Sensitivitas Bayi-Bayi

oleh : Aamir Darwis



Sebagai generasi yang mengaku modern,mungkin ini akan terdengar klenik atau mengada-ngada.Bahwa Setiap jabang bayi yang masih di dalam kandungan,ia mempunyai kepekaan yang luar biasa dengan dunia luar.Terutama hal-hal yang dilakukan oleh ayah ibunya.Perilaku ayah ibunya akan berimbas sangat drastis dalam hal proses menjadi tubuh bayi itu sendiri.

Di dalam tradisi Jawa ada istilah yang namanya “Pantangan” dimana ketika jabang bayi masih di dalam kandungan,orang tuanya harus melakukan tindakan atau perilaku yang baik atau jika tidak (artinya melakukan perbuatan yang buruk),hal itu akan mempengaruhi jabang bayi itu sendiri.Ia bisa cacat hanya karena orangtuanya melakukan tindakan pembunuhan hewan misalnya.

Hal ini memang sangat aneh dan misterius bagaimana mungkin perilaku orang tua bisa berdampak pada jabang bayi secara langsung.Tapi itu memang adanya.Di desa tetangga saya,ada seorang bapak yang membunuh belut.Runtutan kejadiannya,saya tidak tahu persis.Intinya sang bapak mempunyai istri yang hamil dan ia membunuh belut.Kondisi perasaan saat membunuh hewan juga mempengaruhi,harus tidak boleh marah,harus membaca basmallah dan jika perlu berdoa “semoga jabang bayi tidak kaget”.Maka jika melakukan hal tersebut jabang bayi akan terjaga dari hal-hal membunuh belut tersebut.Dan pantangan itu terbukti karena mungkin sang bapak lupa atau tidak peduli dengan pantangan itu,akhirnya bayi sang bapak itu berperilaku seperti belut maksudnya cara bayi itu bergerak mirip belut.Tubuhnya pun aneh.gerakan tubuhnya nampak seperti belut.Saya menyaksikan sendiri,bayi itu sekarang sudah dewasa.Ia harus menerima beban mental gara-gara kesalahan yang dibuat bapaknya.

Cerita lainnya,Ada seorang ibu hamil.Ia melakukan tindakan tidak wajar dengan menebang buah tetapi yang ditebang hanya setengah buah.Setengah buah ia biarkan masih tergantung di pohonnya.Buah apa ,penulis masih belum diberitahu ceritanya.Intinya saat bayi lahir,Ia bogo purus artinya ia mempunyai dua kelamin.Apa mungkin dengan tindakan aneh semacam itu bisa mempengaruhi secara langsung pada jabang bayi.Sangat tidak masuk akal secara ilmu modern tetapi itulah yang terjadi.
Ilmu modernpun tidak bisa menjawab ini,tapi ini nyata adanya.Bahwa saat seorang ibu sedang mengandung.Orangtuanya harus melakukan tindakan yang terpuji,jangan melakukan tindakan yang aneh semacam cerita di atas,atau jika melakukan pembunuhan pada hewan harus membaca basmallah jika tidak sang jabang bayi akan kena imbas dari perbuatan tercela itu.

Ini memang mitos dan kepercayaan dimana ini tidak ada dalam syariat islam tetapi ini adalah tradisi lokal yang sudah mengakar dan jika tidak dilakukan pasti akan memakan korban.
Apakah orang selain orang jawa juga sama-sama masuk dalam pantangan ini.Artinya ia juga bisa kena imbas dari pantangan ini.

Cerita yang penulis dengar ternyata ia.Ada seorang ibu yang menyusui tetapi tempatnya tidak wajar.Ia menyusui di latar (halaman depan pintu rumah).Padahal ibu itu bukan orang jawa,ia dinasehati sama tetua kampung untuk jangan menyusui di depan latar itu karena tidak sopan dan jika dilakukan bisa memakan pati artinya kematian.Ternyata beberapa bulan kemudian ibu dan jabang bayi itu meninggal dunia.

Lagi-lagi kita harus disuguhi tradisi yang tidak berdasar,tetapi apa yang harus kita pelajari dan kita lakukan untuk hal ini.Mengingat begitu banyak pantangan-pantangan yang harus kita hindari.

Pendapat penulis pribadi,tidak usahlah kita mencaci maki hal-hal klenik itu.Toh ternyata itu terbukti adanya.Kitapun lantas jangan menjadi pengagung klenik karena hakekatnya Tuhan pasti sudah menakdirkan hal itu adanya.Kitapun harus sadar bahwa pantangan-pantangan itu sangat mendidik kita untuk menjadi orang yang berbudi pekerti luhur.Terbukti kita diajarkan untuk berdo’a setiap saat baik saat baik dan buruk,diajarkan untuk menjaga sopan santun laku perilaku,diajarkan untuk melakukan tindakan yang baik dan jangan melakukan tindakan yang menyeleweng.Hormatilah budaya leluhur tetapi jangan sampai kita taqlid buta artinya menghilangkan keberadaan Allah dalam mitos atau klenik itu dan menjadi pemuja jin dan sekutunya.Kita harus tangguh dalam hal kepercayaan bahwa Allah adalah sumber dari segala sumber.Penentu takdir semua kejadian.Kita harus memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah sehingga saat menghadapi hal semacam ini.Kita bisa mengambil sisi yang baik dan membuang jauh-jauh apa yang dilarang oleh Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s