Kisah Sarpin Dan Saimun Part 2 : Luru Ilmu Kyai Sengkelat

Oleh : Aamir Darwis

Sarpin dan Saimun sekarang menggelandang dan ingin berguru ke Kyai Sengkelat.Mereka ingin mempelajari ilmu agama sebagai bekal kehidupannya di dunia dan akherat.

Berangkatlah mereka ke Desa Warudoyong,desanya Kyai Sengkelat.

Mereka berfikir bahwa Sang kyai memiliki rumah yang mewah,pondok yang besar dan murid yang banyak.Tetapi anggapan itu salah besar,Kyai Sengkelat sangatlah sederhana hidupnya.Tinggal di rumah bilik dan ditemani seekor kucing peliharaannya.Makanan beliau sehari-haripun sangat jauh dari mewah,hanya nasi putih saja.Tak ada lauk sama sekali.

Sarpin dan saimun akhirnya sampai di rumah Kyai Sengkelat dan mendapati bahwa sosok yang dicari-cari ternyata hidupnya sangat kekurangan dan sederhana.

“Mbah Kyai,mohon maaf sebelumnya..Apa benar tiap hari Cuma makan nasi tanpa lauk sama sekali?” tanya Saimun

“ia benar.aku merasa sangat malu sama Gusti Allah..belum bisa mensukuri dengan benar pemberiannya yakni nasi putih ini.tetapi ini sudah membuat aku senang karena aku masih makan nasi.Justru aku takut dengan nikmat-nikmat besar yang belum tentu aku bisa mensukurinya,jadi sangat bersukur dengan keadaanku seperti ini” jawab Kyai Sengkelat

Saimun dan Sarpin sangat terkejut mendengar jawabannya,sedangkan mereka dahulu sewaktu di kerajaan, makan dan minum sepuasnya,rumah mewah,harta banyak tapi jarang sekali atau bahkan tidak pernah mereka fikirkan bagaimana caranya mensukuri nikmat tersebut.Padahal setiap kenikmatan akan ada pertanggungjawabannya kelak.

Merekapun semakin yakin untuk berguru pada Kyai Sengkelat.

Tetapi sebelum mereka mengutarakan niatnya untuk berguru,Sang Kyai tiba-tiba ingin bercerita kepada mereka tentang makna kepintaran.Dan jika bisa menjawab dengan benar maka baru akan diterima sebagai murid

Ceritanyapun dimulai…

Ada keluarga yang hidup di Negeri Mandintangkapan.keluarga itu dipimpin oleh Datum,seorang yang cerdas ilmu agamanya tetapi sangat jarang mengamalkannya.Ia beribadah jika ada istri atau ada mertuanya.Jika ada mereka,ia bak ustadz seolah menjadi sangat alim tetapi jika tidak ada istri dan mertuanya seperti di kantor,ia jarang bahkan seakan tidak mau beribadah.Sholatpun ia tinggalkan.Ia pintar ilmu agama tetapi nol besar mengenai masalah keimanan dan ketauhidan.Baginya ilmu itu harus manfaat dengan dunia dan orang yang berilmu itu harus diakui keilmuannya.Ia tidak mengerti bahwa ada 4 macam kriteria : orang yang pintar tetapi ingin terlihat pintar,orang yang pintar tidak mau terlihat pintar,orang yang bodoh ingin terlihat pintar dan orang yang bodoh ingin terlihat bodoh.

Ia membanggakan keilmuannya seakan ia paling dewasa dan bijaksana sehingga dengan mudah membodohkan dan meremehkan orang lain.Ia menyangka sudah dewasa dan matang padahal secara hakekat kejadiannya, ia bahkan belum dewasa.Ia hanya mengukur kedewasaan dengan masalah dunia.Padahal kedewasaan adalah jika ia bisa membagi waktu dengan benar dan tepat,bahwa di dalam waktu itu ada banyak kewajiban seperti kewajiban kepada Tuhan,kewajiban kepada diri sendiri,kewajiban terhadap keluarga dan orang lain dan kewajiban terhadap alam sekitar atau lingkungan.Siapa yang bisa menempatkan dirinya dengan benar terhadap kewajiban-kewajiban itu maka ia sudah dewasa secara hakekat.Bagaimana orang bisa mengaku dirinya dewasa sementara kewajiban terhadap Tuhan,ia tinggalkan.

Saimun dan Sarpin kebingungan,Apakah Sang Kyai ini bercerita atau memberi nasehat..merekapun bertanya dalam diri mereka masing-masing.Apakah sudah dewasa,sedang kewajiban terhadap Tuhan,sering mereka tinggalkan..

Waktupun yang akan menjawab,Apakah Saimun dan Sarpin akan berubah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s