Ada Yang Lebih Besar Dari Kasus Ahok

oleh : Aamir Darwis

Kasus Penghinaan yang dilakukan oleh Ahok sudah menggegerkan,mungkin seluruh rakyat Indonesia.Hal ini membuat Ahok menjadi perbincangan dimana-dimana.Di Kantor,di warung,di kafe dan lain sebagainya,semuanya asyik membicarakan Ahok baik itu yang pro maupun yang kontra.

Menurut pendapat penulis,Ahok berani mengatakan hal yang berbau penghinaan dengan kalimatnya yang terkenal yakni ‘dibohongi’ itu karena Ahok merasa bahwa ayat tersebut menjadi batu sandungan bagi dirinya yang akan mencalonkan diri sebagai Gubernur di Ibukota.Jelas ini adalah kesalahan dari Ahok yang merasa terancam tidak dipilih sebab ayat tersebut.Padahal jika dipahami lebih dalam,itu merupakan hak Umat Islam untuk memilih pemimpinnya,jadi bisa dipastikan Ahok salah tafsir mengenai ayat tersebut.

Jika yang mengucapkan penghinaan itu adalah orang sipil biasa,saya kira tidak akan seheboh ini.Bahkan peristiwa 411 itu tidak akan terjadi.Tetapi karena yang mengucapkan adalah pemimpin maka bisa dipastikan akan mengundang kegaduhan dan kehebohan.Ini terbukti akhirnya sebagian Umat Islam tidak terima sehingga goal dari ucapan penghinaan itu adalah reaksi pembelaan-pembelaan.Pembelaanpun bermacam-macam :Ada yang melalui demo,Ada yang melalui Do’a,dan lain sebagainya.Tetapi aksi pembelaan itu juga harus dilihat alurnya,apakah itu murni pembelaan AlQur’an atau ungkapan kebencian semata? Ini perlu diteliti kembali.

Buntut  dari Aksi 411 adalah membludaknya sebagian Umat Islam untuk menyuarakan pendapatnya,tetapi sayangnya dari aksi itu ada yang ikut main artinya ada yang ikut nimbrung urun bagian.Untuk perpolitikan,jelas aksi ini sangat menguntungan bagi lawan politik Ahok karena Ahok sedang dijelek-jelekan bahkan ada yang sampai mengutuk bahkan membuat sayembara untuk membunuh Ahok.Dan saya kira,ini kurang pas dan elegan.Umat Islam adalah Umat yang santun dan penyayang dan sangat menyedihkan jika ungkapan kebencian itu keluar dari tokoh-tokoh sebagian Umat Islam.Dan jangan dikira,politikus yang ikut demo itu niatnya untuk membela AlQur’an,karena bisa jadi mereka sedang bermain politik disana.Sedang mengatur dan merencanakan strategi politiknya.

Jika dilihat dari jumlahnya,demo 411 merupakan demo terbesar kedua setelah demo menjatuhkan rezim Soeharto tempo dulu.Kita bisa belajar dari demo era tersebut,ketika itu semua pemimpin politik,keagamaan bahkan ormas-ormas saling bersatu padu menyuarakan pendapatnya untuk menjatuhkan rezim Soeharto.Dahulu,banyak yang menyangka Indonesia sedang melakukan reformasi ataupun revolusi karena seluruh masyarakat satu suara tetapi setelah rezim Soeharto jatuh dan terjadi kekosongan kepemimpinan,semuanya pecah kembali.Umat yang satu menjadi bermusuhan kembali,yang kawan menjadi lawan,yang tetangga menjadi musuh.Ini bukti bahwa suara yang besar itu tidak mengindikasikan bahwa itu satu suara murni karena nyatanya banyak kepentingan disana.

Masih ingat bagaimana Presiden Gusdur dilengserkan oleh rekan politiknya sendiri yakni Megawati dan Amin Rais,ini mengindikasikan bahwa suara besar waktu reformasi itu tidaklah satu suara melainkan banyak kepentingan yang masuk dan ikut nimbrung disana.Baik itu politik,ekonomi,suara-suara dan lain sebagainya.

Kembali ke persoalan aksi 411 yang mungkin menurut pendapat penulis bahwa aksi ini akan terus menerus terjadi sebelum Ahok dipenjarakan.Apapun putusannya,GNPF MUI ini sudah kadung panas dan hanya punya satu tujuan yakni penjarakan Ahok.Apakah ini wujud pembelaan AlQur’an atau wujud kebencian yang berlebihan? Ini belumlah bisa dipastikan karena merekapun menyatakan membela AlQur’an.Tetapi bisa dipastikan akan banyak kepentingan yang akan bermain jika mereka melakukan demo lagi.

Kepentingan lain yang paling ditakutkan pemerintah adalah makar tetapi sejauh ini sangat jelas bahwa mereka tidak akan makar karena sasaran mereka adalah Ahok bukan Indonesia ataupun Pemerintah Indonesia.Jika ada yang melakukan makar,itupun tidak perlu ditakutkan karena nyatanya dua kekuatan besar Islam yakni NU dan Muhammadiyah sudah menyepakati akan adanya Negara Indonesia.Kekuatan pergantian system dengan munculnya dugaan isu khalifah itu juga tidak perlu dianggap terlalu serius karena pihak pendemo terutama garda terdepannya yakni Habib Rizieq dari FPI itu masih menghendaki adanya Negara Indonesia.

Jika kita mau berfikir lebih jauh lagi,musuh sebenarnya bukanlah Ahok tetapi jauh lebih besar lagi yakni adanya perencanaan licik untuk menguasai total sumberdaya alam di Negara kita ini.Pencurian itupun bisa lewat tersirat yakni secara rahasia-rahasia ataupun tersurat melalui kepentingan-kepentingan politik.Melalui kedok investasi,perbaikan lahan dan lain sebagainya,bisa jadi itu pintu masuk pencurian-pencurian itu.Rakyat akan dijadikan kacung,jongos dan kuli di Negaranya sendiri sedangkan mereka yang merupakan pendatang menjadi bos dan penguasa.

Untuk melancarkan aksi itu tidaklah segampang membalikan telapak tangan,mereka melakukan manuver-manuver propaganda,adu domba dengan memanfaatkan isu sara,ras,suku,golongan untuk memecah belah rakyat Indonesia,sehingga saat seluruh rakyat Indonesia konsentrasinya sedang di isu-isu perpecahan ini, mereka dengan leluasa masuk untuk mencuri aset-aset sumberdaya alam kita.

Dan mungkin,jika saja demo 411 itu target utamanya adalah para koruptor artinya jika ada koruptor yang terbukti bersalah didemo besar-besaran seperti itu untuk dihukum semaksimal mungkin bahkan saya harap koruptor itu dihukum mati,dan proses hukum pelaku korupsi juga diawasi sehingga membuat koruptor tidak bisa menyuap sana sini menjadi lemah mentalnya,ini kan malah jadi bagus.Dan jangan salah ya,koruptor itu juga menghina kitab suci tetapi lewat tersirat.

Ahok terbukti meremehkan dan menghina ayat suci sebab ucapannya sedangkan koruptor meremehkan dan menghina ayat suci sebab perbuatannya itu tidak sesuai dengan sumpahnya di atas kitab suci.Bukankah ini juga penghinaan? Koruptor mengingkari janjinya,meremehkan sumpahnya,dan menghianati rakyat seluruh Indonesia.Jika kita bicara penghinaan kitab suci,maka selayaknyalah para koruptor didemo besar-besaran semacam itu.
#ulasankasus #migrasipostingan #telatpos

Iklan

15 thoughts on “Ada Yang Lebih Besar Dari Kasus Ahok

  1. Ngelawan bisa, menghentikan gak bisa.. korupsi juga bagian dari keseimbangan.Ada yang jujur pasti ada yang korup, sebagai manusia kita hanya bisa menolak tetapi menghilangkan mungkin tidak bisa..

    Disukai oleh 2 orang

  2. Iya. Banyak diantaranya meributkan masalah besar tapi lupa masalah kecil yang mengakar. Lupa sama masalah yang diprioritaskan untuk dipikirkan dan diperbaiki. 😃 nice article

    Disukai oleh 2 orang

  3. Dua-duanya masalah ttp mn yang diprioritaskan,mslh negara atau mslh agama.Yg mnrt saya pribadi,Islam sm sekali tak dirugikan.Dijelekan ataupun dihina,Islam ttplh sempurna dimata saya.Justru korupsi yang bikin masalah.Mengapa Indonesia gak maju”? Karena bnyk korupsi..

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s