Kisah Sarpin Dan Saimun Part 17 : Rahasia Gizi

oleh : Aamir Darwis

Semenjak cuti mengaji untuk membantu orangtuanya,Saimun tiap malam hanya diisi dengan obrolan-obrolan santai dengan temannya,obrolanpun hanya seputar guyon kekinian supaya menghangatkan suasana ataupun meramaikan suasana.

Tetapi malam ini ada yang tak biasa,Pak Juned ikut dalam obrolan malam ini.Pak Juned merupakan teman Saimun yang berbeda,ia orangnya nyleneh tetapi pemikirannya tinggi.Ia merupakan lulusan Al Azhar Mesir yang tidak diakui keilmuannya karena disebut-sebut ia membuang ijazahnya,baginya ijazah tak terlalu ia pentingkan,yang penting ilmunya sudah didapatkan.

“Jika kalian tahu,Gizi itu tidak ada” Pernyataan Pak Juned memanaskan obrolan malam ini

“Lha,kok bisa? Jelas,Gizi itu ada,Pak Juned ini orangnya kurang bersyukur,gizi itu merupakan kemajuan kedokteran umat manusia.Itu ilmu pengetahuan,masa gak ada..” Saimun kelihatannya tidak setuju dengan pendapat Pak Juned.

“Begini ya,jika gizi itu ada.. Jika gizi itu penting..Lalu bagaimana dengan orang-orang jaman dahulu yang tidak mengenal itu gizi tetapi hidupnya sehat-sehat saja bahkan saya kira orang jaman dahulu hidupnya lebih lama daripada orang jaman sekarang”

“Jaman sekarang orang mudah cepat sakit,sakit inilah..itulah.. kemajuan kedokteran bukannya mengurangi orang sakit malah bukannya sebaliknya.Semakin banyak orang sakit akhir-akhir ini”

“Berarti Pak Juned tidak setuju dengan rumah sakit atau dokter? Lalu kalau sakit berobat kemana?” Saimun menyanggah

Kelihatannnya Pak Juned ingin menjelaskan lebih detail perihal pendapatnya tentang sakit,dokter ataupun rumak sakit.

“Terkadang ketidaktahuan lebih baik daripada pengetahuan.Misalnya gini,Ada orang yang hidup normal sehat wal afiat lantas menjadi sakit-sakitan sesudah diberitahu oleh orang lain,terutama dokter bahwa ia mengidap penyakit ini itu.Ada beribu kemungkinan di wilayah antara seseorang dengan penyakitnya.Ada yang pasti harus tahu apa sakitnya,sehingga ia berupaya untuk mengobati sakitnya,ada yang tidak perlu tahu,karena kemantapan hidupnya dan rasa sehatnya membuat penyakitnya tidak mampu berbuat lebih banyak terhadap dirinya.Kekuatan pikiran,rasa percaya diri dan sugesti itu bisa mengalahkan rasa sakit itu sendiri.Ada yang sebenarnya tidak sakit tetapi sugestinya membikin ia sakit,bisa jadi ia sakit beneran.Inilah kekuatan sugesti dan kemantapan pikiran”

“Banyak hal-hal yang tidak kita ketahui,misalnya perihal bahtera Nabi Nuh.Teknologi apa yang dibuat saat itu? Ada tidak gergaji,mur,baut,palu,paku ataupun bahan-bahan lain untuk membikin bahtera itu? Kita tidak benar-benar tahu,bahtera itu seperti apa,bahan yang kita ketahui hanya tauhid,islam,kafir,durhaka kepada orangtua.. hanya itu yang kita ketahui.Banyak misteri jaman dahulu yang tidak benar-benar kita ketahui,pertanyaannya,Sewaktu Ibunda Hawa melahirkan anak pertamanya yakni Habil dibawa kemanakah ia,ke rumah sakit? Atau dukun? Bukankah saat itu hanya ada Nabi Adam dan Ibu Hawa,Jadi bisa dipastikan bahwa Bapak Adam adalah dukun bayi pertama yang kecerdasannya dan kepekaannya yang luar biasa,..Manusia diberi bekal jasad yang luar biasa dan kita masih harus mempelajari bagaimana jasad kita,”

Saimun melongo mendengar jawaban Pak Juned,ia juga penasaran,bisa yah,Habil putra Adam lahir dengan selamat padahal tidak ada rumah sakit.

Pak Juned belum mau menyelesaikan pendapatnya,ia nrocos lagi bak air yang sedang tumpah ke bak tak bisa terbendung

“Sangat banyak orang yang merasa ragu,bingung atau tidak benar-benar mempercayai firman Allah di AlQur’anNya,tetapi tidak sekalipun mereka pertanyakan hal-hal menyangkut obat-obatan yang dari dokter.Tidak ditanyakan kenapa obat yang ini,kok bukan yang itu,Kenapa dua kali tiga sehari.Mereka langsung percaya saja,tetapi sayangnya sikap itu tidak dilakukan saat ia membuka lembar demi lembar kitab suciNya,mengapa tidak nurut saja dengan kitab suci,giliran ada perintah sholat 5 waktu,mereka bertanya : kenapa harus lima kali sehari?”

Saimun melongo untuk kedua kalinya,mengapa dokter saja ia turuti sedemikian rupa,tetapi perintah Tuhan,ia tanyakan kenapa harus lima kali? Bahkan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan seolah-olah belum  percaya 100% dengan Tuhan.Padahal Tuhan sudah memberitahukan,Percayalah kepadaku..Percayalah kepadaku..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s