Barter Sang Koruptor (Maling)

oleh : Aamir Darwis

Kejahatan atau keburukan pada orang lain meskipun tarafnya kecil bisa saja merepotkan si pelaku baik di dunia lebih-lebih di akherat.Hal yang kelihatan remeh seperti mengambil barang teman meskipun mengambil seperti rokok atau barang murah lainnya,terlihat biasa saja tetapi hal itu akan sangat membahayakan bagi si pelaku di akherat kelak.

Jika syarat bertaubat kepada Allah adalah meminta ampun kepada Allah dan tidak mengulanginya lagi.Maka syarat membersihkan dosa sesama manusia harus ditambah permintaan maaf atau mengganti sesuatu yang kita ambil,jika itu dalam konteks pencurian.Dan resiko jika kita tidak melakukan permintaan maaf atau menggantinya adalah sebuah barter yang lebih besar yakni barter amal.Amal kebajikan yang pernah kita lakukan akan ditukar dengan perbuatan kejahatan orang yang kita curi barangnya.

Kita mungkin meremehkan hal-hal yang kecil semacam menggunakan sabun mandi teman untuk kita gunakan dan kita tidak ngomong untuk menggunakannya.Atau meminjam sandal teman untuk kita gunakan dan kita juga tidak ngomong untuk meminjamnya.sangat remeh tetapi bagaimanapun remehnya perilaku kita hal itu pasti akan diadili dan dibalas oleh Sang Maha adil.Sebagaimana dalam firmanNya bahwa perbuatan akan dibalas walau sekecil benda terkecilpun.Itu berarti kita harus waspada dan berhati-hati,terus menjaga sinyal kita untuk tidak berbuat jahat pada orang lain dan mengupayakan untuk terus berbuat baik pada orang lain.

Persoalan Sabun dan sandal mungkin akan selesai jika si empunya,mengikhlaskan dan merelakan untuk kita gunakan.Tetapi bagaimana jika ia tidak ikhlas? Sedang kita tidak benar-benar tahu keikhlasan seseorang.Cara terbaik adalah meminta maaf bahwa kita telah menggunakannya dan meminta kerelaan hatinya supaya perkara ini tidak terbawa sampai akherat.

Persoalan sabun dan sandal saja sudah begitu menyusahkan,bagaimana jika itu perkara yang besar.Seperti korupsi dan semacamnya.Apa jadinya jika yang kita  curi adalah milik rakyat,sedang kitapun tidak bisa tahu persis satu per satu setiap nama dari rakyat.Meskipun amal baik kita sebesar gunung bagaimana jika itu ditukar dengan kejahatan seluruh rakyat dan tentu sesuai kadar dari korupsi kita. apakah kita benar-benar yakin bahwa amal baik kita cukup untuk kita tukar dengan kejahatan seluruh rakyat.Siapkah kita menanggung beban dari dosa rakyat yang harus diterima sebab barter amal semacam ini.siapkah kita merelakan amal baik untuk kemudian kita serahkan kepada rakyat.

Seorang pencuri semacam koruptor boleh jadi kaya di dunia.Menikmati harta curian dengan berkeliling dunia.Atau mengembangkan bisnis dengan bermodalkan hasil nyuri.Tetapi ia harus siap lahir batin akan hukum barter yang pasti akan ia temui kelak di akherat.Tetapi kebanyakan koruptor tidak mau mengakui adanya akherat.Ia bahkan meremehkan akherat dengan membunuh perekonomian rakyat secara perlahan-lahan.Ia miskinkan rakyat dan Ia kayakan dirinya sendiri.Dan pertanyaan besarnya,Apa yang hendak ia katakan kepada Tuhan mengenai persoalan ini? Apakah ia akan bersandiwara kepada Tuhan layaknya ia duduk di kursi tersangka saat sidang hukum,sedang ia harus tahu bahwa Tuhan adalah maha sandiwara.Tuhan adalah sutradara dari kehidupannya.Yang menguasai isi jagat raya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s