Gengsi Sana Sini

oleh : Aamir Darwis

Gengsi.Sebuah kata yang krusial yang perlu kita cari tahu kebenarannya.Orang tidak mau mengakui bahwa ia gengsi pada sesuatu ,padahal dalam dirinya ia melakukan gengsi.hal ini wajar karena gengsi terkait dengan persaingan-persaingan kepemilikan dengan niatan yang menjurus kedalam kesombongan,kepengin dilihat orang ataupun kepengin diakuin oleh orang lain.

Gengsi tidak muncul secara tiba-tiba,ia ada karena bergesernya suatu nilai atau fungsi yang sudah biasa karena begitu beragamnya benda yang digengsikan sehingga fungsi yang utama menjadi tidak utama atau sudah tak terlihat.

Misalnya saja Ponsel.Pada perkembangan awal ponsel, tidak ada celah untuk orang gengsi karena fungsi ponsel saat itu benar-benar menjadi utama.Dan jumlah ponsel yang masih sedikit.Merubah alur komunikasi dari surat menyurat ke ponsel sudah begitu luar biasanya saat itu.Sehingga ponsel yang fungsinya untuk hubungan ,bisa sms atau telepon itu masih terletak pada fungsinya.Melalui perkembangan teknologi yang terus memperbarui fungsi ponsel dari yang hanya sms dan telepon kini bisa video call,streamingan dsb.Ditambah membludaknya jumlah ponsel di muka bumi ini membuat ponsel menjadi barang biasa.Fungsi ponselpun sudah bergeser.Kini munculah gengsi.Gengsi muncul dari persaingan-persaingan yang ingin menjadi yang terbaik.Gengsi merupakan seni untuk maju.Ia tidak bisa disalahkan karena ini adalah proses kemajuan itu sendiri.Dan semakin banyaknya produsen pembuat ponsel yang ingin terus bersaing (gengsi) maka kemajuan akan semakin canggih.Bayangkan saja,misalnya produsen A membuat terobosan baru dengan menambahkan fungsi radio di ponsel.Dan produsen B pasrah saja tidak mau gengsi tidak mau bersaing maka mungkin kemajuan fungsi ponsel akan berhenti di fungsi radio saja.Kita tidak bisa berfacebookan,streamingan,video call dsb.Gengsi sangat pas ditempatkan untuk memacu manusia untuk bersaing dengan cara yang sehat.

Tetapi akan menjadi masalah jika Gengsi hanya diletakan di perilaku konsumsi.Misalnya,Pak A membeli mobil baru.Pak B yang gengsi dan tidak ingin kalah membeli mobil juga.Padahal dikesehariannya Pak B belumlah tepat membeli mobil.Bukan karena mobil mahal.tetapi fungsi mobil itu sendiri menjadi sangat sedikit.karena Pak B mungkin kerjanya tidak sibuk-sibuk amat,tidak jauh-jauh amat karena mungkin dengan membeli motorpun cukup.Akhirnya mobil Pak B hanya menjadi isi rumah saja karena jarang dipakai.Inilah gengsi yang salah karena barang tidak ditempatkan sebagaimana mestinya.Ia lebih fokus dengan keinginan daripada fungsi kebutuhannya.Harusnya rumus membeli barang itu adalah yang DIBUTUHKAN dulu , baru KEINGINAN.Yang diperlukan dulu baru yang sekunder belakangan.Jangan sampai kebalik karena bisa menjadi masalah.

Gengsipun bisa menjadi baik untuk kita.Bisa juga menjadi buruk untuk kita.Jangan sampai gengsi itu melebur dengan kedengkian karena ini akan menjadi masalah.Bukan hanya akan mendapat dosa,kitapun akan stres jika mengidap hal seperti ini.gengsi yang seperti ini merupakan wujud ketidakmampuan kita untuk memiliki sesuatu ataupun jika mampu ia pun mampu dengan keterpaksaan karena yang terfokus pada kedengkian orang bukan benda yang didengkikan.Bahkan ketika orang lain mempunyai sesuatu yang padahal itu adalah rezekinya sendiri dari Tuhan,iapun berharap semoga rezeki itu berpindah kepadanya.Ia lemah dengan kemampuan dirinya.Ia tidak mau meningkatkan kemampuannya.Dan ia hanya terfokus pada benda yang didengkikan tanpa mau berusaha dengan kemampuan sendiri.

Pada akhirnya kitalah yang menjadi motor dari perilaku gengsi.Gengsi adalah seni kehidupan.Mau dibawa kemana ia,kitalah yang akan menentukan.Tinggal kita bawa untuk kemajuan skill kita atau kemunduran moral kita.Kedekatan kepada Tuhan atau Kebencian Tuhan.Pembersihan dari kemalasan atau Pembakaran amal kebajikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s