Berlayar Ke Produk Dalam Negeri

oleh : Aamir Darwis

Menurut Wikipedia,Kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana perdagangan,industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar.Dan inti dari kapitalis sebenarnya adalah uang atau keuntungan.Prosesnyapun mudah ditebak dimana seseorang atau perusahaan dengan barangnya atau jasanya berusaha mengambil uang kita.

Kitapun dikenalkan atau dipaksa mengenal produk-produk baru yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan atau malah kita menjadi butuh akan barang itu.
Misalnya saja produk kecantikan,jaman dahulu pra kapitalis orang-orang hanya menggunakan produk tradisional untuk kecantikan seperti buah bengkoang  yang berkhasiat memutihkan kulit tetapi dengan adanya era kapitalis orang-orang berlomba membuat produk kecantikan.Dengan penggabungan unsur atau bahan kimia yang dikombinasikan dengan bahan tradisional maka terciptalah produk-produk kecantikan yang bertebaran di pasar-pasar atau supermarket.Begitu juga produk lainnya semua bergerak atas dasar keuntungan atau uang.

Dan kapitalis yang paling diinginkan saat ini adalah minyak karena minyaklah sumber peradaban teknologi modern.Sehingga tidak heran bangsa barat hingga saat ini masih sibuk berperang di timur tengah yang kaya akan minyak.Tujuan mereka tidak lain adalah minyak itu sendiri.Dan teroris adalah topeng mereka untuk memanipulasi dunia bahwa yang keluar di pemberitaan dunia adalah perang terhadap teroris.Padahal mereka sedang berperang merebutkan minyak.

Kembali ke kapitalisme yang intinya adalah keuntungan atau uang.Kita sudah memasuki era ini dan kita tidak mungkin bisa keluar atau menghindar dari paham kapitalis.Kita tidak mungkin bisa hidup tanpa uang atau jika kita rubah ke era barter yakni tukar menukar barang itupun sudah mustahil.
Yang bisa kita lakukan sebagai manusia era kapitalis adalah bagaimana uang kita,kita keluarkan atau belanjakan hanya untuk saudara kita,masyarakat kita dan bangsa kita.Ketakutan kita sebagai bangsa bahwa aset kita dicuri asing harus ditopang dengan menumbuhkan kecintaan pada produk dalam negeri.Kita memang tidak bisa mengerem pencurian aset-aset kita,tetapi sebagai warga Negara Indonesia kita masih bisa berusaha setidaknya kita bisa memulai dari sekarang juga sebisa kita semampu kita untuk hanya membelanjakan uang kita pada produk dalam negeri.

Jika saja semua masyarakat Indonesia hanya membeli produk negerinya sendiri,pastilah kapitalis asing semacam Cina,Amerika dan Jepang misalnya,yang menanamkan produk kapitalisnya di negri kita,akan meninggalkan negeri kita karena produknya tidak laku.Tetapi kenyataannya sebaliknya,kita malah bangga dengan produk luar tetapi malah malu dengan produk sendiri.Kita sibuk berkoar-koar anti asing tetapi masih membeli produk asing.Semacam setali tiga uang.Pemerintah gagal mempromosikan produk dalam negeri dan kita seharusnya memulai dari diri kita,keluarga kita dan kemudian seluruh bangsa ini untuk MENCINTAI DAN MEMBELI PRODUK DALAM NEGERI semampu kita sebisa kita,Karena dengan pergerakan uang yang hanya bergerak di masyarakat kita,negeri kita akan bisa bertahan walau krisis apapun itu.

Pergerakan uang dan perdagangan paling banyak adalah di pasar.Tetapi lagi-lagi sangat miris bahwa pasar kita telah kalah dengan mol atau supermarket yang menawarkan tempat nyaman dan praktis.Tetapi jelas bahwa mol atau supermarket tidak ada unsur tawar menawar yang seyogyanya ada dalam suatu perdagangan.kita dipaksa membeli dengan harga pas tanpa penawaran.Slogan kembali ke pasar tradisional saya kira pas untuk menggerakan uang kita hanya pada masyarakat kita sendiri.Karena mayoritas mol dan supermarket adalah kepemilikan asing meskipun kita akan dihadapkan pada tempat yang becek dan tidak bersih.Ini PR besar bagi pemerintah yang seharusnya membangun pasar dengan nyaman dan bersih supaya masyarakat bisa belanja ke pasar lagi.

Dan kelak paham ini pasti akan runtuh karena hanya terpaku pada kepemilikan modal besar.tumbal dari kapitalis sendiri adalah kemiskinan yang makin banyak karena pelaku kapitalis yang hanya terpaku pada kepentingan ekonomi tanpa mau mensosialkan uangnya.hal ini yang dilakukan oleh pendukung Marxis seperti Che Guevara,Videl castro dan Karl Marx sang pencetus ideologi marxis dengan prinsip revolusioner yang akhirnya berubah menjadi komunis.Tetapi merekapun gagal karena mereka hanya menjadikan buruh saja sebagai penguasa dan mengucilkan para pemilik modal.Berbeda dengan prinsip islam yang menginginkan kesetaraan dan kemakmuran bagi seluruh lapisan masyarakat.Sehingga Islam akan selalu eksis karena islam melindungi dan memakmurkan seluruh lapisan masyarakat.Komunis kalah karena hanya terpaku pada satu lapisan sosial saja.

Pada akhirnya kitalah sebenarnya yang menentukan kearah mana bangsa ini akan berlayar.ke perahu dengan muatan produk dalam negeri atau ke perahu asing yang siap melahap habis uang kita.Perahu asing akan menjajah kita terus menerus jika kita mau berlayar di perahunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s