Kisah Sarpin Dan Saimun Part 23 : Mengatasi Konflik

oleh : Aamir Darwis

Perjalanan Saimun untuk mengaji ke Kyai Sengkelat terhenti di sebuah perkampungan bernama “Ngalah Menang” yang mungkin pendiri kampung itu ingin memberikan petuah bahwa menang tidak harus menunjukan kemenangannya,karena dengan ngalah bisa jadi itu menang asalkan itu menunjukan sikap luhur dan ksatria dan menang malah bisa jadi kalah jika saja kemenangan itu didapat dengan cara kotor,licik dan semena-mena.Kita bisa belajar di film Cars,bagaimana sang juara rela tidak mengambil juara satu, demi menolong temannya,ini baru kerenn,bukan???

Ketika melewati hutan,suara-suara merdu burung kian bernyanyi kesana kemari,angin yang berhembus pelan meniup rambut Saimun,iapun memutuskan beristirahat di bawah pohon jati kecil.

“Alangkah indahnya hutan ini,burung saling bercengkrama, pepohonan juga saling berdekap-dekapan saling berjejer akur..amboi.. indahnya.. Mudah-mudahan ini akan terus berlanjut dan mudah-mudahan penduduk disini mau menjaga hutannya dari para perusak hutan” pikir Saimun

Tetapi tiba-tiba ada suara dua orang yang sedang ribut,saling jual beli omongan dimana kedua orang itu mengklaim dirinya paling benar,tak sedikit kata-kata kotor keluar dari mulut kedua orang itu.

Kedua orang itu ternyata ribut hanya karena masalah kecil yaitu gara-gara ucapan penghinaan pada suatu pendapat yang mungkin niatnya tidak menghina hanya candaan,tapi “mulutmu harimaumu” terbukti disini.Kedua orang itu ternyata berbeda suku,suku Mandin dan Suku Urakan.

Saimun yang mendengar tukaran itu,panas telinganya.Tidurnya jadi tak nyenyak sebab tukaran kedua orang itu.Saimun pun terbangun dan memutuskan mendamaikan kedua orang itu.

Kondisi yang dilihat Saimun sudah tak terkendali,kedua orang itu sama-sama memegang golok dan hampir saja bunuh membunuh terjadi.Dengan sigap Saimun mendamaikan,tetapi caranya berbeda.

Pertama-tama Saimun,menyuruh mereka untuk berdamai dan bersalaman tetapi mereka menolak.Maka Saimun berbicara ke salah satu dari kedua orang itu.

“Aku disini tidak membela salah satu dari kalian.Aku disini hanya pengin mengingatkan bahwa siapa yang mau mengalah ia adalah orang yang hebat.Saya tau pasti kalian merasa paling benar,dengan pendapat yang kalian anggap benar.Saya hargai itu dan saya respek dengan hal itu.Tetapi jika kalian sama-sama ngotot merasa paling benar dengan pendapat kalian,maka ini tidak akan selesai,bukan? Kamu mau jadi orang yang hebat dari temanmu itu kan? Maka mengalahlah walaupun sebenarnya kamu yang benar,itu menunjukan kamu lebih dewasa dan hebat daripada temanmu” Kata Saimun kepada orang suku Urakan itu.

Kemudian Saimun menyeret tangan orang suku Mandin,dan iapun berbicara dengannya.

“Aku disini tidak membela salah satu dari kalian.Aku hargai pendapatmu,kamu marah dia marah juga wajar,karena kalian punya prinsip yang berbeda.Dan saya hargai kalian karena masih mau membela kepentingan suku,ini bagus banget.Tetapi disisi lain,kita harus melihat ke depan,bukan? Apa yang terjadi jika kalian berkelahi? Kalian akan menambah perkelahian lainnya dan bisa-bisa akan terjadi duel antar suku,padahal kalian kan suku yang bersaudara.Jangan sampai masalah kalian ini,malah bertambah ke perseteruan antar suku? Kamu mau jadi yang menghentingkan ini kan? Dan kamu juga harus ngerti,bahwa siapa yang mau mengulurkan tangannya untuk berdamai maka ia pahlawan bagi kelangsungan hidup orang banyak.Siapa yang mau mengulurkan tangannya untuk berdamai ia gentleman,ia lebih berwibawa daripada yang menerima uluran tangan.”

Setelah melalui proses panjang,perseteruan kedua orang itu dapat diredam,dan sukurlah tidak sampai harus duel antar suku.Apa jadinya jika duel antar suku? Orang yang tidak terlibat bisa jadi terlibat jika masih di wilayah perseteruan,banyak orang yang tidak bersalah mati hanya karena dendam kesumat,anak-anak dan perempuan akan jadi korban walaupun mereka tidak ikut andil dalam perseteruan,konflik berkepanjangan yang merugikan kedua belah pihak.Konflik akan menyeret dendam dan dendam itu tidak akan pernah habis kecuali hanya dikalahkan oleh cinta dan sikap mengalah.

Setelah kedua orang itu berdamai,Saimun membisikan ucapan ke Orang Suku Urakan itu.

“Aku tahu kamu orang yang hebat karena mau mengalah dan itu tepat.Kebenaran tidak harus dibela dengan ucapan yang justru akan menebarkan kebencian,dengan mengalah kamu hebat dan kamu benar.Tetapi mau gak jika orang yang memusuhimu itu besok malah akan menjadi teman terbaikmu,menjadi sahabat yang akan berbuat baik kepadamu” Tanya Saimun

“apakah bisa musuh jadi teman,aku sih penginnya seperti itu,tetapi apakah bisa?” Tanya Orang Urakan itu

“Bisa.Perbanyak berkunjung ke orang itu,sering-sering membawa makanan ataupun bingkisan kecil ke orang itu maka pasti dia jadi sungkan dan gak mungkin kan,ia memusuhi lagi.Ia jadi sungkan dan malah akan jadi sahabat yang siap membelamu kapanpun,saat mau berbuat jelek ia pasti malu bukan?”

“ini juga berlaku,ke temanmu yang lain,tetanggamu dan teman barumu,silaturahim itu mempererat hubungan.Ingatlah bahwa “musuh satu itu lebih banyak daripada teman seribu” yang berarti jangan sampai kita cari musuh bahkan punya satu musuh itupun jangan sampai,dan jika kita punya musuh,sebisa mungkin kita jadikan dia teman,beruntung sekali jika kita bisa menjadikan musuh menjadi teman”

Kedua orang itupun kini menjadi sahabat karib sebab silaturahim dan kunjungan yang dilakukan orang suku Urakan itu.Semoga kita bisa menghadapi konflik dengan pikiran dingin,sikap mengalah dan mengutamakan perdamaian masyarakat.Hadapilah konflik dengan Cinta dan Kasih sayang.Jangan mengisi konflik dengan dendam kesumat yang nyata-nyatanya menjadi faktor utama keberlangsungan konflik itu.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s