Sirna Ing Paseduluran

oleh : Aamir Darwis

Persaudaraan sesama manusia seperti rumus cabang dalam matematika dimana pusat dan inti cabang itu adalah Nabi Adam As dan Ibu Hawa.Mereka melahirkan anak hingga bercabang-cabang sampai pada diri kita.Ini bagi yang percaya bahwa Nabi Adam As dan Ibu Hawa adalah nenek moyang bagi manusia tetapi jika ada yang menganut Teori Darwin dimana nenek moyang manusia adalah monyet maka cabang ini tidak bisa kita gali ilmunya.

Permasalahan yang terjadi adalah karena begitu banyak cabang keturunan yang kita lewati kita tidak menyadari bahwa secara hakekat kita semua adalah manusia yang berasal dari inti yang sama yakni Nabi Adam As dan Ibu Hawa.Apapun warna kulit,bangsa,suku,adat dan agama sekalipun jika ia mengaku manusia maka hakekatnya ia adalah saudara sesama manusia lainnya.

Sebagai orang jawa,sedikit sekali yang tahu urutan silsilah keturuan ke atas.Paling-paling kita hanya mengetahui sampai buyut.Itupun kita tidak tahu persis sejarah apa yang dialami buyut kita sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari itu.Sangat jarang yang bisa tahu sampai keturunan 18 misalnya dimana urutannya “anak-putu-buyut-canggah-wareg-udhekudhek-gantung siwur- cicip moning-petarangan bobrok-gropak senthe-gropak waton-cendheng-giyeng-cumpleng-ampleng-menyaman-menya menya-trah tumerah” dimana trah tumerah adalah keturunan 18 ke atas mulai dari bapak ibu kita.
Kita belajar mengetahui silsilah keturunan ke atas tujuannya tidak lain tidak bukan untuk menambah saudara.Kita boleh jadi bersaudara dengan si A misalnya tetapi karena kita tidak tahu silsilah keturunan kitapun tidak tahu bahwa si A adalah saudara kita.Semakin kita tahu urutan silsilah keturunan yang ke atas,jangan jauh-jauh cukup sampai canggah misalnya kita sudah punya banyak saudara karena cabang dari canggah juga sudah lumayan banyak.

Diamnya kita dalam mengetahui runtutan urutan silsilah keturunan akan membuat kita mempunyai sedikit sekali saudara.bayangkan saja jika kita hanya tahu silsilah keturunan berhenti di bapak dan ibu kita.kita tidak mengetahui silsilah yang ke atasnya.Orang yang sebenarnya saudara bisa jadi tidak jadi saudara karena kita tidak tahu menahu.Bertanya pada bapak ibu tentang silsilah keturunan ke atas adalah bijak karena bisa menambah saudara.setidaknya kita tahu bahwa si A adalah saudara kita.

Kita bisa belajar dari orang batak,keturunan ningrat ataupun habib misalnya.Mereka sangat menjaga dan belajar mempelajari silsilah keturunannya.Kita tidak akan bicara akan kebanggaan keturunan karena bukan itu tujuannya.tujuannya tidak lain tidak bukan adalah menumbuhkan rasa persaudaraan sesama manusia supaya kita menyayangi manusia.Seandainya nenek moyang kita membuat semacam biografi atau catatan sejarah akan sangat berguna untuk kita pelajari ke depan.Kita bisa tahu pekerjaan apa di masa lalu,tentang masalah cerita sejarah,tentang pola-pola apa yang dilakukan oleh orang-orang dimasa itu dan akhirnya kitapun bisa memetik hikmah dari peradaban masa lalu tersebut.

Orang yang memutus persaudaraan pertama kali adalah Qabil dimana ia membunuh saudaranya sendiri yakni Habil.Cerita ini begitu terkenal tetapi sayangnya kita hanya mengetahui tentang pembunuhan saja, kita tidak belajar bahwa habil adalah orang yang menjaga persaudaraan sesama manusia terbukti dengan ia melakukan persembahan yang terbaik kepada Tuhan.Sedangkan Qobil adalah yang memutus cabang persaudaraan sesama manusia dengan persembahan yang busuk kepada Tuhan.Yang terjadi sekarang adalah manusia sudah menjadi Qabil dimana kebencian,pembunuhan,saling sikut menyikut,berebut kekuasaan semua atas dasar ego dan ambisi yang penuh dengan nuansa terputusnya persaudaraan.sangat jarang manusia yang mau seperti Habil dimana ia akan berusaha menyayangi menjaga mencintai semua manusia apapun itu jenisnya baik budaya,suku,adat,kepercayaan,agama tidak akan menghalangi dirinya untuk mencintai semua manusia karena ikatan cabang persaudaraan yang terpusat di Nabi Adam dan Ibu Hawa itu sendiri.Semoga kita semua menjadi Habil yang memperjuangkan persaudaraan semua umat manusia.

Jika semua orang di dunia ini mengerti dan sadar akan puncak cabang persaudaraan sesama manusia niscaya tidak akan ada perang dunia dimana-mana,tidak akan membenci manusia,tidak akan memusuhi manusia.Perang terjadi karena hilangnya kesadaran bahwa hakekatnya semua manusia itu saudara.Dan musuh yang wajib diperangi bukanlah manusia tetapi Iblis setan dan sebangsanya.Ini yang harus kita tanamkan dalam pikiran kita terus menerus.

Pesta persaudaraan terbesar adalah halalbihalal sehabis Ramadhan.ini adalah peluang terbesar mengetahui siapa saudara kita.Berkunjung ke saudara kakek nenek,buyut dan canggah bisa jadi menambah banyak saudara.Tetapi sebagai kaum muda kita jarang mau berkunjung karena liburan adalah hal yang sangat diinginkan bagi kawula muda.Semoga momen halalbihalal dapat kita gunakan secara maksimal untuk berkunjung ke semua saudara kita.Karena kaum muda adalah tonggak pengganti dari ikatan cabang persaudaraan itu sendiri.

Jika kita sudah mengerti makna persaudaraan dimana puncak persaudaraan adalah Nabi Adam dan Ibu Hawa maka kita tidak akan lagi membenci orang lain memerangi orang lain karena kita tahu bahwa mereka juga saudara kita.Jika ada fikiran untuk membenci orang lain kita alihkan ke puncak persaudaraan yakni Nabi Adam dan Ibu Hawa supaya rasa benci itu perlahan-lahan pudar dan hilang.

Semoga akan lahir Habil-Habil baru yang siap berjuang menjaga cabang persaudaraan yang selama ini sudah dirusak oleh generasi Qabil.Anda siap menjadi Habil yang memperjuangkan persaudaraan semua umat manusia ?

Iklan

4 thoughts on “Sirna Ing Paseduluran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s