Membingkai Masalah

oleh : Aamir Darwis

Bicara tentang manusia pastilah harus bicara tentang masalah yang dihadapinya.Yang tentunya sangat kompleks bahkan beragam berjuta-juta masalah yang hadir dalam kehidupannya.Penulis menulis ini bukan berarti semua masalah yang dihadapi oleh penulis itu bisa diselesaikan bisa dihadapi bahkan bisa dilalui dengan mudah.Kita sama-sama belajar apa itu masalah dan bagaimana respon kita tentang masalah itu sendiri.

Pada hakekatnya,masalah adalah suatu pembelajaran dari Tuhan untuk meningkatkan derajat manusia ataupun menurunkan derajat manusia.Masalah bisa jadi ujian atau cobaan atau bahkan bisa jadi adzab.Dan kitapun tidak tahu nilai inti dari masalah itu.Apakah itu ujian,cobaan atau adzab ?

Yang paling bijak menurut hemat penulis adalah bagaimana kepekaan kita merespon masalah itu.Kita taruh dimana masalah itu.Apakah harus sampai kita fikirkan dan masukan ke hati.Ataukah cukup dengan memakai tangan saja artinya tidak harus kita seriusi.Misalnya saja masalah perpolitikan tentang bangsa ini.Jika anda bukan politikus,tidak usah memikirkan ini sampai serius bahkan jangan sampai anda terbawa mimpi dengan masalah ini.Karena toh yang berpolitikpun macam DPR saja kadang-kadang hanya menaruh masalah itu ditangannya.Mereka asyik tiduran saat rapat bahkan ada yang sampai nonton video porno saat rapat.Jika DPR saja yang wajib memikirkan politik bertingkah konyol semacam itu,kita yang bukan apa-apa pecah kepala gara-gara mengurusi Indonesia.Saya kira sebagai warga biasa tidak usahlah memikirkan politik serius-serius.Justru masalah keluarga,kita harus serius.Bahkan harus nomer wahid.Tetapi bukan berarti ikut memikirkan Indonesia tidak boleh.Jika kita memikirkan Indonesia itu sodakoh untuk Indonesia.Sedang yang wajib memikirkan Indonesia adalah pemerintah,DPR dan lembaga-lembaga negara lainnya.Dan merekalah yang kelak harus bertanggung jawab pada Indonesia dihadapan Tuhan karena status mereka adalah wajib.

Kepekaan dan kecerdasan kita dituntut dalam menghadapi masalah.Apakah masalah itu harus kita fikirkan serius atau cukup kita taruh ditangan saja artinya biasa saja tidak serius-serius amat kita fikirkan.jika kita bisa melakukan hal ini beban yang tidak penting tidak harus kita pikul.Kita menjadi sehat fikiran,jarang stres bahkan rohanipun bisa tertata dengan rapi karena hanya memikirkan masalah-masalah yang penting saja.

Misalnya masalah anak atau keluarga kita harus taruh dimana ? Masalah di kantor atau pekerjaan kita taruh sampai mana ? Masalah dengan orang lain kita taruh dibagian mana ? Apa harus serius,apa harus difikirkan karena mungkin penting,apa harus dibiarkan saja,apa jangan difikirkan karena hanya menambah beban mungkin dan apa harus berkonsultasi curhat dengan teman atau orang lain.Jika kita pandai menaruh masalah sesuai kadarnya,masalah takkan mengganggu kita.

Masalah dalam arti ujian adalah kenaikan derajat.Seperti halnya anak sekolah yang harus diuji saat kenaikan kelas.Kitapun dalam kehidupan ini pasti akan diuji dan kita dituntut harus lulus dalam menghadapinya.Semakin tinggi ujian semakin tinggi pula ia naik derajat baik dimata manusia maupun Tuhan.Ujian tukang becak dan penjual bakso berbeda.Ujian sopir angkot dan karyawan kantor berbeda.Siapa yang tanggap dan cepat dalam merespon ujian,dialah yang menang.Sedangkan yang mengeluh dan mundur pastilah kalah.Lewat wacana memang mudah tetapi prakteknya susah bukan main kan?? Anda berani berbenah saat ini.

Dan jika kita bisa mengaitkan masalah dengan mengingat Allah maka masalah tidak akan membuat kita stres.Orang yang kalah dari masalah dalam hal ini stres yaitu orang yang pasti melupakan Tuhan dalam menghadapi masalahnya sendiri.Padahal jika saja ia mau pasrah dan tawakal kepada Tuhan,masalah seberat apapun tidak jadi soal karena ia tahu bahwa itu cara Tuhan menaikan derajatnya atau meridhoinya.Dan ia mengerti bahwa Tuhan memberi cobaan pasti sesuai kadar kemampuan hambaNya.Semoga kita bisa mengaitkan masalah apapun dengan mengingat Allah karena ini adalah cara terkuat dalam menghadapi masalah.Dan semoga masalah yang kita hadapi adalah ujian dan cobaan.Bukan adzab karena jika sudah menjadi adzab maka tidak ada cara lain kecuali beristighfar dan bertaubat kepada Tuhan.Dan karena kita tidak tahu bahwa masalah itu ujian,cobaan atau adzab maka cara yang paling bijak mengakalinya adalah dengan beristighfar meminta ampun kepada Allah.Sungguh orang yang hebat jika menghadapi masalah ia beristighfar meminta ampun kepada Allah.Bagaimana tidak hebat,ia sedang diberi cobaan tetapi masih mau beristighfar,ia mau bertawakal dan ikhlas dan ia mau berusaha melewatinya dan ia cerdas dalam menaruh Setiap masalah dikehidupannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s