Pemimpin Yang Bagaimana Yang Akan Kita Pilih

oleh : Aamir Darwis

Di Indonesia umumnya,terkhusus di Jakarta memilih pemimpin menjadi wacana yang masih menjadi perdebatan.Dan kita sebagai umat islam dipilih untuk memilih pilihan yang membingungkan.Bagaimana tidak,kita harus memilih pemimpin kafir tapi adil (versi medsos) apa pemimpin muslim tapi dzolim ? Ini kan seperti memilih daging babi yang sehat apa daging sapi yang sakit-sakitan ? Jadi ndak milih to.. harusnya kan pemimpin muslim yang adil.Apakah ada? Pasti ada tetapi ia mungkin sedang bersembunyi dan ironisnya calon pemimpin muslim yang keluar dipermukaan dalam artian yang mencalonkan diri adalah pemimpin muslim yang dagelan,kurang cakap keislamannya dan kurang kuat pengaruhnya dalam islam di wilayah itu.Ini sungguh membuat saya geleng-geleng kepala,bisa-bisanya partai politik menyodorkan calon seperti itu? Apakah sudah ada penyusup semacam pemilik modal yang sudah merongrong dari dalam partai itu sehingga yang terjadi di lapangan kita disodorkan pemimpin islam yang kurang cakap bahkan terkesan meremehkan diri kita sendiri sebagai umat islam? Kita harus tanggap akan hal ini jangan sampai kita termakan media sosial yang terkesan mendewakan pemimpin kafir dan mendagelankan pemimpin muslim.

Harus kita sadari dan masukan ke dalam pikiran kita dalam-dalam bahwa pemimpin yang benar bukan hanya ia harus islam tetapi ia harus punya jiwa adil ,punya rasa kasih dan sayang pada rakyat sehingga yang ia fikirkan adalah rakyat.Tetapi lihatlah pemimpin kita hari ini ? Yang sudah menjadi dewa di media sosial dengan kerangka keahliannya merumus kepalsuan disana sini. Apa yang mereka fikirkan adalah golongannya sendiri,keluarganya sendiri,kepentingan partainya sendiri.Dan jika seperti ini apa yang bisa kita harapkan.Kita menikmati fatamorgana makmur di media sosial tetapi melarat bahkan miskin di dunia nyata.

Ini mungkin sebuah hukuman dari Allah untuk Indonesia karena kita sebagai umat islam masih bertarung saling menyalahkan satu sama lain.Organisasi-organisasi islam saling menonjolkan keunggulannya tanpa mau berkumpul berdiskusi menghilangkan ego untuk merumuskan pemimpin islam.Andaikan semua itu mau duduk berembug dan memilih maka pastilah kita akan mendapat pemimpin idaman.Atau setidaknya kita akan diberi alternatif untuk memilih calon-calon pemimpin islam yang mumpuni.Tetapi yang terjadi di lapangan adalah sebaliknya.Saling menonjolkan diri dan merasa paling benar masih menjadi topik perbincangan sesama muslim.

Kita harus melihat ke dalam lagi bagaimana pemimpin bayangan (asing,pemilik modal besar) telah melemahkan pemimpin yang nyata.kita terlalu fokus pada yang terlihat sampai bahaya yang mengancampun kita tak mempermasalahkannya.

Semenjak pemilihan presiden terakhir, kita sudah dipaksa masuk lubang dua kubu.Pak Joko dan Pak Bowo.Kita menjadi saling hujat saling debat hanya karena ini.Yang padahal kita sendiri tidak sadar bahwa Pemimpin bayangan sudah menguasai keduanya.Kita kehilangan pencarian pemimpin yang mumpuni.

pemimpin yang benar-benar menjadikan kemakmuran rakyat sebagai laku hidupnya bahkan ia rela kelaparan asalkan jangan sampai rakyatnya ada yang kelaparan.Pemimpin yang unggul dalam ilmu agamanya,tinggi akhlakul karimahnya dan kuat persahabatannya dengan rakyatnya.
Dan selama kita berada dalam edaran politik dan kerakusan ,kita mungkin tidak menemukan pemimpin yang seperti itu.Dan jika mungkin ada, ia akan habis dan kalah karena kerakusan sudah sangat mengerikan di bumi pertiwi ini.Dan pemalsuan kebohongan dunia maya bahkan lebih mengerikan lagi.
Selama pemimpin itu menginginkan jabatan,kekuasaan dan harta maka selama itu kita akan berputar dalam lingkaran pemimpin bayangan.
Dan ingatlah ,cerita Rosululloh saat beliau disuap oleh pemimpin bayangan kaum Quraisy bahwa beliau akan diberi jabatan tinggi,harta yang melimpah dan wanita paling cantik di negeri arab jika beliau mau menghentikan dakwah.Apa jawaban beliau ? Jika matahari dan bulan diletakkan ditanganku,aku tidak akan mau bahkan tidak sudi dengan hal seperti itu.Sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa para pemimpin bayangan saat itu.Bahwa yang dicari oleh pemimpin kita yakni Rosululloh bukanlah dunia melainkan adalah umat yang unggul yang akan mewarisi mahkota suci islam yang luar biasa.Sehingga saat beliau wafatpun umat islam sudah diberi pilihan alternatif pemimpin yang mumpuni.Abu Bakar,Utsman,Umar,Ali,Abdurrahman bin Auf dsb.Merupakan pemimpin yang unggul dan mumpuni.

Bahwa jika setiap muslim mau memperbaiki dirinya terus menerus,mau meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya,maka mulai saat itu pulalah seperti mencetak pemimpin yang unggul.tetapi jika kita masih saling hujat-hujatan,saling menyakiti,tidak mau memperbaiki baik kualitas iman dan taqwa,tidak mau berembug bersama merumuskan pemimpin maka yang keluar dan menjadi alternatif adalah pemimpin yang dagelan.Pemimpin yang lahir karena keegoan dan tidak mau bersatu sesama umat islam.pemimpin dagelan adalah hukuman untuk umat islam terkhusus di Indonesia umumnya di Dunia ini.

Dan kita jangan sampai terjebak dengan istilah MAYORITAS.Sehingga kita disuruh menghormati minoritas.kita terjebak di dalam istilah ini saja.Kita memang harus menghormati minoritas.tetapi permasalahannya bukanlah itu.Sebagai Orang yang mayoritas kita tidak benar-benar menjadi mayoritas karena nyatanya yang minoritas yang ahli menciptakan pemimpin bayangan adalah mayoritas di kekuasaan: di politik,keuangan,wilayah kekuasaan,dan lapangan pekerjaan. mereka yang memegang kendali.mereka memang minoritas tetapi mayoritas di kekuasaan.Sedang kita terus terbuai kata-kata mayoritas yang seperti pemenang padahal kita hakekatnya minoritas di kekuasaan.Di dalam politik,keuangan,wilayah kekuasaan dan lapangan pekerjaan kita sangat-sangat minoritas.Lalu apa yang bisa kita banggakan dengan mayoritas seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s