Surat Untuk Nayla 

oleh : Aamir Darwis

Purwakarta,23 Februari 2017

Nayla,Sayang.Nayla,sahabatku.Maafkan aku yang tak pernah menghubungimu akhir-akhir ini.Bukan karena aku sibuk atau apa tetapi aku tidak ingin mengacaukan hati dan perasaanmu.Sudah lebih dari tujuh purnama aku meninggalkanmu. Tetapi masih saja senyuman manismu itu terngiang-ngiang difikiranku.Mata birumu yang jelita membuatku kagum setengah mati,ada debar-debar kencang di dalam dada ini,saat kamu dekat.Entah apa itu tetapi aku selalu ingin menjadi lebih baik di matamu.Ingin sempurna dimatamu,Ingin membahagiakanmu.

Perlahan-lahan ku buka pandanganku tentang dirimu.Aku merasa kita sangat cocok tetapi itu hanya perasaanku saja karena aku tahu kamu sudah dengan yang lain.Ada pria lain yang lebih baik bahkan aku tidak menyangka,kau merengek-rengek memelas merona cinta padanya.Gadis secantik dan sebaik dirimu rasanya tak pantas melakukan hal itu,Nayla.Tetapi… Sudahlah mungkin saking cintanya kamu padanya sehingga kamu melakukan hal yang konyol.Nangis di kerumunan masa, Teriak-teriak saat di pasar.Sungguh aku merasa itu bukan dirimu.

Aku hanya ingin bercerita tentang kita, sembilan tahun yang lalu.Saat kamu belum pergi meninggalkanku.Pergi bersama keluargamu ke Malaysia.Masih ingatkah,Nayla.Saat sekolah kita rebutan tempat duduk,Kita sama-sama tidak mau mengalah.Jujur aku rindu sifat ceriamu dan sifat yang tidak gampang menyerah itu.Sampai akhirnya,aku mengalah dan membiarkanmu duduk disana.Masih ingatkah,Nayla.Saat aku disuruh ibu guru untuk berpidato dalam acara rapat wali murid,kalau bukan karena dirimu aku takkan mau,Nayla.Aku ingin mengatakan padamu,pidato itu kupersembahkan untukmu.Dan yang paling kuingat hingga sekarang,Saat hujan deras turun kamu lupa tak membawa payung.Dengan tingkah sok pahlawan,aku meminjami payungku, berpura-pura tidak ingin pulang dulu.Padahal aku kehujanan dan seragamku basah semua.Tetapi saat itu aku tersenyum senang sambil senyum-senyum sendiri karena bisa berguna untukmu.

Jika ku ceritakan pengalamanku denganmu mungkin kertas surat ini tak akan muat untuk menampung kerinduanku padamu.Takkan mampu menjangkau betapa hati dan raga ini sangat-sangat ingin bertemu kembali denganmu.

Jujur,aku sangat menyesal tidak mengungkapkan perasaan cintaku saat itu.

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana,dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.aku ingin mencintaimu dengan sederhana,dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

Kamu pasti sering mendengar puisi itu,puisi yang mewakili jiwaku.Benar sekali,Nayla.Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.Tanpa hal-hal kejam yang harus aku tabung di dalam keluh kesahku.Tanpa aku harus berfikir ini itu tentang masalah strata sosial,ekonomi atau kondisi.Aku hanya ingin sederhana,mencintai dengan tulus bak embun pagi yang indah jatuh dari daun-daun.

Jika waktu bisa berputar kembali, pastilah ku pilih waktu yang ada cintamu,Nayla.Ada dirimu dengan lengkap.Ada senyuman manis dan mata biru jelitamu.Jangan khawatir,aku akan membuka perasaanku pada yang lain. Meskipun itu sulit.Setelah sembilan tahun hidup dalam bayang-bayang keberadaanmu, setelah aku menutup rapat-rapat hatiku pada yang lain.Aku akan mencobanya,Nayla.Semoga kamu bahagia dengan lelaki pilihanmu,Aku selalu mendo’akan yang terbaik dan terindah untukmu.

Wassalam

Dari Sahabatmu,

Sukab

Surat Balasan Dari Nayla ( Bagian 2 )

Iklan

9 thoughts on “Surat Untuk Nayla 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s