Marah Menyala Merah

oleh :  Aamir Darwis

Marah adalah tabiat manusia yang tercela dan hendaknya kita berusaha menahan marah meskipun hal itu sangat sulit dilakukan tetapi pasti ada batas-batas tertentu yang kita bisa untuk menahannya.Batasan ini yang kita cari dan kita pelajari.

“orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit,dan ORANG-ORANG YANG MENAHAN AMARAHNYA serta mereka yang memaafkan kesalahan orang lain.Allah menyukai orang yang berbuat kebaikan” Q.S Ali Imron 134
Tuhan memerintahkan kita untuk bisa menahan marah.

Ulasan berikut ini mungkin hanya pendapat yang pasti bisa salah tentunya karena penulis sendiri juga masih belajar menahan marah karena memang nyatanya itu sangat berat bin sulit.

Masalah marah kita bisa mengambil dari proses menyala lampu lalu lintas.Dimana dalam proses itu ada Merah untuk berhenti,Hijau untuk melangkah atau jalan dan Kuning untuk hati-hati.Kita ibaratkan bahwa kendaraan itu adalah marah alias amarah sedang lampu-lampu adalah pilihan langkah-langkah apa yang akan kita lakukan sebelum terjadi proses marah.Jika marah/amarah sedang lewat di hadapan kita dan kita memilih lampu hijau yakni meluapkan amarah kita dengan caci maki mengumpat maka jalanan atau keadaan itu akan kacau karena harusnya kita berhenti.Bisa terjadi kecelakaan jika kita harusnya memilih merah malah jalan saja memilih hijau.Akan terjadi kekacauan lalu lintas disitu.Kecelakaan dalam hal marah bisa terjadi perkelahian dan saling umpat mengumpat.Pilihan yang tepat ketika kendaraan marah lewat adalah memilih lampu merah alias menahan laju kendaraan kita.Jika kita bisa merasakan dan memikirkan saat terjadi kemarahan pada diri kita bahwa kita harus memilih lampu merah dalam diri kita.Artinya kita harus menahan marah karena kita tahu jika kita luapkan akan terjadi hal-hal yang pasti tidak baik.Bisa umpat-umpatan dan jotos-jotosan gara-gara kita tidak memilih lampu merah dalam diri kita.

Berbeda kejadian jika posisi kita sedang dimarahi seseorang atau diumpat orang lain dengan kata-kata kasar.Kita pasti akan mencari pembenaran perilaku kita apapun itu walau sebenarnya perilaku kita salah.Misalnya Seorang guru memarahi muridnya dengan kata-kata kasar karena muridnya tidak mengerjakan PR.Sang murid yang tidak terima melakukan pembenaran perilakunya,mengatakan gurunya galaklah,gurunya tidak sopanlah atau semacam itu.Kita tidak sadar bahwa proses marah dalam kejadian itu adalah wajar.bukankah wajar jika guru marah jika muridnya tidak mengerjakan PR.Jelas sekali disini bahwa kesalahan sebelum proses marah itu terjadi adalah sang murid tidak mengerjakan PR.Jika sang murid mau merenung dan memikirkan dengan pikiran jernih ia tidak akan balas dendam alias balas mencaci gurunya mengumpat balik gurunya karena ia sadar bahwa ia sendiri yang salah.Lebih baik ia memperbaiki kesalahan sendiri dengan rajin mengerjakan PR.Ini bermanfaat dan bagus bukan? Daripada kita balas mengumpat seseorang.Walaupun kita punya hak untuk mengumpat seseorang tetapi memilih memperbaiki diri adalah terpuji bahkan sangat terpuji.

Lain cerita jika kita dalam posisi benar tetapi disalahkan ya kita harus respon dengan mengungkapkan kejadian yang sebenarnya kita tidak perlu takut jika posisi benar.Karena kebenaran harus diungkapkan dengan kebenaran.tetapi harus berpedoman pada etika atau sopan santun dimana kita harus menjaga persaudaraan dengan orang yang memarahi kita.Meskipun kita punya hak untuk membalas tetapi jangan dengan membalas yang kasar.Berbicaralah yang baik,santun dan jujur mungkin kunci yang tepat saat menghadapi hal semacam ini.Khususnya saat kita dimarahi orang padahal kita benar.

Semoga kita bisa menahan amarah kita,kita jalin silaturahmi sesama manusia,Saat marah, nyalakan lampu merah dalam hidupmu tahan sejenak amarah itu kita tunggu lampu kuning menyala yaitu lampu dimana kemarahan itu mulai pudar dan hilang perlahan-lahan kita jalan hati-hati.Dan jalan hati-hati itu adalah berbicara yang baik,jujur dan benar.

Iklan

One thought on “Marah Menyala Merah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s