Kisah Sarpin Dan Saimun Part 16 : Kerajaan BlimbingWesi Bergejolak Lagi

oleh : Aamir Darwis

Suasana di rumah gubuknya Kyai Sengkelat serasa sepi karena untuk saat ini hanya Sarpin saja yang masih menimba ilmu sedang sahabatnya yakni Sarpin masih berada di kampungnya untuk membantu orangtuanya bertani dan berladang.

“Serasa sepi,kyai.. kini hanya aku saja yang menemani kyai.” Curhat Sarpin

“Jangan bilang begitu,Pin.Kamu pikir jika kita sendiri itu hakekatnya sendiri.Bagaimana dengan malaikat pencatat amal yang selalu menemani kita.Kita tidak benar-benar kesepian,kita selalu diawasi dan ditemani” Jawab Kyai Sengkelat dengan pemaparan yang mendalam,dimana manusia walaupun sendiri ia tidak benar-benar sendiri maka hakekatnya manusia tidak benar-benar kesepian

Tiba-tiba Sarpin memberanikan diri menanyakan perihal Si Abok ( Warga Kerajaan Blimbingwesi) yang lagi-lagi membikin gempar kerajaan sebab perkataannya yang kontroversial yang diduga menghina kitab suci Alqur’an

“Kyai,gimana pendapat kyai tentang Si Abok,yang nyatanya terang-terangan menghina alqur’an?” Tanya Sarpin

“Pin,saya akan berkomentar,tapi jangan dikira semua jawaban nanti adalah kebenaran mutlak.komentar nanti itu sifatnya relatif.Hanya pendapat yang pasti bisa benar bisa juga salah”

“Sebab Abok berani mengatakan hal itu (Menjelekan AlQur’an) karena Abok merasa ayat itu menjadi batu sandungan bagi dirinya yang akan mendaftar jadi Perdana Menteri disana.Padahal jika dipahami lebih dalam itu merupakan hak umat islam untuk memilih pemimpinnya,dan Abok merasa terancam karena ayat itu bisa menjadi hambatan untuk memilih dirinya.Ia tidak mengerti bahwa ayat itu hak kaum muslim untuk memilih pemimpinnya.Jadi jika Abok memelintir dengan ucapan ‘dibohongi’ saya kira ucapannya itu salah bahkan terkesan menjelekan AlQur’an”

“Jika yang mengucapkan itu orang sipil biasa,saya kira takkan seheboh ini bahkan mungkin peristiwa 411 tidak akan terjadi,tetapi yang mengucapkan ini adalah pemimpin yang pasti akan mengundang kehebohan dan kegaduhan.Dan terbukti,Umat Islam pasti tidak akan terima sehingga goal dari ucapan itu adalah reaksi pembelaan dan reaksi pembelaan itu bermacam-macam.Ada yang mengeluarkan reaksinya lewat demo,ada yang lewat do’a,dan lain sebagainya.Ibarat perang,ada yang menjadi tentaranya,ada yang penyuplai makanan dan lain-lain.Tapi jangan dikira bahwa ini adalah perang…Ini adalah rekaat awal.”

“Rekaat awal itu apa maksudnya,Kyai?” Sarpin penasaran

“Rekaat awal ini mungkin bisa cacat bisa juga tidak karena nyatanya demo kemarin,banyak yang nimbrung dan ikut memanfaatkan aksi itu.Saya tidak mengatakan bahwa Calon Perdana Menteri lain itu juga ikut campur,tetapi jika itu dunia politik,jelas lawan main pasti akan senang dengan aksi itu karena lawan mainnya sedang diserang habis-habisan sehingga ia akan mudah melangkah ke depan”

“Bisa jadi,politikus-politikus yang ikut demo niatnya bukan karena membela AlQur’an tetapi sebab dorongan kepentingan politik semata,ini kan bisa jadi ya.Kita juga pernah mengalami hal serupa,tepatnya saat pelengseran Soeharto dari kursi kepresidenan”

“Dulu,semua pemimpin politik bersatu padu satu suara ingin menjatuhkan Soeharto dari posisinya,Saya mengira dulu benar-benar revolusi total dimana korupsi akan hilang,pemerintahan akan jadi lebih bersih.Tetapi perkiraan saya salah! Setelah Soeharto lengser,pemimpin politik justru berebut ingin mendapatkan posisi itu,Kita bisa lihat tragedi Presiden Gusdur dilengserkan oleh rekannya sendiri yakni Megawati dan Amin Rais,yang mengindikasikan bahwa persatuan itu semu karena nyatanya justru malah ingin berebut dan menang sendiri.”

“Dan saya tidak akan mau itu terulang lagi,Jika kita mau berfikir lebih jauh lagi.Musuh Kerajaan Blimbingwesi bukanlah Si Abok itu,tetapi jauh lebih besar lagi.Dimana ada perencanaan licik untuk menguasai total sumberdaya alam di kerajaan itu.Warga disana akan menjadi jongos dipermainkan dininabobokan dikebiri dengan isu-isu sara,ras,suku yang ingin agar warga disana pusat konsentrasinya hanya di itu-itu saja sehingga saat mereka mencuri mereka dengan leluasa masuk kerajaan itu”

“Saya beri gambaran begini,Ada keluarga kaya yang mempunyai dua anak,pencuri ingin masuk tapi tidak bisa karena satpam dan keluarga itu pasang kuda-kuda untuk menjaga kekayaannya.Trik supaya kuda-kuda itu rapuh,dibikinlah isu adu domba,isu perbedaan sehingga dua anak itu saling bermusuhan.Konsentrasi akan terpusat di dua anak itu,satpam dan keluarga disana akan sibuk mendamaikan dua anak itu sehingga celah untuk masuk menjadi lebar,maka masuklah pencuri itu menjarah barang-barang mewah keluarga itu.”

“Dan mungkin..Jika saja,demo besar-besaran itu juga berlaku bagi pelaku korupsi artinya jika ada yang korup didemo seperti itu sehingga akan membuat takut koruptor,proses hukum juga diawasi sehingga koruptor tidak bisa menyuap karena jika terbukti menyuap atau diringankan hukumannya akan di demo lebih besar lagi,saya kira tidak akan ada itu yang namanya penjara salon,penjara mewah,penjara hotel.Yang terbukti! Membikin malu dan rendahnya aparat disana.”

“Koruptor bisa seenaknya bicara,sumpah palsu.Masih ingat dengan koruptor yang ingin digantung di Monas.Omongannya bak ksatria tetapi jiwanya iblis.Saya berharap koruptor juga di demo seperti itu.Padahal jika kita teliti lagi,koruptor juga meremehkan Ayat Suci AlQur’an karena telah melanggar sumpah janjinya di atas kitab suci.Ini jauh lebih meremehkan karena efeknya adalah pencurian-pencurian asset negara.”

Sarpin semakin berharap kepada warga Kerajaan Blimbingwesi,karena ternyata disanalah Sarpin dilahirkan.Sarpin sangat berharap demo besar-besaran itu berlanjut tetapi sasaran tembaknya yang jauh lebih besar yakni koruptor-koruptor negara.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s