Kisah Sarpin Dan Saimun Part 19 : Ingat Mati Saat Kerja Bakti

oleh : Aamir Darwis

Pagi hari tiba,setelah sarapan pagi dengan lauk seadanya ,kini Saimun berangkat ke sawah untuk bersama warga lainnya,kerja bakti memberangus tikus.Hal ini perlu dilakukan sebab nyatanya tikus telah menjadi momok menakutkan bagi petani.Musim kemarin saja banyak warga yang gagal panen akibat ulah tikus.

Sawah in action pun dimulai,bak tentara mereka membunuh tikus dengan semangat dan disertai gelak tawa,lorong-lorong yang biasanya menjadi persembunyian tikus dibongkar untuk kemudian dihancurkan,kebersamaan warga disana begitu dekat dan akrab sungguh pemandangan yang indah.Lain cerita dengan kerja bakti di perkotaan yang kebanyakan lebih memilih urun duit daripada ikut-ikutan in action.

Siang harinya mereka istirahat di bawah gubuk sawahnya Pak Juned,ngobrol-ngobrol sambil ngerokok dan ngopi,makanannya bala-bala.Super nikmat karena ditemani AC alami hahaha

“Membunuh tikus sebenarnya kasian juga ya,mati kaya gitu..saya jadi kepikiran bagaimana jika saya mati entar ya,proses matinya gimana? Pasti menakutkan?” Toling membuka percakapan

“Benar.Sebab proses kematian itu setan akan berusaha merampas keimanan kita,proses naza’ yakni proses saat ruh akan dicabut dari jasad,setan akan mendatangi kita dengan membawa semangkuk air dingin untuk ditawarkan kepada kita,sebab saat naza’ manusia bak seperti di padang pasir ,ia kehausan dengan haus yang amat sangat haus,setan menawari minuman itu tetapi dengan syarat,ia disuruh murtad atau kafir.Setan akan merampas keimanan kita dengan memanfaatkan keadaan itu.” Jawab Pak Juned dengan mengingat-ingat kembali kitab Daqaiqul Akhbar yakni kitab yang mengungkap kehidupan sebelum dan sesudah kematian.Karangan Syekh Abdurahman Bin Ahmad Al-Qadhi.Kitab ini biasanya menjadi kitab favorit untuk bandongan di pesantren saat Bulan Ramadhan ataupun saat pengajian rutin.

Saimun tiba-tiba menimpali ucapan Pak Juned

“Suatu ketika,Abu Hanifah ditanya,’Dosa apa yang paling membahayakan iman?’ Beliau menjawab,Dosa tidak mensyukuri keimanan,tidak takut dengan kematian,tidak takut untuk berbuat dzolim terhadap orang lain,seseorang yang dihatinya ada perkara tersebut kebanyakan mereka meninggal dalam keadaan kafir kecuali orang-orang yang mendapat pertolongan Allah SWT”

“Kita harus sadar bahwa ada 5 peringatan yang diberikan alam kubur kepada manusia,Yang Pertama ,alam kubur mengingatkan bahwa kita manusia akan sendirian selama di alam kubur,Yang bisa menemani dan menghibur kesendirian tersebut adalah bacaan Al-Qur’an yang telah kita baca sewaktu hidup di dunia.Beruntung sekali orang yang mau membaca Al-Qur’an,ia akan menjadi teman di alam kubur.Yang Kedua, alam kubur merupakan rumah yang sangat gelap dan yang bisa meneranginya adalah sholat malam.Alangkah beruntungnya orang-orang yang hidup di dunia senang melakukan sholat malam.Yang Ketiga ,alam kubur merupakan rumah tanah tanpa alas dan yang dapat menjadi alas para ahli kubur adalah amal sholeh selama di dunia.Allah tidak butuh amal sholeh kita,tetapi kita yang butuh amal sholeh tersebut.Yang Keempat,alam kubur merupakan tempat yang penuh dengan siksaan bagi para pendosa dan untuk menghindari siksa kubur Rosululloh SAW mengajarkan kepada kita untuk banyak membaca basmallah khususnya di setiap akan melakukan aktifitas.Yang Kelima,alam kubur merupakan tempat dimana Malaikat Munkar dan Nakir menanyakan perihal ketauhidan,perbanyaklah istighfar dan dzikir karena itu sebagai media menjaga ketauhidan” Sambil menyeruput kopi,Saimun mempersilahkan teman yang lain untuk juga berkomentar

Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin dalam karyanya Busyral Karim mengatakan “siapa yang membaca surat Qul Hu (yakni Surat Al Ikhlas) sebanyak 40 kali saat sakit menjelang kematiannya,maka telah datang keterangan hadits,menyebutkan bahwa ia tidak disiksa di alam kubur,ia juga aman dari impitan kubur.Para malaikat dengan telapak tangan mereka akan membawanya menyeberangi jembatan shirath hingga surga.Wallahu a’lam” Iqbal mencoba membuka kembali ingatan waktu di pesantren

“Karena itu,manusia sedapat mungkin berbuat baik kepada sesama mumpung masih hidup,dan alangkah baiknya jika itu dihiasi dengan ucapan yang baik seperti memperbanyak membaca surat al ikhlas.Semuanya itu merupakan tanaman yang berbuah manis di alam kubur dan alam akherat.Memperbanyak membaca AlQur’an adalah solusi yang tepat” Iqbal melanjutkan

Sedang Toling dan Salim mendengarkan dengan seksama,dan mungkin sesampainya di rumah,mereka semua akan membuka kembali kitab sucinya yakni membaca alqur’an.Dan semoga saja mereka bisa istikomah dalam membaca alqur’an dan juga sholat malam.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s