Memutus Mata Rantai Korupsi

oleh : Aamir Darwis

Pembrantasan Korupsi yang terus digembor-gemborkan Pemerintah bak angin yang berlalu saja,tidak sedikitpun membuat jera bahkan menghilangkan korupsi.Malahan Koruptor malah menjadi semacam selebritis yang kasusnya dipertontonkan mirip sandiwara-sandiwara.Dengan tersenyum dan mengelak korupsi bahkan menyewa beking yakni kuasa hukum untuk melindungi dirinya dari jeratan pidana korupsi.

Belum lagi praktek-praktek pungli skala besar yang menjurus jual beli jumlah hukuman.Hukuman seolah bisa dibeli,Penjara disulap menjadi hotel,spa dan tempat rapat untuk melanjutkan aksi korupsinya lagi.

Menghilangkan korupsi secara langsung jelas tidak akan bisa,karena koruptor sudah membikin simbiosis korupsinya.Seperti mata rantai korupsi.Ada pusat,ada penghubung dan ada yang tutup mulut.koruptor seakan sudah menguasai lembaga-lembaga seperti DPR,MPR,DPD dan lain sebagainya.Meskipun sifatnya bawah tanah yakni kepengurusan koruptor dilakukan diam-diam dan dirancang sistematis sehingga tidak bisa dilacak oleh penyidik korupsi.

Melemahkan koruptor dengan hukum yakni membuat aturan yang melemahkan koruptor seperti membuat hukum penjara seumur hidup untuk koruptor atau koruptor harus dibunuh,jelas tidak akan mudah bahkan bisa jadi tidak mungkin.Karena penegak dan koruptor juga bisa jadi disisipi koruptor itu sendiri sehingga membuat aturan semacam itu jelas tidak mungkin.

Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk menghilangkan koruptor adalah membuat generasi pemimpin yang takut akan Tuhan dan cinta Indonesia.biarlah generasi pemimpin saat ini korupsi tapi jangan sampai simbiosis dan mata rantai korupsi itu jalan terus.Kita harus mematahkan simbiosis itu.Caranya dengan membikin generasi pemimpin yang takut akan Tuhan dan cinta tanah air.Pemimpin yang alim,bijaksana dan adil.

Pesantren merupakan tempat yang tepat untuk membikin generasi pembeharu semacam itu.Pesantren juga harus siap menyiapkan santri-santrinya untuk bersaing di dalam pemilihan umum baik pililhan lurah,pilkada dan pilihan presiden.Santri merupakan sosok yang harus kita angkat dan pilih menjadi pemimpin.Karena kita sudah berkaca kepada generasi pemimpin saat ini,mereka bukanlahorang bodoh dan mereka kebanyakan lulusan universitas-universitas ternama dengan gelar mentereng,Professor dokter M.A tapi sayangnya mereka tidak punya hati nurani,cerdas pikirannya tapi imannya lemah.

Pangkatnya mentereng,lulusan universitas tapi maling,itu yang bisa kita lihat sekarang ini.Koruptor bukanlah orang bodoh,mereka orang cerdas yang tak punya iman.Dan apa yang bisa dibanggakan dengan universitas,jika hanya bisa membuat cerdas otak tetapi hatinya masih busuk.Bukanlah lebih baik hatinya bersih meskipun tidak pintar-pintar amat?

Dan Pesantren menjawab problem itu.Pesantren mendidik santrinya untuk menjadi cerdas otak dan hatinya juga bersih,maka penulis berharap akan banyak santri-santri yang akan memimpin negeri ini.Baik tingkat Desa,kecamatan,Kabupaten,Provinsi hingga Presiden.Indonesia butuh pemimpin yang punya hati yang bersih,bukan punya otak cerdas tapi hatinya busuk.Dan mirisnya yang melahirkan koruptor-koruptor kebanyakan lulusan sekolah yakni universitas-universitas.Ada apa dengan universitas?

Iklan

10 thoughts on “Memutus Mata Rantai Korupsi

  1. Santri yang disiapkan untuk jd pemimpin.. brilian. Tp yg jd masalah adalah citra islam itu sendiri, banyak yg d antara pelaku korupsi adalah umat muslim. Tau jonru kan? Ak pernah inbox fb dia.. “bang jangan cuma sibuk dgn postingan yg menjelaskan keburukan si a si b, gimana kalau posting tentang prestasi pemimpin muslim atau muslim yg berprestasi yg layak buat dijadikan pemimpin. Saya rasa skrg ini kita sdg krisis kepercayaan” itu pesan yg saya kirim dan dia mebalas dgn ucapan teimakasih atas idenya tp nyatanya nga ada dia expos tentang pemuda yg bisa d jadikan contoh atau pemuda yg bisa jd pemimpin yg baik. Nah kalau sudh begini sbnrnya perlu peninjauan ulang tentang pendidikan agama dri sd – sma. Bagaimana juga peran dari depag sgt penting dgn mendirikan tpa, atau tempat2 mengaji yg memang mempunyai standar.. jd mengaji bukan cuma belajar mengaji tapi ada juga penenalan tokoh islam, sejarah islam, budi pekerti, akhlak mulia dll.. sehingga nantinya ini menjadi benteng saat menghadapi godaan korupsi, atau kecurangan lainya. Ini si menurut saya hehe

    Disukai oleh 1 orang

  2. Memang akademis jg tdk bisa menjamin,justru santri” yg dikampung itu memang lbh ditekankan akhlaknya baru kemudian ilmunya.Mungkin ini juga akibat agama diKTPkan,melihat Islam hny lewat penganutnya mmng bisa jadi rancu,karena Islam jelas sempurna dan tafsiran ttg Islam oleh manusia mmng relatif.Maka Dr itu kita hrs kembali berkaca dan belajar lewat yg plng tau ttg Islam yakni Rosululloh.Jelas sekali bahwa beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak.Ini yg jrg terbaca penganut Islam era sekarang..

    Suka

  3. Pejabat, khususnya DPR sekarang memang sudah seperti sarang koruptor. Jika tidak dihilangkan sampai ke akar-akarnya dan diganti dengan orang-orang baru semua, sepertinya akan sulit mengharapkan perubahan.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Apalagi ditambah politik dinasti jelas ini semakin tambah berat utk menciptakan politik yg bersih.Satu”nya jalan mengganti politikus dg orang” yang berakhlak dan takut dg Tuhan.Tetapi masalahnya adlh kebanyakan orang baik takut masuk dunia politik

    Disukai oleh 1 orang

  5. Korupsi itu terus beregenerasi kalau dikembang biakkan oleh oknum-oknum yang nggak takut tuhan dan nggak cinta tanah air.
    Tulisannya keren ^_^
    makasih yah kak udah like postinganku di blog ^_^
    salam kenal sesama blogger!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s