Mencuri Sholat

Oleh : Aamir Darwis

Dari judulnya terdengar nyleneh,sholat kok dicuri.Dicuri oleh siapa? Dicuri apanya? Apa yang bisa dicuri dari sholat? Pertanyaan-pertanyaan tadi akan dijawab dengan persoalan yang baru-baru ini dialami penulis.Tentang bagaimana manusia harus bisa memilih dan memilah jalan perannya yakni menjadi Abdullah (hamba Allah) dan Khalifatulloh (Makhluk yang diberi wewenang untuk memakmurkan dan berperilaku makmur dan adil pada sesama dan lingkungannya).

Penulis merupakan karyawan salah satu perusahaan di Indonesia.Sebagai karyawan ,otomatis saya juga harus berkewajiban dan bekerja secara jujur dan amanat.Meskipun dalam praktiknya susah bukan main,ini beratnya jadi pekerja alias karyawan.Jika pengusaha hanya melindungi dirinya dari ketidakjujuran usahanya tetapi jika karyawan mendapat tantangan baru yakni bagaimana tidak korupsi waktu dengan batas kerja yang telah ditentukan perusahaan.

Kondisi semacam ini menuntun saya untuk jujur dan amanat dengan waktu yang telah diberikan perusahaan.Dan masalah muncul ketika melakukan sholat pada saat jam kerja, pada saat masih diberi amanat oleh perusahaan untuk bekerja,Jika melakukan sholat saat seperti ini ,seperti melakukan kewajiban kepada Tuhan dengan cara berkhianat waktu kepada perusahaan,bukan? Menurut pandangan penulis,ini jelas tidak baik.Bahkan harusnya malulah melakukan sholat tetapi mencuri-curi waktu kerja.Kecuali,jika perusahaan tidak memberi jatah waktu untuk sholat atau perusahaan tidak memberi jatah istirahat yang cukup untuk isoma (istirahat,sholat,makan).Jika perusahaan tidak memberi jatah waktu untuk kita melakukan sholat ya sebagai pekerja atau karyawan wajiblah kita complain.Usul supaya diberi jatah waktu untuk sholat.

Penulis disuruh sholat pada waktu untuk bekerja padahal perusahaan kami sudah memberi jatah waktu untuk sholat.Maka klaim kecuali di atas menjadi musnah sehingga dengan nada sedikit cengeng penulis berucap bahwa malulah mencuri sholat saat bekerja.Jawaban justru sangat rancu dan terkesan bahwa teman saya merupakan seorang Abdullah( hamba Allah) yang setidaknya belum bisa memahami bahwa peran manusia harus singkron antara Abdullah dan khalifatullah.Lebih penting mana kewajiban sholat dengan kewajiban kerja?

Pertanyaan ini jelas sekali mengindikasikan bahwa teman saya yang baik itu ingin menuntun saya menjadi pribadi yang Abdullah (hamba Allah),pribadi yang mementingkan kewajiban indifidual diatas kepentingan sosial.Saya sangat bersyukur atas keperduliannya kepada saya untuk mengingatkan waktu sholat dan pentingnya melakukan sholat.Namun jelas saya menolak,bukan karena lebih penting mana antara sholat dan kerja,jelas kedua-duanya penting tetapi saya juga dituntut oleh Tuhan berperan sebagai khalifatullah menjadi makhluk yang memakmurkan,adil,amanat pada sesama manusia dan lingkungan.Maka saya memilih menunda sholat dahulu toh nanti ada waktu untuk sholat karena Alhamdulillah perusahaan juga sudah memberi jatah waktu untuk hal itu.Saya melakukan ini karena saya masih punya kewajiban meng-khalifahi perusahaan saya masih memiliki tanggung jawab pekerjaan yang jika saya tinggalkan jelas saya berkhianat dan tidak jujur.Dengan demikian saya telah menjaga peran saya sebagai khalifatulloh dan Abdullah,meskipun dalam perjalanan karir saya,menjadi karyawan memang tidak mudah bahkan berat karena harus jujur disetiap aktifitas pekerjaannya,dan saya pun mengaku bahwa hal itu memang tidak mudah bahkan terkesan sulit.mencoba berperilaku jujur pada akhirnya pasti akan kecele melakukan korupsi waktu atau loyo dalam pekerjaan.Saya mengakui itu dan ini memang sebuah ironi bagi saya sendiri.

Mungkin karena hal semacam itu,Tuhan menyuruh kita untuk zakat mal.Supaya noda-noda jahat yang kita kerjakan pada saat bekerja setidaknya dan semoga bisa dibersihkan lantaran zakat mal tadi.Ini sangat penting dan berkategori wajib,seseorang yang sudah bekerja dengan penghasilan haruslah mengeluarkan sebagian hartanya untuk zakat ataupun sedekah.Dan ini sebaiknya rutin karena gaji atau penghasilan yang diterima saat kita menerima slip gaji pasti ada yang tercemari getah-getah entah korupsi waktu saat bekerja,molor saat bekerja,tidak serius saat bekerja dan kegiatan buruk lainnya saat bekerja.Semoga dengan zakat dan sedekah tadi bisa membersihkan rezeki kita,menjaga rezeki kita sehingga tetap dalam kondisi berkah,barokah dan rezeki kita bernilai baik dimata Allah.

Iklan

6 thoughts on “Mencuri Sholat

  1. Terkadang kita sebagai manusia menjadi selemah lemahnya iman. Kebanyakan dr kita lebih mementingkan pekerjaan drpd sholat dan menunda nunda sholat demi pekerjaan. Padahal di alquran sudah dijelaskan dlm surat al-ma’un ayat 4-5. ” maka kecelakaanlah bg orang2 yg sholat (yaitu) orang2 yg lalai dr sholatnya. 🙂 . Dan aku juga pernah baca tulisan ditumblr tentang kelalaian dlm sholat. Kurang lebihnya seperti ini tulisannya 🙂 http://alfuuuuuu.tumblr.com/post/157382788734/lalai

    Disukai oleh 1 orang

  2. Sebagian perusahaan memang kadang masih berlaku rasial macam gini, terutama firma multinasional, ya, ke depan semoga tidak ada lagi hal semacam ini, dengan saling menghargai keyakinan masing-masing. 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s