Petuah Bawang Kothong

oleh :  Aamir Darwis

Bawang Kothong adalah sebuah istilah untuk seseorang yang kalahan atau dianggap masih cemen atau dipandang sebelah mata (diremehkan).Semestinya dalam pergaulan sesama manusia tidak ada tebang pilih persahabatan dan meremehkan seseorang hanya karena kita anggap orang itu masih cemen (kita remehkan).Meskipun memilih teman yang baik itu harus tetapi bukan berarti kita menjauhi dan meninggalkan teman yang buruk.Karena toh semakin banyak teman itu semakin bagus.

Satu musuh lebih menghawatirkan meskipun punya teman 1000 orang.Ini bukan berarti karena kita punya banyak teman,kita lantas sombong dan merendahkan orang yang punya teman sedikitJustru kita harus bisa menjadikan musuh menjadi teman.Menjadikan orang yang membenci kita menjadi menyayangi kita.

Dalam sebuah perbincangan ringan adakalanya yang menjadi martir yakni yang sebagai pusat pembicara dan Bawang kothong yang sebagai sasaran dari pembicara.Sang martir biasanya mengeluarkan argumen-argumen yang intinya membikin suasana tertawa dengan tumbal menjelekan atau memancing argument dari si bawang kothong.Jika si Bawang Kothong terbawa suasana ia akan digiring dengan argument-argumen lain yang akan semakin membuat ia diremehkan.Dan meskipun Si Bawang kothong berbicara bijaksanapun,ia tidak akan dianggap bijaksana karena cover dari si Bawang Kothong adalah cemen (dipandang sebelah mata alais direndahkan).

Sebenarnya untuk menangkis atau menghilangkan cap bawang kothong adalah susah-susah gampang.Merubah tampilan baju dan celana layaknya orang dewasa.Berpenampilan rapi.Sudah bisa menipu bahkan merubah secara drastis anggapan seseorang ke orang yang dianggap bawang kothong.Biar terlihat pintar pakai kaca mata,biar terlihat tepat waktu pakai jam tangan,biar terlihat orang kaya ngridit mobil dan lain sebagainya.Merubah cover sudah dapat menipu orang lain.

Tetapi apalah gunanya dianggap lebih baik oleh orang lain jika sebenarnya ia tidaklah sebaik anggapan orang lain.Bukankah memperbaiki dari dalam diri sendiri lebih baik daripada kita mengandalkan cover alias tampilan lahir.Biar dianggap pinter ya harus belajar rajin,Biar dianggap tepat waktu ya jadilah orang yang tepat waktu,biar terlihat orang kaya ya rajinlah dalam bekerja.

Anggapan dari orang lain yakni timbal balik dari perilaku kita memang akan terjadi.Berbagai opini akan muncul saat kita berperilaku.pro dan kontra akan bermunculan dan sebagai manusia normal sangat wajar jika kita ingin orang pro ke kita.Wajar jika orang ingin dianggap baik atau memiliki sesuatu.Tetapi sangat tidak wajar jika kita hanya mengandalkan cover saja / tampilan luar saja tanpa mau mengandalkan potensi dari dalam diri kita.Dan alangkah luhurnya jika kita bisa menghilangkan timbal balik dan anggapan dari orang lain karena kewajiban kita adalah berbuat baik kepada orang lain.Sedangkan timbal balik dari orang tersebut yakni baik atau tidaknya ia kepada kita itu murni urusan orang tersebut dan kita tidak perlu menuntut orang lain untuk berbuat baik kepada kita.

Jadilah orang yang berbicara yang baik atau jika tidak bisa ya diam.Begitulah sabda Rosululloh SAW.Rumus untuk melawan saat kita dibrondong argumen-argumen yang merendahkan kita ataupun memalukan kita dengan tujuan membikin suasana tertawa atau ramai adalah dengan membalas dengan perkataan yang baik atau paling mudah ya diam saja.Karena dengan diam,orang yang sebagai martir yang berkata dengan tujuan merendahkan kita,akan kesal sendiri.Ia sibuk bicara sendiri sedangkan kita diam.Biarkan saja ia mengomel kesana kemari,kita cukup dengan diam saja.Pada akhirnya ia akan berhenti juga untuk menjelekan kita karena tujuannya yakni supaya kita membalasnya itu tidak tercapai.cukuplah dengan Diam maka Cap Bawang Kothong dalam sebuah perbincangan ringan akan menghilang.Kita harus bisa memposisikan diri kita dengan benar.Kapan harus bicara,kapan harus diam.Jika kita bisa melakukan hal ini.Bawang kothong akan lenyap dari dalam diri kita.

Iklan

2 thoughts on “Petuah Bawang Kothong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s