Syariat Akan Tegak Jika Pondasi Keimanan Dan Ketauhidan Kuat

oleh : Aamir Darwis

Sebuah bangunan betapapun besarnya jika pondasinya tidak kokoh maka kemungkinan terbesar adalah robohnya bangunan itu sendiri.Sehingga tidak heran dan wajar saja, jika setiap tukang bangunan akan mengatur dengan presisi dan kuat yang namanya pondasi.

Sedemikian besar peran “pondasi” maka itu juga berlaku untuk setiap muslim.Jika syariat (hukum dari Tuhan) itu kita ibaratkan bangunan yang megah maka pondasi dari hal itu adalah Ketauhidan dan Keimanan.Maksud tauhid dan keimanan disini adalah seberapa dalam tauhid dan keimanan mengakar di dalam lubuk hati setiap muslim sehingga akan mengantarkan dirinya dan melindungi dari goyah-goyah atau ancaman meninggalkan syariat atau hukum Allah.

Mendakwahkan syariat secara terus menerus memanglah bagus dan benar tetapi jika yang lebih penting yakni tauhid dan iman tidak didakwahkan maka bisa dipastikan orang yang mengerjakan syariat tidak akan bertahan lama.Ia akan mudah goyah sehingga meninggalkan syariat.

Kita sebagai manusia harus yakin bahwa semua manusia yang lahir ke dunia ini,pada dasarnya dia dulunya bertauhid dan beriman.Ia mengakui bahwa Allah adalah Tuhannya dan akan mematuhiNya.Hal itu tercantum di Alqur’an bahwa Allah mengambil janji dan mempersaksikan  manusia bahwa Allah tuhanNya.Ini adalah tahuid dan keimanan.

Tetapi dunia adalah tempat cobaan,setan diberi wewenang untuk membelokan janji ituYang dulunya manusia mengakui bahwa Allah adalah tuhanNya,sekarang manusia akan menghadapi tuhan-tuhan yang lain.Tuhan yang palsu yakni dunia dan seisinya.Manusia digiring untuk mencintai dunia sehingga melupakan kejadian sebelum alam Rahim dimana ia dipersaksikan dan janji bahwa Allah adalah tuhannya.

Ini yang semakin hilang di dalam diri setiap manusia yakni keimanan dan ketauhidan.Memang benar bahwa keimanan itu naik turun sebab manusia adalah makhluk yang lemah dan mudah lupa,tetapi bukanlah itu yang dipersalahkan.jika kita memiliki pandangan yang harus kita jaga dan hujam sedalam-dalamnya di dalam hati dan diri kita itu adalah tauhid .Dimana kita harus kembali menegakan janji kita.Kita harus mengingat janji kita yakni mengakui bahwa Allah adalah Tuhan.

Orang yang mudah goyah syariatnya,sering meninggalkan sholat padahal sudah diajak dan disuruh untuk sholat tetapi jika ia tidak diberi pengajaran ketauhidan maka syariatnya akan kendor dan mudah lalai.Ini yang menjadi tantangan kaum pendakwah,kita bisa melihat di media sosial atau media nyata.Dakwah untuk syariat lebih besar daripada dakwah untuk menemukan kembali ketauhidan yang hilang.Tauhid dan keimanan semestinya harus menjadi pondasi yang kuat setiap muslim dalam mengarungi hidupnya,ia akan menghadapi berbagai kewajiban diantara kewajiban terhadap Tuhan,kewajiban terhadap sesama manusia,kewajiban terhadap makhluk Allah lainnya dan kewajiban terhadap lingkungan.Manusia harus menjadi khalifah dan pondasi semuanya itu adalah adanya tauhid dan iman di dalam dirinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s