Budayakan Meng-Iqra

oleh :  Aamir Darwis

Ayat yang pertama kali diturunkan kepada baginda Nabi Muhammad saw adalah kalimat “iqro”.Secara harfiah bermakna bacalah.Aktifitas membaca tentulah membutuhkan buku-buku.Pendek kata,masyarakat islam seharusnya adalah masyarakat yang mencintai ilmu,buku-buku dan perduli akan keberadaan perpustakaan.

KEJAYAAN MASA LALU

Pada masa kejayaan islam yaitu era kekhalifahan bani umayyah,abassiyah,fatimiyyah dan andalusia kegiatan keilmuwan berkembang sangat pesat.Dan diantara faktor yang mendukung adalah keberadaan perpustakaan.

Ada perpustakaan umum,perpustakaan masjid dan perpustakaan pribadi.Perpustakaan “darul hikmah” pada masa harun al-rasyid menyimpan lebih dari 800.000 buku.Perpustakaan cordoba mengoleksi 400.000 buku.Sedangkaan perpustakaan “bani fatimiyyah” di Kairo mengoleksi 1.600.000 buku dan menurut beberapa sumber bahkan sampai 2.000.000 buku.

Buku-buku yang tersedia terdiri dari semua obyek ilmu pada masa itu,seperti fiqih,tafsir-hadits,sastra,bahasa,ilmu pengetahuan,kedokteran,astronomi,sejarah dan sebagainya.

Umat islam saat berjaya melahirkan banyak sekali pemikir-pemikir besar diantaranya al-khindi,al farabi,al ghazali,ibnu sina,ibnu thufail,ibnu rusyd,ibnu arabi,al as’ari,ibnu khaldun,al khawarizmi dan masih banyak lagi.

Kemerosotan kebudayaan islam sebenarnya adalah akibat dari melemahnya etos keilmuwan,ilmu,buku dan perpustakan tidak lagi menjadi orientasi kehidupan umat.Jutru mereka terperangkap dalam kecintaan kepada materi dan sikap hedonistik.

Kenyataannya justru orang baratlah yang mewarisi dan menjalani tahapan-tahapan sebagaimana yang dilalui oleh umat islam dulu.Ilmuwan seperti Thomas Aquinas,Bacon st,Agustinus dll belajar dan berguru pada pemikir-pemikir islam,terutama di Andalusia.Mereka mempelajari dan menerjemahkan karya-karya pemikir islam dan dari sinilah modal mereka mengarungi era Renaissance dan era Aufklarung (pencerahan) yang membalikan kepemimpinan kebudayaan dan peradaban dunia,sampai saat ini.

KEBERADAAN PERPUSTAKAAN

Roda sejarah telah berputar.kini Barat memimpin di puncak kebudayaan dan peradaban dunia.Kuncinya ada pada penguasan ilmu pengetahuan.

Mengambil hikmah dari perjalanan umat islam dahulu,maka untuk mengejar ketertinggalan dan membangkitkan kembali islam,umat islam sekarang harus menumbuhkan kembali semangat keilmuan,kecintaan pada membaca,perhatian penuh pada perpustakaan.

Ironisnya di tempat yang notabene non islam yaitu Mc gill Kanada dan Chicago Amerika,sampai sekarang mudah ditemukan karya pemikir islam klasik seperti Ibnu Sina.Padahal dikalangan islam sendiri,karya-karya mereka sudah teramat susah ditemukan.

Alasan yang sering dipakai adalah masalah dana.Padahal pemerintah kenyataannya suka atau senang membangun gedung mewah daripada membangun perpustakaan.

Kalau umat islam sungguh-sungguh dalam mewujudkan islam seperti dulu haruslah cinta pada buku,membangun perpustakaan,dan belajar keilmuwan.

Umat islam di indonesia seharusnya mengaca pada Malaysia.Katanya jika mereka mendapat bantuan pembangunan masjid dari timur tengah,hanya 50% yang digunakan untuk fisik sisanya untuk membangun perpustakaan dan usaha yang bersifat ekonomis.Perpustakaan benar-benar telah direncanakan dari awal pembangunan masjid.Semoga umat islam akan kembali berjaya seperti dulu lagi.amiin

Diambil dari berbagai sumber.

Iklan

2 thoughts on “Budayakan Meng-Iqra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s