Kisah Sarpin Dan Saimun Part 10 : Keresahan Di Kerajaan BlimbingWesi

oleh : Aamir Darwis

Ternyata bunyi sholawat yang bergema di udara bukanlah Sholawat Badar melainkan Sholawat Nariyah.Ternyata Malam tadi dengan tema Hari Santri 22 oktober 1 Milyar Sholawat,seluruh santri dari seluruh Indonesia dan dunia akan membacakan sholawat nariyah.Ada dari Ponpes Sunan Drajat Lamongan (10.000 jama’ah),Ponpes Lirboyo (30.000 jama’ah),Masjid Sunda Kelapa Jakarta (5.000 jama’ah),Ponpes Sidogiri Pasuruan (15.000 jama’ah),Ponpes Walisongo Situbondo (15.000 jama’ah),Ponpes Darussa’adah Gunung Sugeh Lampung (5.000 jama’ah),Ponpes Syaichina Kholil Batu Besaung Kota Samarinda (5.000 jama’ah),dan Ponpes-ponpes lainnya beserta perwakilan santri di seluruh dunia.Keseluruhan Sholawat Nariyah yang akan dibaca adalah 4.444 X 375.000 = 1.666.500.000

Sarpin & Saimun tersenyum dan bangga bahwa Santri Indonesia sedemikian banyaknya,tetapi tiba-tiba mereka menemukan selembaran Koran dengan berita “Abok menjelekan Kitab Suci”,mereka kaget dan mencoba membacanya.

Di dalam berita itu,Abok (Non Muslim yang mencalonkan jadi Raja Kerajaan BlimbingWesi) telah dengan terang-terangan menghina dan menjelek-jelekan Kitab Suci AlQur’an sehingga membuat geram Padepokan-Padepokan Islam disana,tetapi gara-gara berita itu,Abok makin terkenal.Semua masyarakat Kerajaan BlimbingWesi membicarakannya,ada yang marah,ada yang biasa saja dan malahan ada yang mendukungnya.

Sarpin & Saimun ternyata ikut berkomentar.

“Saya kurang setuju dengan Padepokan Islam itu yang seakan-akan ingin memenjarakan Abok?” Kata Sarpin

“Lah,kamu gimana pin,jelas mereka marah,saya juga akan marah .Jika tahu AlQur’an dihina seperti itu” Jawab Saimun

“Ada 3 sudut pandang,Mun.Pertama,Kita ibaratkan ada orangtua yang melihat anaknya dimaki-maki orang dijelek-jelekin orang pasti respon kita membela anak kita karena itu anak kita.Begitu juga dengan AlQur’an,kita pasti akan marah jika ada yang berani-berani menjelekannya.Apakah marah dalam hal ini salah? Sudah pasti tidak salah,itu wajar saja,Mun.Karena Orang Islam merasa punya AlQur’an jadi ya wajar jika marah.Kedua,Setelah kita marah,apakah lantas kita langsung ingin balas dendam atau ingin menghukum si pencela itu? Kita lihat dulu,pokok permasalahannya.Kita tahu,Mun.Islam dan AlQur’an sudah pasti sempurna.Pasti benar dan tidak akan salah.Yang bisa salah adalah tafsir kita tentang Islam dan AlQur’an.Jadi jika dilihat dari permasalahan itu,yang salah ya si pencelanya karena belum mengerti kebenaran dari AlQur’an.Apakah jika si pencela belum ngerti lantas kita hukum bahkan kita bunuh? Ya janganlah.Kita beritahu,kita terangkan dan kita ajari kebenaran AlQur’an itu kepadanya.Bukankah ini lebih indah daripada sekedar marah-marah?” Kata Sarpin

“Sudut pandang ketiga apa,Pin.Tapi ya tetap saja aku marah,Pin.Abok telah menghina kita,merendahkan agama kita,aku tetap tidak terima” Kata Saimun

“Ya,itu tidak apa-apa.Kan sudut pandang banyak.Kamu memilih sudut pandang pertama,ya tidak apa-apa.Itu kan haq kita juga sebagai Muslim untuk membela diri.Tapi aku harap,tidak ada perkelahian apalagi pertumpahan darah.Biarlah Ulama Padepokan Disana melawan lewat jalur hukum,itu haq mereka.Dan itu sah-sah saja.Dan kita sebagai orang kecil,tidak perlulah ikut marah-marah.Serahkan saja pada Ulama-ulama itu.Tetapi harus diingat masih ada sudut pandang Kedua itu,Mun.Yakni Menjelaskan ke publik Kerajaan BlimbingWesi tentang kebenaran AlQur’an sehingga diharapkan bisa membuat orang semakin tertarik dengan Islam.Ini sangat bagus,Kaitkan dengan dakwah,Mun.” Kata Sarpin

“Dan sudut pandang ketiga.Islam dan AlQur’an adalah sempurna.Ada satu orang atau bahkan jika seluruh penduduk bumi menghina Islam dan AlQur’an,tetap saja Islam dan AlQur’an sempurna.Jelaslah bahwa yang salah yang menjelekannnya dan tugas kita bukanlah lantas balik untuk menjelekan tetapi memberitahu dan mengajarkan AlQur’an.Kita do’akan semoga Si Pencela akan sadar,syukur-syukur dia masuk islam.Ini kan bagus,bukan?” Kata Sarpin

“Mana mungkin,dia itu dedengkot kafir” Jawab Saimun

Sepertinya diskusi itu tidak mudah untuk diselesaikan,padahal bisa jadi ini semacam bedil yang ditembakan oleh penguasa bayangan untuk mengacaukan umat islam tetapi bedil itu bisa kita balikan kita serang balik,jika saja seluruh pemimpin ormas-ormas islam mau bergabung dan berembug bersama untuk mencalonkan pemimpin Islam.Apakah bisa? Sedangkan Ormas-Ormas Islam seakan-akan punya sekat pemisah sehingga tidak mudah untuk bersatu.Problemnya satu yaitu masalah Khilafiyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s