Ngadil Yes,Dengki No

oleh : Aamir Darwis

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adil bermakna tidak berat sebelah atau seimbang.Begitu juga dalam Bahasa Arab,’Adilun yang artinya seimbang.Seimbang atau Keseimbangan sangat erat kaitannya dengan yang namanya adil.Adil bukan berarti semua harus sama baik, isi dan wadahnya tetapi selaras seharmoni saling melengkapi,itulah keadilan.

Kita sering terjebak bahwa adil itu harus sama artinya jika tidak sama disitu tidak ada keadilan.Si A kaya,Si B juga harus kaya,Si C pintar Si D juga harus pintar.Pola yang buruk dalam memandang keadilan semacam ini biasanya karena wujud keirian atau keinginan memiliki atau seperti apa yang ia fikirkan.Jika kenyataannya tidak pas maka ia akan menyimpulkan bahwa dalam konteks itu tidak ada keadilan.

Misalnya Paijo adalah orang miskin,ia merasa tidak adil karena melihat Painem adalah orang kaya,ia merasa tidak ada keadilan di dalam hidupnya.Ia membayangkan bahwa adil itu ya harus semua.Kaya ya kaya semua.Miskin ya miskin semua.Karena keyakinan bahwa tidak ada keadilan,ia mudah menyepelekan ajaran agama karena ia menyangka bahwa keadilan itu ya harus sama semua.

Mengkategorikan makna adil hanya dalam satu wilayah saja yakni hanya dalam hubungan timbal balik.Seperti kaya dan miskin,besar dan kecil,punya dan tidak punya dan lain sebagainya.Bisa jadi malah menambah kedunguan kita tentang makna adil itu seperti apa.Padahal kita sudah benar-benar tahu bahwa Dunia diciptakan akan selalu berlawanan karena hakekatnya memang seperti itu.Ada bumi ada langit,ada kertas ada pulpen,ada orang baik ada orang jahat dan seterusnya.sangat sembrono jika menyimpulkan bahwa adil itu harus sama padahal hakekat kehidupan diciptakan tidak sama.

Adil bisa jadi sesuatu kondisi yang menempatkan sesuatu pada tempatnya dengan benar.Mengerti akan status dirinya baik itu jenis kelaminnya,asalnya,pekerjaanya,rumahnya dan apa yang dimilikinya dengan menggunakan secara wajar dan harmoni yakni seimbang maka bisa jadi itulah adil.Kita tidak perlu ingin jadi perempuan jika nyatanya kita lelaki,kita harus hidup layaknya lelaki.Kita tidak perlu malu dengan status sosial kita justru kita harus menempatkan diri kita yang sekiranya pas dan wajar di bagian status sosial itu.Artinya jika kita bisa beradaptasi dengan diri kita terhadap orang lain ataupun sesuatu di luar diri kita,adaptasi yang benar yakni menempatkan sesuatu pada tempatnya maka bisa dibilang kita sudah adil terhadap diri kita.

Kita tidak perlu mencari makna adil di dalam kebendaan karena bisa jadi malah bukan adil yang didapat tetapi malah kedengkian dan iri yang menjurus ke penyimpulan makna tidak adil.Karena hakekat adil adalah seimbang.Seimbang disini adalah seimbang dalam segala hal.Banyak orang menyangka bahwa di dunia ini tidak adil bahwa orang lemah selalu kalah.Sangkaan seperti itu hanyalah wujud keputusasaan dalam konteks karena kalah ataupun karena terdzolimi.Padahal di dunia ini sangatlah adil.Semua bergerak dengan harmoni dan adil.Laut percaya diri jadi laut,ia tak ingin jadi langit.Bintang selalu jadi bintang,ia tak ingin jadi bumi.Semua yang di bumi dan di langit sudah ikhlas menjadi dirinya,melakukan yang terbaik dengan potensi dirinya.Laut selalu menampung ikan,Bintang selalu bersinar di kegelapan malam.Apa jadinya jika laut dan bintang merasa tidak adil.Bisa-bisa langit akan gelap tanpa cahaya bintang dan ikanpun bingung mencari tempat karena laut sudah tidak sudi dihuni ikan.

Dunia sudah sangat adil.Sangat harmoni.Sangat seimbang.Dan manusialah biang keladi ketidak seimbangan dengan melakukan kedzoliman-kedzoliman.Tetapi kita tidak perlu khawatir karena kedzoliman pasti akan dibalas.Jika tidak di dunia ya pasti di akherat.Justru inilah yang harus kita waspadai karena kedzoliman nyatanya adalah musuh dari keadilan.tetapi hakekat adil sudah melampaui makna keadilan dalam hal perlawanan melawan kedzoliman.

Iklan

6 thoughts on “Ngadil Yes,Dengki No

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s