Jarkoni Jaharkoni

oleh : Aamir Darwis

Jarkoni adalah singkatan bahasa jawa yang berarti ngajar ora nglakoni (mengajar tetapi diri sendiri tidak melaksanakan).Ini adalah kata-kata yang paling sering diucap kepada orang yang menggilai teori tapi prakteknya nol.Menyuruh Sholat tetapi diri sendiri tidak sholat,menyuruh zakat diri sendiri juga tidak zakat.

“Hai orang-orang yang beriman,mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan” Q.S Shoff 2-3.

Jika fokus kita hanya pada kata mengerjakan kemudian mengingkarinya maka akhirnya kita akan menyalahkan seseorang yang kita sendiripun tidak tahu apa dia melaksanakan atau tidak.

Dan karena cap jarkoni maka semakin takut orang yang akan mau mengajar karena takut dirinya tidak mengerjakan.Hal yang paling ditakutkan adalah misalnya kita adalah orang yang suka mabuk dan sedang berusaha berhenti dari mabuk.Kemudian mendapati teman kita sedang mabuk,kita lantas bingung antara menegur dan membiarkan.Menegur takut dibilang jarkoni,membiarkan jelas salah karena itu kemaksiatan.
Padahal tidak semua cap jarkoni yang berkembang di masyarakat itu salah.Makna mengajar begitu luas dimensinya dan apalagi mengajar tentang pola perilaku yang pasti akan terus menerus dikerjakan.Yang kitapun sadar bahwa manusia adalah kaum yang kadang-kadang ingat kadang-kadang lupa.Sehingga cap tidak melakukanpun harusnya diganti sedang diusahakan untuk dilakukan.

Sehingga maknanya bukan Jarkoni lagi tetapi Jaharkoni yakni ngajar karo berusaha nglakoni.Ini yang penulis mengira tepat dalam menilai seseorang apakah dia Cuma ngomong tetapi tidak mengerjakan atau ngomong tetapi lagi sedang diusahakan dikerjakan.Jelas 2 hal ini berbeda,yang satu jelas berusaha menuju dan yang satu sudah dipastikan tidak menuju.

Karena konsep inilah maka semestinya kita berusaha menegur atau mengajarkan supaya orang tadi yang mabuk supaya berhenti dan dia sendiri nyatanya juga sedang berusaha untuk berhenti.Tetapi yang dilihat di masyarakat adalah bungkusnya yakni cap pemabuk itu sehingga masyarakat kurang teliti bahwa sebenarnya ia juga berusaha,maka munculah jarkoni.Dan menurut hemat penulis jarkoni bisa jadi fitnah bagi orang yang suka menganggap orang lain jarkoni karena kita tidak tahu persis orang itu sedang berusaha juga atau lagi diusahakan.

Karena mengajar atau menyuruh menciptakan tujuan yang sama dan pola yang sama.Misalnya menyuruh sholat maka si pengajar dan yang diajar memiliki kedudukan yang sama dalam proses prakteknya yakni sholat.Sehingga antara pengajar dan yang diajar wajib berusaha untuk melaksanakan.Dan jika pengajar lalai padahal sudah berusaha maka ia gugur dalam istilah jarkoni ini.Karena ia sudah berusaha.Lain cerita jika Si Pengajar dengan terang-terangan tidak melakukan sholat bahkan meremehkan sholat dan tidak mau berusaha melaksanakan sholat maka inilah kriteria yang tepat untuk Cap Jarkoni yakni orang yang menyuruh orang lain tetapi perbuatannya berbanding terbalik dengan dirinya tanpa mau berusaha dahulu.
Jadi Cap Jaharkoni harus diterapkan bagi penggila teori seperti halnya penulis ini.Penulis juga masih berusaha sebisa mungkin untuk melaksanakan sebisanya semampunya semaksimalnya.
Dan untuk jarkoni yang erat kaitannya dengan perbuatan seseorang yang berbanding terbalik dengan apa yang dikatakan maka jika itu kemaksiatan, wajib kita tegur dan lawan.Dimensi perlawanan dari niat,perkataan kemudian perbuatan atau action.itu artinya jika ada kemungkaran kita wajib hukumnya melawan tergantung dimensi perlawannya.Semampu kita.

Untuk yang mengajar sedang dirinya belum melaksanakan maka tidak jadi soal jika kita masih mau meningkatkan tahap-tahap usaha kita. kita harus berusaha melaksanakan.Tetapi jika kita langsung memilih tidak mengerjakan tanpa mau berusaha apa-apa yang kita katakan maka inilah yang namanya jarkoni.Dan Jaharkoni jelas berbeda dengan Jarkoni.

Mari mengajar dengan berusaha maksimal nglakoni.Mari Jaharkoni…

Iklan

2 thoughts on “Jarkoni Jaharkoni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s