Peradaban Komenesia

oleh : Aamir Darwis

Sejak munculnya Internet,Kita dipaksa melihat,menonton dan mendengarkan berbagai hal-hal.Baik itu politik,ekonomi,selebritis,lawakan,berita olahraga dan lain sebagainya.Hal ini akan memicu hubungan balik yakni komen atau tanggapan atas berita yang kita lihat dan baca di internet.

Semua orang bisa saja komen dan menanggapi hal-hal tersebut,tetapi karena tidak ada batasan maka komen dan tanggapan itu akan mewujudkan semacam hate speech bahkan menjurus ke penghinaan.Jika di dunia nyata,orang bisa saja komen atau menggosipkan berita-berita yang terjadi tetapi masih ada batasan yakni orang bisa komen tetapi masih menghargai orang lain masih ada hukum anggah ungguh bahasa.Ada bahasa untuk sesama teman,untuk orangtua dan orang yang dihormati.Bahasa-bahasa yang dikandung disana memiliki jenisnya masing-masing sehingga akan mengeluarkan batasan.kita tidak mungkin bicara kepada orangtua sama dengan pembicaraan sesama teman tetapi pasti ada perbedaan konteks bahasa disana.

Dan hal ini yang tidak ada di internet.Orang bebas komen dan menanggapi berita-berita yang dibacanya,dari komen positif sampai komen negatif,kata-kata kotor,umpatan-umpatan dan penghinaan untuk berita tersebut.Ini kan masalah.Mengapa internet menjadi lahan dosa kita? Bukankah menghina atau memfitnah itu dosa? Jangan sampai gara-gara internet,kita berdosa karena masalah sepele yakni cuman komen dan gosip.

Untuk itu kita harus bisa bersikap bijak,utamakan tujuan dulu saat berkomen atau gosip.Tanyakan pada diri,apakah komen atau tanggapan kita di internet, bisa menyelesaikan masalah di berita itu atau setidaknya memberi pencerahan hal-hal yang positif? Apa kita cuman mengisi internet dengan kata-kata kotor dan umpatan?

Setelah kita mengerti dan tahu bahwa tidak semua berita kita ikut nimbrung atau komen.Kita juga harus bersikap positif dalam kata-kata atau komen di internet supaya tidak menimbulkan semacam hate speech atau penghinaan yang ujung-ujungnya permusuhan dan fitnah belaka.Jika kita tidak suka dengan suatu berita,tidak usahlah menjelekan karena toh berita itu juga sama,lebih baik tanggapilah dengan positif.Bagus lagi jika kita bisa komen dengan mengaitkan berita-berita internet dengan Allah,sehingga kita bisa berkomen sambil berdakwah.Dakwah tidak hanya menyuruh berbuat baik tetapi kita bisa berbuat baik maka itu juga dakwah untuk diri sendiri.

Kita bisa melihat di facebook,status yang menyuruh like sambil menyuruh komen “amiin” dengan menyerang perasaan kita apalagi status sara’.Misalnya like dan komen semoga masuk surga,Do’akan nenek yang sakit ini dan katakan amiin semoga yang baca masuk surga dan lain sebagainya.Padahal status tersebut hanya ingin like dan komen kita saja karena ada bisnis dimana semakin banyak like dan komen maka semakin banyak penghasilan.Kita jangan tertipu lagi hal semacam ini,jangan mudah dibodohi lagi.Apakah jika kita mendo’akan harus lewat status komen? Apakah harus like biar masuk surga? Apakah surga harus lewat dunia maya dahulu? Jangan mudah dibodohi lagi,tunjukan bahwa kita netizen yang bijak dan cerdas,Jangan mudah dibodohi status yang menyerang perasaan kita sehingga kita harus iba pada status itu.

Itu baru di facebook,Bagaimana di media sosial yang lainnya? komenan dan tanggapan sudah demikian parah.Tidak ada batasan,semua bebas komen sehingga harus dibuat sendiri batasan itu.Yakni jika kita mau komen atau menanggapi berita,tanyakan pada diri,apakah komen kita menyelesaikan masalah itu,atau malah hanya kata-kata sampah yang cuman menjelekan berita tersebut.Peradaban komenesia peradaban bebas komen dan kita harus bersikap bijak dan ksatria,jangan mengumbar hate speech,fitnah atau kata-kata kotor.Hiasilah komenmu dengan kata-kata yang bijak,kata-kata yang menyelesaikan masalah,kata-kata yang positif dan kata-kata yang penuh dengan dakwah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s