Musik Ngislami

oleh : Aamir Darwis

Musik barangkali salah satu media untuk pelipur lara,mencurahkan segala isi,baik itu yang senang dan sedih.Musik juga bisa berangkat dari semacam perjuangan untuk mengekspresikan pandangan atau imaji dari pembuat lagu yang kemudian dia taburkan ke orang lain ataupun dirinya sendiri sebagai penyanyi.

Musik juga banyak digunakan untuk wadah perjuangan dan penyebaran paham tertentu.Agama,filsafat,kepercayaan dan lain sebagainya.Berangkat dari hal itu,maka musik bisa digunakan untuk berdakwah.Meskipun pro dan kontra dalam penggunaan music untuk berdakwah itu ada,tetapi penulis menganggap bahwa music memang bisa mempengaruhi manusia bahkan manusia seperti tidak bisa jauh-jauh dari music.

Mencari music islami bak mencari pasir yang sebenarnya semua pasir itu adalah benda yang diciptakan Tuhan.Sama halnya dengan music,jika kita kelompokan bahwa music ada yang islami dan nonislami sama saja kita beranggapan bahwa yang nonislami bukanlah media dakwah.Sangat gegabah jika kita beranggapan bahwa jika yang pakai bahasa arab itu islami dan yang pakai bahasa jawa atau Indonesia itu tidak islami.Islam memang tumbuh berkembang awalnya di Arab,tetapi islam itu bukanlah arab.Islam memakai bahasa Arab karena Rosululloh juga berasal dari arab dan ketinggian bahasanya.Alqur’an sesuai bahasa kaumnya.Kita harus menyerap ajaran islam,bukan malah menjadi kearab-araban.Belajar Bahasa Arab itu bagus tetapi jangan diartikan arab itu islam.Kita harus menyerap ajarannya.

Kembali ke pembahasan music yang katanya ada islami dan nonislami,jika kita jujur terhadap diri sendiri bahwa semua yang ada di dunia berasal dari Tuhan.Musikpun pasti berasal dari Tuhan.Setan dan iblis juga diciptakan Tuhan.Itu berarti jika kita bisa mencari makna dari music itu yang bisa mengingat kita kepada Tuhan maka musik itu islam.Bahkan bisa dibilang semua music itu islam,jika semua orang yang mendengarkan bisa mengaitkan musik itu ataupun memaknai music itu untuk hal-hal yang positif dan yang terutama mendekatkan dirinya kepada Tuhan.

Musik yang katanya islami seperti lagu “tombo ati” jika tidak berbekas dan menjauhkan dirinya kepada Tuhan maka itu bukanlah music islami.Sebaliknya musik metal yang liriknya penuh nuansa hitam jika bisa menyadarkan dan mengingatkan dirinya kepada Tuhan maka music itu islami.Musik islami bukan bergantung pada jenis dan liriknya tetapi musik islami adalah musik yang bisa membuat seseorang makin dekat dengan Tuhan dan berperilaku baik kepada sesama manusia dan alam semesta,apapun jenis dan liriknya.

 

Iklan

28 thoughts on “Musik Ngislami

  1. Ada yang mengharamkan,ada yang menghalalkan..Semua punya pendapat dan argumen masing-masing.. saya lebih terbuka sih sama musik.. asal tidak utk maksiat n Hura” it’s ok

    Suka

  2. Salam kenal mba Alfu…beberapa waktu lalu sya menanyakan teman blog, mas Andik Taufiq namanya, dan jawabannya juga sama dg mba Alfu. Alhamdulillah saya tercerahkan…terimakasih sblumnya

    Hari ini, saya menanyakan lg ke ustad kenalan saya, jwbannya :
    hukumnya ikhtilah…
    karena musik itu luas, suara kodok yg bersaut-sautan di kala hujan atau suara hujan sendiri itu dikatakan “musik” lalu apakah jenis musik ini haram? tentu tidak, bukan?

    bagi yg memperbolehkan, hanya pd saat tertentu sja dan jenis alunan tertentu, itu pun tidak sering. Wallahu’alam.

    Intinya jwbannya sama dg atrikel di atas.

    Disukai oleh 1 orang

  3. Kalau saya lebih ke cara Pandang.. Sholat saja bisa jd jelek jika niatnya untuk pamer dan sombong.Dan musikpun demikian.Apa dampak dr mendengarkan? Tambah baik akhlaknya, taqwanya atau mlh semakin jauh dr Tuhan.. sejauh mn kita bisa mengambil pelajaran disetiap kejadian..

    Disukai oleh 1 orang

  4. Salam kenal juga cinta 🙂 . Kalau boleh tau hukum khtilaf itu kayak gimana ya. Kurang paham 😀 . Sebenernya saya masih bingung sih sama artikelnya , soalnya saya dulu kan biasanya sering main musik di sebuah acara2 dan bisa dibilang hobi banget sama musik , walaupun sekarang sudah vakum haha. Lah abis baca artikel kayak gitu lah malah jadi tambah bingung deh 😀

    Disukai oleh 2 orang

  5. Utk out total dr musik mmng berat.. lha wong di ponsel isinya bnyk musiknya.Alarm,nada dering,musik,lagu, itu kn dipakai.. org yg mengharamkan bisa gak keluar dr itu? Gak memakai alarm,nada dering,nonton tivi juga.. tivi kn bnyk tuh acara musiknya..

    Disukai oleh 1 orang

  6. Kalau dipikir pikir musik pada masa modern kayak sekarang emang kebanyakan mengarah ke hal hal yg negatif sih ( kurang mengajak kita untuk mendekatkan diri kpd tuhan kita ) . Mungkin kita sbg umat muslim disuruh perbanyak baca alquran saja, disuruh bertilawah, dan memahami apa kandungan yg ada di dalamnya agar kita semakin dekat denganNYA. 😀

    Disukai oleh 2 orang

  7. kl kata pak ustad…hukum ikhtilaf itu maksudnya ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Intinya ada yg memperbolehkan, ada yg tidak boleh.

    Kl dgerin suara hujan, suara burung bercericit dan berkicau, suara kodok, suara ayam jago, itu kan sjenis musik alam ya mbak? Tidak mungkin haram bukan? Karena Allah sndiri yg menciptakan suara alam itu. Maka di sini hukum utk musik alam itu boleh.

    Sedangkan sprti artikel yg mbak kirim td mengatakan…mendengarkan musik hanya boleh tp hanya alat2 trtentu (rebana) dan pd saat terterntu pula (ied dan pernikahan), ini jg yg dikatakan ustad kenalan sya.

    Nah sya ada tambahan mbak, kl mnurut Dr. Zakir Naik, sekalipun itu mendengarkan musik motivasi…tetap sja haram. Dan haram itu mau dibelokkan ke kanan dan ke kiri tetap sja haram. Kata Dr. Zakir Naik : musik itu sprti alkohol jd dia memabukkan kita ke hayalan2 dan melupakan ayat2 Allah. Pdahal ayat2 Allah itu levelnya lbh tinggi dan tdk akan bs tertandingi.

    Sya sbnrnya sng bgt musik. Tpi akan brusaha menguranginya. Perlahan-lahan diselingi dg murottal, smga bs. Td discuss dg shabat, ada yg bs akhirnya. Pelan-pelan tnpa musik.

    Kira2 sprti itu mbak Alfu. Wallahu’alam. 😊

    Disukai oleh 1 orang

  8. Aamiin aamiin mas Aamiir. Terimakasih doanya. Smoga doa terbaik kembali pd yg mendoakan 😇

    Hehe, mas Aamiir, sya tahu jg dr ustad sya. Saya baru belajar mas, mungkin bukan shebat mas Aamiir.

    Disukai oleh 1 orang

  9. Musik, sampai sekarang juga masih kontroversi. Beberapa ulama mengelompokan musik kedalam kegiatan yang sia-sia. Tapi, ada juga ulama yang membolehkan asal tidak ‘menjerumuskan’.

    Salam ukhuwah dari Bandung..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s