Arus Desa Sebagian Duka Kami

oleh : Aamir Darwis

Desa adalah rumah pertama kami.Disana banyak kenangan kecil yang indah tetapi kenangan itu semakin hilang karena tergerus dahsyatnya arus globalisasi.Katakanlah semacam permainan gobak sodor,petak umpet,umbul,main kelereng,dsb semua permainan itu kini hanya menjadi wacana cerita kami.Tetapi generasi baru anak-anak desa kami sudah berubah permainannya. COC,get rich,top eleven dsb sudah menjadi permainan mereka.Mereka tanggap cerdas dengan teknologi baru .Tetapi ternyata permainan di smartphone sangat tidak mengajarkan kegotongroyongan.Anak-anak kurang tanggap dengan lingkungannya.menjadi manusia personalis.Padahal anak-anak harusnya belajar tanggap dengan lingkungan.Dan itu sangat diajarkan pada permainan gobak sodor,petak umpet dan sejenisnya.Tetapi kami juga tidak bisa menyalahkan hal ini.Mungkin ini adalah tumbal adanya kemajuan jaman , sekarang jarang melihat manusia face to face,jarang berbicara pada manusia secara langsung dan memasuki jaman face to phone.Dimana semua aktifitas terkumpul disitu.Banyak yang menyangka ini  adalah kemajuan ,gaul dan kekinian padahal hakekatnya sedang mundur menjadi manusia.Dari manusia sosial menuju manusia indifidual.

Bahwa arus kemajuan desa berawal dari indifidu-indifidu yang merantau ke kota kemudian mudik ke desa memamerkan kebanggaan kota.sebuah langkah dimana desa akan semakin hilang yang ada hanyalah kota.Kemajuan tidaklah salah bahkan itu wajar karena setiap orang pasti ingin sukses dan maju tetapi akan jadi masalah jika budaya kota yang negatif seperti dugem,free sex dan perilaku menyimpang lainnya ia bawa ke desa.ia memamerkan perilaku itu dengan bangga.Bukankah ini menjadi masalah ? Orang desa yang guyup rukun,kalem tiba-tiba diberi tontonan seperti itu maka bisa jadi ia tertarik dan akhirnya meniru.Dan Televisi dan Ponsel adalah media yang paling bertanggung jawab akan perubahan perilaku anak-anak desa.Dan kita sebagai orang tua harus sadar akan hal ini kita harus tanggap dan melindungi anak-anak kita.Kita harus bisa memilih dan memilah tontonan bagi anak.

Bahwa semestinya sebagai orang tua,tidak boleh memaksaan keinginannya kepada anak.misalnya orangtua ingin anak menjadi dokter padahal anak itu belum tentu ingin menjadi dokter.Ini yang kebanyakan terjadi di desa.Dengan stempel takut menjadi anak durhaka,anak-anak tumbuh menjadi budak keinginan orangtuanya.Orangtua haruslah mengajari anak-anaknya sesuai haknya seperti mengajari mengaji tentang islam dsb.Tetapi untuk hal cita-cita itu adalah murni hak anak.Orangtua harus menuntun anaknya menuju cita-cita yang diimpikan.Tentunya cita-cita yang mulia.Dan jika ada keinginan yang menjurus ke perilaku menyimpang barulah orangtua berhak melarangnya.Setiap anak berhak menjadi dirinya.Berhak meraih cita-citanya tanpa embel-embel kepentingan orang tua.

Dan jalan umum menuju cita-cita adalah sekolah.padahal meraih cita-cita tidak harus dengan bersekolah.Dan kebanggaan bersekolah tanpa ilmu sekolah itu sendiri bisa jadi bumerang untuk menggali potensi peserta didik.Maksudnya jika fokus ke sekolah favorit bukan ilmu pengetahuannya yang menjadi favorit.Kita seperti makan kulit pisang tanpa memakan pisang itu sendiri.Artinya kita harus fokus dan teliti ke pelajarannya bukan sekolahnya.Tidak semua sekolah favorit itu bagus pengajarannya,bisa jadi sekolah yang biasa tetapi pengajarannya bagus.kita harus pandai memilih hal ini.

Pada akhirnya Anak harusnya menjadi dirinya sendiri untuk menggapai cita-citanya.Jangan terjebak sistem apapun apalagi sistem industri yang memaksa anak untuk lahir,sekolah,bekerja dan mati.Ia harus bebas menjadi dirinya.Terbang mengarungi cakrawala kehidupan dengan sayap-sayap ilmunya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s