Kisah Sarpin Dan Saimun Part 20 : Revolusi Netizen

oleh : Aamir Darwis

Malam hari tiba,seperti hari kemarin dimana masalah Stupidphone masih menjadi topik utama.Saimun sangat prihatin dengan adanya netizen yang melakukan penghinaan dan fitnah di Internet.Seperti kita tahu,GusMus dihina lewat twitter dan baru-baru ini masalah uang kertas menjadi hinaan.Hal ini mendorong dirinya untuk berembug bersama teman-temannya,mencari solusi ke depan bagaimana keberlangsungan internet di tanah nusantara ini.

Saimun mengundang temannya berkumpul di pos ronda,sambil membawa beberapa bungkus kopi,rokok,cangkir dan tremos berisi air panas ia melenggang menuju pos ronda.Disana telah berada Pak Juned,Iqbal,Toling dan Salim yang sudah menunggu.

“topik apa yang akan kita bahas malam ini,Mun?” Tanya Toling

“Kita akan membikin REVOLUSI NETIZEN!” jawab Saimun penuh semangat

“Dan yang melatarbelakangi akan hal ini,karena saya sendiri sangat prihatin dengan keberlangsungan internet di negara kita.Berita Hoax begitu mudah tersebar,ungkapan kebencian dan bully masih saja dilakukan oleh netizen,penipuan melalui media sosial juga masih banyak dilakukan.Kita berkumpul disini untuk memberi solusi akan permasalahan itu” Jawab Saimun lagi

Pak Juned langsung memberikan gambaran perbedaan Netizen Cerdas VS Netizen Norak

“Sebelum kita mencari solusi akan masalah itu,kita harus bisa membedakan dulu.Netizen cerdas dan netizen norak.Ini penting supaya kita tahu apa yang harus kita lakukan saat kita menjadi netizen sama seperti mereka” Kata Pak Juned

Dari rembugan tersebut,ditetapkan ciri-ciri netizen cerdas dan netizen norak.

Berikut Ciri-Ciri Netizen Cerdas Versi Mereka :

1.Tidak mudah percaya dengan suatu berita di Internet,Netizen yang cerdas akan mencari sumber reverensi lain guna memperkuat berita itu.

2.Tidak pernah komen atau membikin status yang isinya kata-kata kotor,sumpah serapah,dan ungkapan kebencian lainnya dan sebaliknya,mereka komen atau status yang positif dan diharapkan komen dan status mereka adalah solusi

3.Tidak mudah percaya dengan akun apapun,dengan alasan apapun yang ingin ketemuan di tempat yang sepi karena ditakutkan itu adalah penipuan ataupun tindak kejahatan lainnya

4.Tidak akan terkecoh dengan status yang menyerang perasaan seperti status sara misalnya dan disuruh komen dan like amiin,bagi netizen cerdas berdo’a biarlah Tuhan saja yang tahu.kita tidak perlu nulis aminn ataupun nulis lainnya karena sudah tahu bahwa status tersebut sedang mencari like dan komen sebanyak-banyaknya untuk kepentingan bisnis

5.Tidak menggunakan internet hanya untuk fesbukan saja ataupun twitteran saja,netizen yang cerdas akan berusaha maksimal memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan yang lebih baik.Ilmu,bisnis ataupun lainnya

Berikut Ciri-Ciri Netizen Norak Versi Mereka :

1.Mudah percaya dengan berita HOAX bahkan malah ngeshare berita hoax tersebut

2.Sukanya membikin berita hoax dan propaganda dan suka memecah belah

3.Mudah sekali komen dan bikin status yang menggunakan kata-kata kotor,rasis,bully dan ungkapan kebencian lainnya

4.Mudah terbawa arus dengan mudahnya menulis aminn ataupun yang lainnya di status yang nyatanya sedang menggiring dan mencari like dan komen netizen

5.Mudah percaya dengan orang baru di internet,yang padahal dia mengenalnya hanya lewat media sosial yang nyatanya bisa saja orang baru itu penipu

6.Menggunakan smartphone hanya untuk nge-game saja dan fesbukan saja,padahal internet begitu luas.Banyak ilmu yang harus dipelajari disana

Setelah dibuat kesepakatan tersebut,kini Iqbal mencoba menjelaskan pandangannya tentang internet

“Internet dengan sendirinya akan memicu perang ilusi bagi netizen-netizen yang mudah terbawa arus,sebab pro dan kontra sudah pasti ada.Justru ini yang kebanyakan kita lupa,perbedaan itu harus dijadikan rahmat bukan malah dijadikan medan jahat.Kita harus bisa bertoleransi di internet,menjaga perdamaian,tidak mudah gumunan dan tidak mudah berkomen dengan kata-kata kotor.” Iqbal menjelaskan

Toling langsung menambaih pendapat Iqbal

“Benar,itu.Kita juga harus tahu bahwa Pers lah yang merupakan medan perang ilusi tersebut.Lewat pers Negara-Negara melakukan propaganda dan lewat Pers pula berita yang harusnya tidak tersebar menjadi tersebar.Di dalam Pers itu tidak ada pemilihan berita.Artinya berita apapun akan menjadi bahan berita,padahal harusnya kan ada tuh berita yang harus di beritakan dan berita yang jangan diberitakan”

“Jika pers melakukan ini,semestinya dunia bisa damai,karena berita yang terbukti membikin adu domba ataupun perpecahan akan disembunyikan (tidak diberitakan) sebaliknya berita yang menuju perdamaian wajib diberitakan.”

“Dan setiap berita itu harus sejalan dengan prinsip Ketuhanan,Cinta sesama manusia dan cinta alam lingkungan sehingga persatuan dan kesatuan itu dapat terjaga” Toling dengan panjang menjelaskan pendapatnya

Salim yang bertugas sebagai penulis,menulis semua rangkuman tersebut dan dibuatlah semacam poster yang isinya menyeru kepada semua netizen untuk menjadi netizen yang cerdas.Semoga saja REVOLUSI NETIZEN itu akan berlangsung dan membumi sehingga tidak ada lagi netizen yang norak dan mudah dibodohi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s