Naik Turun Derajat Karena Caci Maki

oleh : Aamir Darwis

Hinaan atau cacian erat kaitannya dengan tujuan seseorang penghina dan pencaci itu sendiri.Ia bisa karena benci pada seseorang,tujuan supaya dibilang lucu,karena iri dengki,atau karena balas-balasan dalam menghina dan membenci.

Di zaman yang memasuki era digital dimana internet yang merupakan isi dari segala isi keilmuan.Yang semu dalam sumber referensi yang jelas.Membludaknya arus media sosial membuat perbincangan lewat dunia maya lebih sering bahkan sangat-sangat tidak terkontrol.Artinya orang menjadi bebas berekspresi.Jika dalam perbincangan langsung dengan manusia mungkin ia akan ada saring kata-kata.ia menjaga supaya lawan bicara tidak emosi marah karena mungkin sebab dari perkataan menghina.Ia menjaga sopan santun dalam perbincangan langsung.

Namun karena medsos adalah dunia maya.Penyaringan kata-kata dalam berbicara sudah tipis.Karena ia sudah berjarak.tidak dalam satu wilayah.Sehingga untuk berkata-kata buruk dan menghina, ia berani dan tidak malu lagi berkata jorok.Artinya orang sudah tidak peduli anggah ungguh bahasanya.

Karena begitu banyaknya ungkapan hate speech,kita dituntut menemukan cara bagaimana solusinya supaya kita tidak ikut terjebak dalam ajang hate speech.Kita dituntut supaya tidak membalas jika kita dihina ataupun dicaci maki.
Tetapi itu sangat sulit karena ini erat kaitannya dengan emosi yang ada dalam diri manusia itu sendiri.Dan sangat wajar karena manusia nyatanya tidak suka dihina atau dicaci maki.Padahal jika kita bisa  belajar dari hinaan itu ataupun cacian itu kita bisa memperbaiki diri kita.Kita bisa meningkatkan daya positif kita.Namun jika yang keluar adalah emosi dan sangkaan negatif maka yang ada hanya gelombang-gelombang emosi kemarahan.

Misalnya saja orang dihina bahwa ia bodoh.Jika pilihan adalah emosi kemarahan,ia akan meluapkan dengan hate speech balik ke penghina atau yang paling cepat,tangan bisa meninju si penghina itu.Tetapi jika yang menjadi pilihan adalah daya positif.Ia dihina ia bodoh.Ia lantas tidak marah.Bahkan ia malah senang karena itu adalah cara menaikan levelnya.ia menjadi rajin belajar supaya tidak dianggap bodoh lagi.Iapun menang dari hate speech itu menjadi nilai positif.

Proses terjadi emosi marah saat dihina orang lain ternyata adalah keterpenjaraannya fikiran kita dengan ungkapan hate speech itu.Maksudnya kita terlalu percaya bahkan meyakini bahwa ungkapan hate speech dari si penghina adalah benar adanya sehingga kitapun menjadi marah dan emosi.

Cara yang paling ampuh menangkal hate speech supaya kita tidak emosi dan marah adalah dengan tidak mempercayai kata-kata cacian itu sendiri.

Misalnya,ada orang tonggos kemudian dihina orang dijelekin orang bahwa tonggos itu jelek.Ia marah dan emosi karena mempercayai kata-kata cacian itu.Jika ia mempercayai dirinya dan ia mengingat Tuhan bahwa pasti semua ciptaan Tuhan itu bagus dan tidak semua tonggos itu jelek pasti ia tidak jadi emosi dan marah karena ia percaya dengan dirinya bukan percaya pada omongan ataupun cacian orang.Kuncinya adalah kita tidak harus mempercayai kata-kata cacian yang terlontar untuk kita karena toh itu hanya respon dan pendapat dari si tukang caci maki itu.Dan kekuatan yang sebenarnya ada dalam diri.Tidak terpengaruh cacian orang karena sudah meyakini dirinya sendiri.
Dan pada akhirnya jika cacian itu bisa meningkatkan kemampuan / derajat kita menjadi lebih baik ,kita harus merespon untuk kita gunakan sebagai wahana tantangan.Tetapi jika cacian itu hanya ungkapan kebencian yang omong kosong tidak ada celah untuk meningkatkan kemampuan kita,cara yang paling tepat adalah tidak mempercayai kata-kata cacian itu karena toh itu hanya respon dan pendapat orang lain.Anggaplah itu semacam “anjing menggonggong kafilah tetap berlalu”.

Iklan

2 thoughts on “Naik Turun Derajat Karena Caci Maki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s