Pengemis Profesional Bak Buah Simalakama

oleh : Aamir Darwis

Kita dibuat geleng-geleng kepala saat mengetahui bahwa ada pengemis menyimpan uang jutaan rupiah di gerobaknya.Apa yang salah dengan hal ini? Apakah aktifitas mengemis bukan aktifitas malang lagi tetapi sudah bergeser menjadi aktifitas pekerjaan yang menghasilkan uang ? Pertanyaan ini mungkin tidak bisa dijawab dengan mudah karena kita tidak benar-benar tahu apa niat gerangan orang mengemis.Apakah karena kekurangan/kemiskinan yang menjerat atau jangan-jangan sengaja menjadikan ngemis sebagai pekerjaan harian ? menjadi pengemis profesional ?
Seperti kita tahu bahwa mengemis sudah menjadi pekerjaan berduit bagi para pengemis profesional yaitu yang mengemis semata-mata hanya untuk duit saja padahal sebenarnya tidak kekurangan.Merekalah yang paling bertanggung jawab membuat para pengemis asli menjadi semakin tersisih di kehidupan ini.

Kitapun menjadi bimbang saat mau memberi ke pengemis.Itu pengemis asli atau profesional ?? Kita menjadi ragu-ragu bimbang bahkan masalah ini bak buah simalakama.Kita dibuat pusing karena hal ini.

Buat orang yang bersih hatinya,persoalan diatas tidak menjadi soal karena yang dia lihat adalah keikhlasannnya,ia tidak menghiraukan pengemis itu benar apa bohong yang penting memberi ,persoalan benar bohong itu urusan bagi si pengemis.Begitu kilahnya.
Sedang bagi orang awam seperti kita,fikiran tentang kebenaran pengemis itu selalu menjerat fikiran kita.Membuat ragu-ragu dan bimbang.Dan yang paling parah adalah kita tidak jadi memberi karena hal ini.Tetapi ini maklum karena kita juga punya hak untuk tahu,uang yang kita sedekahkan itu digunakan untuk apa.

Solusi paling bijak mungkin bisa dimulai dengan mengecek keadaan pengemis dulu.Jika ia cacat atau lumpuh atau sudah tua renta.Tidak usahlah kita memikirkan hal-hal di atas,langsung saja memberi karena mereka adalah yang sangat membutuhkan.Walaupun cacat bisa dibuat tetap saja mereka adalah yang menderita.Tidak usah ragu dan bimbang karena menolong mereka adalah tindakan yang tepat.

Lain halnya jika pengemis itu masih muda,masih kuat,atau masih bisa kita prediksi bahwa orang itu sebenarnya masih bisa mencari pekerjaan maka tidak memberi  juga bukan masalah bahkan mungkin ini tindakan yang tepat.Pengemis profesional tidak akan berhenti mengemis atau pindah kerjaan jika dari mengemis ia dapat duit banyak.Cara menyadarkan mereka adalah dengan tidak memberi kepada mereka.Bukan karena pelit tetapi memang ini adalah langkah yang tepat.Tidak memberi kepada pengemis profesional juga bisa diartikan menolong harga diri mereka.Dalam hal ini kita mendidik mereka.

Masalah yang akut dan kejam adalah kebiasaan pengemis mengajari anaknya mengemis.Mereka merampas hak anak mereka untuk belajar dan bermain.Alasan tidak punya duit menjadi nomer wahid.Padahal kalau saja,mau keluh kesah ke Pemerintah setempat atau masyarakat setempat pastilah dibantu.Beribu anak mati potensinya menjadi budak keinginan orangtuanya.Disuruh meminta-minta seolah-olah meminta itu tindakan yang tepat baginya.Terkungkung masalah orangtua sehingga mau tidak mau ia menjadi sapi perah orangtuanya.Apakah kita bisa menghentikan siklus kejam ini?? Waktulah yang akan menjawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s