Teori Sudut Pandang Gajah

oleh : Aamir Darwis

Sebuah kebenaran berita atau kejadian, pada dasarnya mengandung 3 macam sudut pandang.Sudut pandang pemikiran seseorang,sudut pandang kebanyakan orang dan sudut pandang Tuhan.untuk memahami 3 macam sudut pandang ini kita akan berangkat menuju teori sudut pandang gajah.

Dikisahkan ada 3 pemuda yang tidak pernah sama sekali melihat bentuk gajah seperti apa.Mereka hanya mengira dan merumuskan bentuk gajah tetapi untuk yang aslinya mereka belum tahu.Maka diutuslah 3 pemuda itu oleh tetua kampung untuk menghadiri show gajah di sebuah pertunjukan malam.Setelah mereka memasuki pertunjukan tiba-tiba listrik mati dan mereka lagi-lagi tidak bisa melihat bentuk real dari gajah.Mereka hanya bisa memegang bentuk gajah.pemuda A memegang belalai gajah dan ia mengira dan meyakini gajah itu seperti pipa air.Pemuda B memegang kuping gajah dan ia mengira dan meyakini gajah itu seperi kipas dan pemuda C memegang kaki gajah iapun mengira meyakini gajah itu seperti pepohonan.Merekapun pulang dengan membawa kebenaran prasangka mereka masing-masing.Hingga akhirnya Penduduk Desa itu tak tahu persis asli dari bentuk gajah dan mereka meyakini dan bersandar dari pendapat pemuda itu.

Begitulah hakekatnya kebenaran,ia berjalan dan lahir dengan 3 macam sudut pandang yakni sudut pandang pemikiran seseorang,sudut pandang kebanyakan orang dan sudut pandang Tuhan.

Permasalahan yang terjadi kebanyakan orang mengira bahwa sudut pandang pemikiran dirinya adalah kebenaran Tuhan,mengira sudut pandang kebanyakan orang sebagai kebenaran Tuhan.Mengira tafsir sebagai islam.Mengira A ternyata B.dan lain sebagainya.

Misalnya kita mengira NU,Muhammadiyah,Wahabi,Syiah dan lembaga Islam lainnya sebagai islam.Yang NU berpendapat bahwa islam itu ya NU.Yang Muhammadiyah berpendapat islam itu ya Muhammadiyah.Yang Wahabi dengan bangganya mengaku islam karena katanya berpedoman pada AlQur’an dan Assunah padahal sebenarnya mereka hanya menafsirkan menurut mereka.

Kita belum tahu persis Islam itu seperti apa,Kita hanya menafsirkan islam dan mencoba mencari Islamnya Nabi Muhammad tetapi lagi-lagi kita harus jujur bahwa kita hanya sebatas menafsirkan.Kebenaran Sejati yakni Kebenaran Tuhan, kita tidak tahu persis.Kita hanya melalui sudut pandang pemikiran diri sendiri dan sudut pandang kebanyakan orang sambil terus mencoba dan menggali sudut pandang Tuhan walau kita sudah mengerti bahwa kebenaran Tuhan tidak bisa dicari dengan mudah.Kita hanya bisa berpendapat dan berikhtiar yang semoga sudut pandang kita sejalan dengan sudut pandang Tuhan atau kebenaran Tuhan.

Jika kita teliti baik NU,Muhammadiyah bahkan wahabbi sekalipun itu semua hanyalah tafsir kebenaran dari sudut pandang pemikiran seseorang yakni NU yang berakar ke KH Hasyim A dan Muhammadiyah yang berakar ke KH A.dahlan dan sudut pandang kebanyakan orang (pengikut suatu kelompok agama) yang terus menerus berusaha mencari hakekat kebenaran Tuhan.Tetapi untuk mencari hakekat kebenaran Tuhan kita memang bisa berangkat dari sudut pandang pemikiran orang dan sudut pandang kebanyakan orang.

Banyak hal lainnya yang kita fikir adalah realitas dari kebenaran padahal itu hanya prasangka kita atau pendapat yang disepakati kebanyakan orang.Misalnya kita berprasangka ke orang lain ia suka mabuk karena kita melihat orang itu membawa botol minuman.dan kita meyakini bahwa orang itu adalah pemabuk dan masyarakat yakni pendapat yang disepakati juga berkata demikian bahwa orang itu adalah pemabuk.Tetapi kebenaran Tuhan berkata lain misalnya ia membawa botol minuman bukanlah untuk mabuk tetapi untuk mengurangi jumlah botol miras.ia beli kemudian ia buang dan hancurkan.Sudut pandang pemikiranprasangka orang dan sudut pandang kebanyakan orang mengira orang itu pemabuk dan berperilaku tercela tetapi sudut pandang kebenaran Tuhan justru sebaliknya orang itu malah berperilaku terpuji karena bertujuan baik yakni mengurangi jumlah botol miras supaya pemabuk berkurang.

Ada banyak kejadian di dalam kehidupan kita sebagai manusia yang menggiring menuju 3 sudut pandang tersebut,kita harus mengasah terus menerus dan belajar bahwa mencari kebenaran Tuhan tidaklah mudah tetapi bukan berarti tidak bisa.Kita harus peka terhadap sudut pandang prasangka pemikiran kita bahwa bisa jadi benar bisa jadi salah begitupun sudut pandang kebanyakan orang itu tidak mesti benar dan yang benar hanyalah kebenaran Tuhan yang harus kita cari dan temui di dalam kecerdasan kita mengelompokan apa itu sudut pandang prasangka kita,sudut pandang kebanyakan orang dan akhirnya kita akan menemukan hakekat kebenaran Tuhan.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s