Kisah Sarpin Dan Saimun Part 24 : Diskusi Hoax!

oleh : Aamir Darwis

Perjalanan Saimun untuk mengaji ke Kyai Sengkelat pun berlanjut,Setelah melewati Desa ‘Ngalah Menang’ kini ia berada di Desa ‘Damai Jogo’.

Saimun yang sedang beristirahat di pos ronda terdekat,mendapati selebaran yang isinya “Diskusi Bersama Memberantas HOAX” tertera di sana Pak Amin,selaku kepala desa dan Kang Ujang ketua pemuda Desa DamaiJogo.

Saimun pun memutuskan untuk ikut acara diskusi itu,barangkali acara itu mirip seperti diskusi desanya dulu dalam membuat revolusi Netizen.

Sesampainya di sana, sudah banyak orang ngumpul dan tampaknya diskusipun akan dimulai.

Di buka dengan bacaan bismillah.. Diskusi dimulai

“Desa kita yang terkenal damai sejak dulu,kini mendapat ancaman perselisihan.Dan ancaman itu disinyalir gara-gara info HOAX yang beredar di masyarakat” Pak Kades memulai diskusi

 
“Benar,Pak.Berita HOAX sangat mudah menyebar,dan sangat berbahaya bagi kedamaian desa kita.Dan info HOAX menyasar media sosial seperti Facebook.Yang kita tahu,Desa kita hampir semua memakainya.Memakai akun palsu dan membuat berita heboh seperti menyerang salah satu pihak sudah biasa.Biasanya disuguhi juga link web yang isinya propaganda,menghasut dan memfitnah.Dari situ,mereka menyasar kelas bawah seperti kita.Membuat kita perang pemikiran.” Pak Saprol menambahkan

“Dan untuk hal itu, berita yang sedang booming biasanya diincar.Seperti kasus Sara’ Pak Abok dari kerajaan BlimbingWesi.Ada juga kasus pemilihan umum gubernur negeri sebelah,sudah banyak sekali grup FB,grup chating w.a yang isinya mendukung dan menyerang.Kita bahkan kebingungan mana berita asli mana yang propaganda? ” Ucap Pak Dulah

Disela-sela pembicaraan,Pak Karmin ikut komentar.

“Caranya mungkin harus Tabayyun alias klarifikasi mencari tahu mencari referensi lain yang mendukung kebenaran berita tersebut.Berita HOAX biasanya berlindung dengan judulnya yang provokatif tetapi isinya jauh dari kebenaran.Dan juga berita HOAX biasanya mengambil info berita itu setengah-setengah artinya diambil yang cocok untuk beritanya.Dan yang terpenting jangan mudah percaya akun palsu dan link website yang kontroversial.” 

“Kita juga jangan tertipu penampilan,misalnya pakai sorban padahal cuman pengacara,pakai dasi dan jas infonya menyesatkan umat,memfitnah ulama pakai sadap-sadap,juru bicara Islam tetapi kelakuannya jauh dari Islam seperti menumpahkan air minum ke wajah orang,memarahi pejalan kaki dan menantang berkelahi saat debat.Akhlakhnya jauh dari Islam,meskipun katanya membela Islam.Ada juga artis yang ikut-ikutan bela politik,sebagai masyarakat kita harus bersikap independen.Tidak terpengaruh hasutan ataupun ikut-ikutan.”

Kang Ujang langsung bereaksi,
“Maaf pak Karmin.Ini bukan diskusi politik.Mohon bapak mengerti bahwa kita berkumpul disini tentang mencari solusi ancaman HOAX,”
Pak Broto juga ikut nambaih,
“Aku setuju,Kang Ujang.Tetapi ucapan Pak Karmin juga berpengaruh dalam diskusi kita.Seperti kita tahu,Dua sosok yang itu katakanlah Si A dan Si HR memang meramaikan headline di Desa kita juga.Dan parahnya,info HOAX juga menyasar keduanya.Lihat di grup,chating atau sosial media,ujaran kebencian sudah parah.Kalo tidak menyerang si A,pasti menyerang si HR.belum dibumbui berita PKI, imigran Cina,9 Naga,dan lain sebagainya.Semakin memanasi berita saja,”

“Setiap keadaan pasti ada positif negatifnya,Saya memandang kasus si A,sebagai kasus bersatunya umat Islam meskipun bersatunya masih malu-malu.Kasus Wahabi,kasus bid’ah,kasus NU vs Muhammadiyah,kasus HTI,kasus FPI.Semuanya seperti tertelan bumi.Dan ini positif menurut saya,Umat Islam tidak menyerang sesama umat Islam tetapi ganti musuh bersama dan itu mungkin si A.”

Saimun ikut nimbrung soalnya ini menyangkut beberapa ormas dan ini urgen

“Pada dasarnya semua ormas saya yakin punya tujuan yang mulia, Meskipun caranya berbeda.Boleh ikut ormas apa saja,entah itu NU, Muhammadiyah, Wahabiyah,FPI,HTI,MUI,MTA ataupun lainnya.Itu semua adalah jalan.Dan jalan akan benar jika kita sendiri mau benar.Jalan benar tetapi perilaku kita tidak benar bisa salah tujuan.Ingatlah mana kewajiban individu,kewajiban umat, kewajiban bersilaturahmi.Semua mempunyai haqnya masing-masing.Artinya horizontal dan vertikal harus jalan bareng,ibadah ritual dan ibadah sosial harus jalan semua.Insan pejuang dan insan bertaqwa ya harus seperti itu.”

“Dan untuk mengatasi HOAX,kita disediakan medianya.Tetapi banyak yang kurang memanfaatkan.Ada laporan,Ada blokir,Ada unfriends,Ada unfollow.Kita manfaatin itu.Jika dirasa itu berita HOAX,blokir saja langsung.Supaya akun itu tidak muncul lagi di medsos kita.Jangan malah kita komen, karena itu malah membuat senang pembuat HOAX.Tujuan pembuat HOAX adalah beritanya ramai komenan dan like’ untuk kemudian diarahkan ke website HOAX yang disana sudah terpasang adsence yakni alat mencari uang per klik.”

“HOAX akan lenyap jika kita sebagai masyarakat mau bersama-sama bersinergi membangun berita positif.Berita positif mungkin berita yang jika dilihat atau dibaca,membuat pembaca dan penonton makin bersikap baik dan luhur.Tetapi pertama,kita harus membenahi media kita.Media yang baik,bukan hanya mengejar rating semata tetapi bagaimana tontonan itu menjadi inspirasi,membangun,dan membuat masyarakat semakin berperilaku positif”

“Dalam kondisi seperti ini,kita harus jadi penengah atau pendamai diantara kedua-duanya.Dua sosok itu adalah orang yang hebat, terlepas dari pro atau kontra.Kita harus menjadi pengayom.Seperti orang tua,kita harus bisa mendamaikan.Tidak dukung mendukung,panas memanasi tetapi meredam dan yang terpenting menahan diri.Toh kita sama-sama masyarakat Indonesia.Tidak ada hebatnya jika kita menyerang saudara sendiri sebangsa dan setanah air.”

“Jangan sampai Bangsa Indonesia pecah,toh permasalahan pemilihan gubernur sifatnya terbatas,hanya beberapa tahun. Jangan sampai kita menabung kebencian untuk anak cucu kita,kita harus menjadi rahmatan Lil ‘alamin”

Kang Ujang,ikut berkomentar 

“Benar juga kata Pak Saimun.Pilgub sifatnya terbatas sama seperti pilpres dulu.Jangan sampai kita menabung kebencian.Lihatlah sisa-sisa kebencian permusuhan pilpres dulu.Hari ini masih lanjut, padahal persaingan sudah selesai.Kata Rakyat hari ini juga dipelintir maknanya,Para dewan ngomong melindungi rakyat padahal sebenarnya melindungi partai.”

Diskusi makin asyik saja, tetapi nampaknya diskusi hampir selesai.Di akhiri dengan pembacaan puisi oleh Saimun.

Kita Indonesia 

Dari tetesan darah para pahlawan Negeri Merdeka 

Tak perduli latar belakang tatap masa depan

Semua bersatu satu suara Merdeka 

Angin kencang kebebasan menyambut

Roh Indonesia diuji pusakanya

Tentang kita yang sama satu bangsa

Melawan hirarki kebutuhan beragama
Indonesia bukan islam,tetapi kita Islam yang tinggal di Indonesia 

Kita bukan turis

Begitu ucapan begawan guru

Sambil menikmati senja berapi-api 

Cobalah sesekali melihat samudera kebhinekaan 

Luasnya harus kita jaga

Dirawat, Dilindungi dan dipagari

Demi anak cucu yang takdirnya tak pernah bertepi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s