Cara Islam Menghadapi Perbudakan

oleh : Aamir Darwis

Perbudakan merupakan kejahatan kemanusiaan dimana seseorang manusia diperlakukan bak hewan peliharaan yang dapat dijual belikan.Sekarang kita bisa bilang bahwa perbudakan adalah tindak kejahatan tetapi lain cerita di masa lampau.Perbudakan bukanlah kejahatan tetapi semacam bahan jual beli.Seseorang majikan dianggap jahat jika memperlakukan budaknya dengan kejam tanpa mengerti sejauh mana batas kekuatan dari si budak.

Islam sebagai rahmatan lill’alamin merupakan satu-satunya agama yang berperan penting menghapus perbudakan di muka bumi ini.Prosesnyapun tidak sebentar bahkan butuh waktu berabad-abad hingga akhirnya perbudakan itupun lenyap.

Islam menawarkan cara yang amat halus dan cerdas dalam menghapus perbudakan hingga orang-orang jahiliyyahpun akhirnya tanpa sadar mereka menghilangkan perbudakan.Islampun dari dulu sudah memfonis dengan sangat tepat bahwa perbudakan itu tindak kejahatan.

Cara-cara yang dilakukan Rosululloh bukanlah lewat kekerasan ataupun cara keji.Bayangkan saja jika islam menawarkan cara menghapus perbudakan lewat jalur kekerasan seperti pembunuhan,memaki-maki ataupun fonis keji,jelas sekali bahwa masyarakat akan menolak islam karena mereka jelas akan tertekan.Langsung menghilangkan perbudakan dengan membuat fatwa bahwa seluruh budak dibebaskan juga tidak mungkin saat itu,karena sang majikan jelas tidak akan mau karena belinya saja kadang-kadang mahal.Pasti mereka tidak rela jika langsung melepas budaknya.

Islam sangat halus dan bijaksana,ia menghapus perbudakan dengan sabda-sabda Rosululloh yang menurut penulis,strategi Rosululloh sangatlah cerdas dan pandangannya jauh ke depan.

Pertama,Jika ada Majikan yang menampar atau memukul sang budak,maka kafarat dari perbuatan itu adalah memerdekakan sang budak.Ini sangat brillian,untuk melindungi para budak dari kekejaman majikan,peraturan seperti ini jelas baik dan bermanfaat untuk kebaikan keduanya.jika diperlakukan baik oleh majikan maka sang budakpun baik juga pada majikan,jika majikan berperilaku keji dan kejam maka harus sang budak dimerdekakan.keren bukan,ini peraturan.

Kedua,Jika ada pelanggaran yang berat seperti dzahir,tidak melaksanakan sumpah,melanggar puasa bulan Ramadhan,berzina dan lain sebagainya,salah satu kafaratnya adalah memerdekakan budak.Perlahan-lahan tapi pasti,begitulah cara Rosululloh menghilangkan perbudakan di muka bumi ini.Dengan menjadikan kafarat dari dosa-dosa besar maka orang-orang jahat dan berdosa tidak punya jalan lain selain taubat dan membayar kafarat.yaitu memerdekakan budak.

Ketiga,Adanya alokasi zakat ataupun sedekah untuk para budak,sehingga lambat laun diharapkan sang budak dapat membayar dirinya sendiri untuk meminta dimerdekakan dari sang majikan.Sungguh cerdas dan hebat,sahabat-sahabat rosululloh terutama yang kaya raya sangat punya andil besar dalam memerdekakan budak-budak.Perlahan tapi pasti budak-budak itu akan merdeka.Karena mereka (budak) punya uang untuk menebus.Bayangkan jika tidak ada zakat atau sedekah untuk para budak,darimana mereka mendapatkan dana atau uang.Keren banget ini kandd…

Keempat,Islam mengizinkan majikan untuk menggauli budak-budak wanita.Banyak yang salah sangka mengenai peraturan ini,mengira islam mengajarkan pemuasan nafsu belaka.Seolah-olah orang yang punya banyak budak wanita itu bahagia dan puas hidupnya.Jelas pernyataan ataupun anggapan semacam itu sangat keliru.Islam mengizinkan majikan untuk menggauli budaknya itu karena jika mengandung dan melahirkan anak,maka anak dari persetubuhan itu statusnya merdeka.Dan sang budak itupun akan merdeka jika sang majikan sudah meninggal,ia tidak dijual belikan lagi.Ini sangat cerdas,mengurangi perbudakan dengan cara memperbanyak status merdeka untuk anak yang akan lahir.Semakin banyak anak yang merdeka maka perbudakan akan tertekan.Dan lambat laun akan habis.Dengan demikian anak yang statusnya budak akan semakin sedikit jumlahnya kemudian akan habis.Proses itupun terjadi,sekarang sudah tidak ada budak.Dan inipun melalui jalan yang amat panjang seperti dipaparkan penulis diatas.

Kelima,Budak yang masih memiliki kekerabatan dengan majikannya maka langsung berstatus merdeka.Ini juga peraturan yang bagus sekali,seperti kita tahu jumlah manusia dahulu dengan sekarang jumlahnya berbeda jauh.Mungkin dulu hanya berkisar di angka ribuan,sehingga sangat mungkin bahwa budak dan majikan itu kerabat.

Begitulah cerdas dan halusnya islam dalam rangka menghapus perbudakan.Islam tidak langsung mengharamkan ataupun memfonis kejahatan karena budak itu masih ditangan kaum-kaum jahiliyah sehingga tidak mungkin mereka mau begitu saja memerdekakan budak karena mereka masih menganggap bahwa budak itu semacam asset dan barang berharga.Lain cerita jika seluruh jazirah arab saat itu sudah menganut islam semuanya,mungkin fonis haram akan langsung diperlakukan saat itu juga.Demikian islam sebagai rahmatan lill’alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam.Para budak-budak dahulu yang merdeka pasti akan sangat berterimakasih kepada Rosululloh dan bersukur kepada Allah kemudian mungkin masuk islam.Sebuah proses dakwah yang panjang tapi berbuah manis,itulah dakwah Rosululloh.Apakah kita bisa meniru beliau dalam menghadapi problem-problem sekarang yang semakin komplek,sanggupkah kita menawarkan solusi yang paling bijak,paling halus dan tujuannya jangka pendek dan panjang??? Allahuma sholli’ala Muhammad.. laailahailallah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s