disimpan sendiri.Tetapi curhatlah kepada Tuhan.Dengan sholat tahajud.Curhat juga kepada teman-teman yang dirasa bisa memberi solusi.Berteman juga jangan pilih-pilih.Bertemanlah dengan siapa saja tetapi kita juga punya hak untuk memilih mana yang baik dan pas untuk kita lakukan tanpa harus meninggalkan pertemanan.

Mang Asep berpesan lagi bahwa orang sholat bisa saja sombong saat merasa jauh lebih baik daripada orang yang tidak sholat,Begitupun puasa,zakat,haji dan amal saleh lainnya. Merasa jauh lebih baik itu juga ujub apalagi malah bangga diri yang berlebihan.Kita harus menjaga dengan baik niatan kita dalam beramal yakni hanya untuk mencari keridhoan Allah.

Jon Lemon pamit pulang dan kembali semangat menjalani hidupnya.Lakukan kegiatan apapun dengan niatan ibadah, niscaya hati akan tentram.Monoton atau tidak monoton hanyalah problem kecil karena Tuhan sudah menganugerahkan kita hidup. Bisakah kita mengatur detak jantung kita? Tidak bisa,kan?? Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Apapun kegiatanmu,Syukuri dan niatkan untuk beribadah kepada Allah.Ujar Jon Lemon.Hidupnya kini cerah kembali,ceria kembali dan menghadapi dunia yang fana’ ini dengan sikap optimis terus menerus.

Iklan