Ambarmarah!

oleh : Aamir Darwis

Di pinggir jalanan lampu lalulintas, seorang anak kecil lusuh dengan tubuhnya yang hitam sebab terbakar teriknya matahari sedang mondar-mandir mengejar mobil.Ia membawa kemoceng yang digunakan untuk membersihkan kaca mobil.Itu adalah pekerjaan sehari-harinya.Namanya Indah.Nasibnya tak seindah namanya,disaat anak-anak kecil yang lain diasuh disayang disekolahkan,ia sudah menanggung beban yang berat.Membantu orang tua.Tetapi rasanya sangat tak pantas,ia masih sangat kecil.Jika kutebak, umurnya berkisar 4-5 tahunan.Sangat memprihatinkan melihat kondisi itu.Di umur itu,ia harus bersikap layaknya orang tua.Mainan dan tujuannya diarahkan hanya untuk mencari uang.Mustahil ia bersekolah.

Ambar yang melihat itu tergerak hatinya,ia mendatangi anak kecil itu dan memberikan uang.Senangnya bukan main diberi uang 10ribuan. Tetapi dalam hatinya ia tahu bahwa uang itu tak akan menjadi solusi bagi anak itu.Biarlah Tuhan yang katanya Maha Adil itu mengurusi indah.Pikir Ambar.Saya hanya bisa membantu lewat hal ini.

Dari pengalaman itu,Ambar marah.jiwanya memberontak.Untuk apa negara yang besar ini ada jika mengurusi anak jalanan saja tak sanggup.Untuk apa membangun gedung-gedung mewah jika yang menikmati hanya segelintir orang berduit saja.Untuk apa ada politikus-politikus jika yang diperdebatkan dan dirapatkan hanya masalah partainya sendiri.Menipu rakyat dengan mengatasnamakan rakyat padahal sebenarnya atas nama partai dan golongannya sendiri.Bangsat! Ambar marah-marah sendiri.Tidak tahu kemana ia bisa mencari harapan tentang problema itu.

Iapun pergi tanpa tahu tujuan mau kemana.Ia menaiki bis kota tanpa pikir panjang mau kemana tujuannya.Alangkah kagetnya dia! Agama dijual,agama dijual diamplop-amplop.Seorang dengan pakaian gamis dan memakai peci meminta-minta kepada para penumpang, dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran ia berani menjual agama.Dengan mengatasnamakan pembangunan masjid atau santunan yatim-piatu ia bagi amplop.Jika sesekali wajar,ini sudah berkali-kali.Bahkan sudah seperti ini semenjak 3 tahun yang lalu.Jika orang yang polos bisa saja tertipu tetapi Ambar sudah cek dan ricek.Pembangunan masjid yang harus sampai meminta-minta di jalan sebenarnya wujud pongahnya manusia membuat tempat ibadah.Pengin ibadahnya terlihat megah dan mewah maka melakukan hal semacam ini.Padahal sudah tahu dana atau kas masjid tidak mencukupi.Fokus mereka ke tempat bukan jama’ah.Maka bisa kita lihat,masjid mewah banyak yang kosong bahkan sedikit jama’ahnya.Apakah ini wujud ketidakberkahan dalam proses membuat masjid? 

Iapun memutuskan turun dari bis,di pinggir jalan lagi-lagi ia disuguhi pemandangan yang memuakan.Baliho dan spanduk calon pemimpin.Calon DPR,Bupati, Gubernur dan lain – lain. Dengan janji-janji manis yang mungkin bisa jadi pahit kelak.Pemimpin itu dicalonkan bukan mencalonkan! Ajang pemilihan pemimpin hanya ajang membuat calon maling duit rakyat! Mereka kan pakai modal saat mencalonkan masa pengin rugi pasti mereka ingin modalnya balik bila perlu sikat duit rakyat! Apalagi sama partai,bulshit! 

Sampai akhirnya Ambar menemukan pandangan baru.Keyakinan bahwa Tuhan Maha Adil harus diyakini sepenuh hati,Kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada orang-orang itu kelak.Tetapi Tuhan pasti mengabulkannya janji.Tuhan maha mengetahui dan Tuhan maha penyayang.Sebagai manusia kita tidak akan pernah bisa mendefinisikan makna adil dan penyayang versi Tuhan.Jadi kita hanya bisa berbaik sangka dan menunggu perjalanan ke akhirat.Perjalanan yang akan membuka rahasia di balik rahasia, tunggulah dan bersiap-siaplah.Dan berbekalah karena sebaik-baik bekal adalah taqwa.Mari berperilaku yang saleh baik sosial maupun spiritual.

Iklan

2 thoughts on “Ambarmarah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s