Kisah Sarpin Dan Saimun Part 15 : Stupidphone-ku

oleh : Aamir Darwis

Saimun yang masih ngaji dan mondok di gubugnya Kyai Sengkelat,tiba-tiba mengutarakan niatnya untuk pulang kampung ke Desa DoyanMakan (Konon Cerita Desa ini dinamakan DoyanMakan karena merupakan sindiran bagi mereka yang mengutamakan perutnya daripada hatinya artinya mengutamakan dunianya daripada akheratnya)

“Mbah Kyai,saya ijin pulang kampung.Saya disuruh Bapak bantu-bantu ke sawah dan ladang.Saya minta ijin seminggu saja,kyai..” Pinta Saimun

“Baiklah,silakan kemas-kemas.Nitip salam buat keluargamu di rumah ya” Jawab Kyai Sengkelat

“Makasih Kyai..” Saimun akhirnya pulang kampung

Di kampung Desa DoyanMakan

Saimun langsung menemui bapak ibunya dan untuk kemudian istirahat di kursi dekat televisi.Bapak dan Ibunya sedang asyik nonton sinetron tivi dan adiknya sedang main hape.

Pemandangan itu membuat Samun sedih sekaligus heran,Sebelum Saimun pergi berguru ke Kyai Sengkelat,sehabis maghrib biasanya bapak dan ibunya mengajari ngaji adik dan dirinya.Dan kemudian bersama-sama membaca kitab suci AlQur’an.Tetapi sekarang sejak datangnya televisi dan hape,semua telah berubah.

“Apakah ini efek buruk dari adanya televisi dan handphone? Bapak dan ibu juga adik-adik di desa saya,semakin meninggalkan aktifitas mengaji dan diganti dengan aktifitas menonton tivi dan main hape.Apakah teknologi modern malah membikin kita bodoh? Jauh dari agama,jauh dari silaturahmi dan sibuk menjadi manusia indifidual? Apakah kita seperti patung bernyawa saat menonton tivi karena kita masuk pengaruh tivi? Apa kita budak hape karena alat itu terbukti melalaikan kewajiban kita? Apa dengan memakai smartphone membuat kita keren dan pintar,atau sebaliknya membuat kita bodoh?” Saimun terus saja bertanya-tanya di dalam pelamunannya.

“Tapi yang pasti,bolehlah nonton tivi,tapi acaranya yang jelas.Yang berkualitas,kan banyak tontonan yang mendidik misalnya mata najwa,kick andy,pengajian-pengajian,tahu gak sih,laptop si unyil dan masih banyak lagi.Nonton yang latah yakni yang mengumbar kelucuan itu bolehlah tapi jangan berlebihan.Sangat bodoh jika kita semalam suntuk hanya untuk nonton komedi latah,padahal kan banyak pilihan acara-acara yang bagus.Itu juga berlaku pada acara sinetron.” Fikir Saimun dalam lamunannya

“Teknologi smartphone memang semakin canggih tetapi hal itu malah membuat manusianya semakin bodoh,manusia akan semakin bergantung dengan adanya smartphone.Jika ketinggalan smartphone sudah merasa gelisah dan cemas sedang ketinggalan sholat jama’ah tidak satupun merasa gelisah dan cemas.Harusnya dinamakan StupidPhone! Karena fungsinya sekarang lebih mirip kayak berhala-berhala jenis baru.Berhala kan melalaikan manusia dengan Tuhan,sama seperti smartphone yang bisa melalaikan manusianya dengan Tuhan.Terutama konten-konten game,video,media sosial dan musiknya.Padahal jika saja,yang ditonton itu video-vidio pengajian atau sesuatu yang menginspirasi dan bermanfaat,media sosial bukan yang mainstream saja,artinya beli smartphone jangan untuk fesbukan aja,sering-sering kunjungi situs-situs islam,situs-situs pesantren kan banyak sekarang,pesantren yang memiliki website,punya hape kok hanya buka situs-situs mainstream,paling-paling buka facebook,detikcom atau BBM,harusnya kan jangan gitu,masih banyak situs yang harusnya lebih layak dikunjungi kan?” Fikir Saimun dalam lamunannya

Saimun yang sedang menggengam ponsel ditangannya tiba-tiba berucap sesuatu

“Ah,selama ini aku lalai gara-gara,My StupidPhone.Djancukkkk” Saimun berkata sambil marah-marah

Tiba-tiba lampu listrik mati,yang otomatis mematikan juga televisi yang sedang ditonton oleh orangtuanya dan baterai hape sang adik juga low,tinggal tunggu mati saja tuh hape.Sepertinya itu mungkin pertanda,bahwa mereka harus berdaulat dengan dirinya sendiri,Gunakanlah seperlunya media televisi dan ponsel,Jangan sampai media seperti itu melalaikan kewajiban kita yang lebih penting apalagi malah membuat kita tambah dosa sebab adanya media itu.Semua kembali ke diri,Smartphone berlaku jika pemiliknya dapat menggunakan dengan baik,positif dan berguna dalam artian tidak merugikan dirinya dan orang lain,baik itu rugi waktu rugi pulsa ataupun rugi kuota dan Stupidphone berlaku jika pemiliknya gagal menjadikan manfaat,hanya digunakan untuk nge-game saja sepanjang hari,nonton yang tidak jelas,media sosialnya hanya dia isi dengan konten dan komen kebencian,rasis,kata-kata kotor dan musiknya yang fly saja,pengajian dan pencerahan diri nyaris tidak ada.Dimanakah ponselmu berada,Smartphone atau Stupidphone??

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s