Belajar Dari Kepemimpinan Rasulullah SAW

Oleh : Aamir Darwis

Rosululloh SAW yang sebagai pemimpin para nabi dan rosul dan manusia seluruhnya,memiliki akhlak yang sangat luhur dan luar biasa.Beliaupun sendiri pernah bersabda “aku ini diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak” (H.R.Bukhori) yang berarti Rosululloh diutus untuk dandani manusia dari jalan jahiliyah yang penuh dengan pengingkaran dan dosa menuju jalan islam yang penuh kepatuhan kepada Tuhan.

Sebagai bangsa Indonesia kita bisa belajar dari kepemimpinan yang dikembangkan Rosululloh yaitu antara lain persaudaraan/persatuan (ukhuwah),kesederajatan (musawah),gotong royong (ta’awun),keadilan (‘adalh),musyawarah (syura),keselarasan (ummatan wasathan),berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot),toleransi (tasamuh),teguh pendirian (istiqomah),kerja keras dan kerja cerdas.

Dalam menghadapi masyarakat yang madani (civil society) yang sudah hadir di depan kita sebagai Bangsa Indonesia.Kita yang terdiri dari multi etnis,multi agama dan multi budaya,kiranya perlu belajar pada Rosululloh yang telah berhasil mewujudkan Madinah menjadi masyarakat madani.

Langkah strategi Rosululloh yang sangat hebat,penulis bisa mengkelompokan dalam 3 langkah strategi.

Pertama,Mendirikan masjid yang berfungsi sebagai tempat musyawarah (rapat),mencari ilmu (tolabul ilmi),tempat membimbing/membina umat dan tentu saja sebagai tempat ibadah.Sekarang yang terjadi,masjid hanya digunakan untuk tempat beribadah saja sehingga kurang optimal.

Kedua,mempersaudarakan kaum muhajirin (kaum pendatang) dengan kaum anshor ( penduduk asli yang menolong).Sebagai Bangsa Indonesia kita harus terus menerus menguatkan semangat kita untuk bersatu.Bhineka tunggal ika.Berbeda tetapi tetap satu .Memperjuangkan semua multi etnis dan agama juga masuk dalam cari ini.Cara kedua ini yang diperjuangkan Gus Dur dimana beliau ingin Indonesia tetap bisa bersatu walau penduduknya berbeda-beda.Gusdur bersahabat dengan semua multi etnis dan agama untuk mengkokohkan bhineka tunggal ika.

Ketiga,mengadakan perjanjian dengan kaum yahudi di madinah yang dikenal dengan “piagam madinah”.Beliau ingin madinah tetap bersatu dan kokoh sehingga beliau mengadakan semacam perjanjian kerja sama antara yahudi dan muslim.Yang isinya tentu adil buat kedua belahpihak dan saling memperjuangkan madinah.Mungkin “Piagam Jakarta” mirip dengan perjanjian tersebut,dimana para Ulama ngalah untuk tidak jadi membuat semacam perjanjian yang hanya untuk umat islam tetapi untuk semua Bangsa Indonesia.Sehingga dihapuslah pasal satu dalam perjanjian tersebut.Jelas maksud disana bukan menolak islam tetapi supaya semua masyarakat baik itu islam atau nonislam yang mengaku Bangsa Indonesia maka harus bersama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.

Jelas sekali bahwa pola kepemimpinan yang ditempuh Rosululloh untuk mewujudkan masyarakat Madani yang madani sangat relevan untuk diperjuangkan Bangsa kita.Bersatu,saling menjaga dan saling menghormati,saling mengamalkan keahlian dan kemampuan masing-masing untuk kebaikan kita bersama sebagai orang yang mengaku dan lahir di bumi ibu pertiwi,yakni Indonesia.Jayalah Indonesia!

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s