Kisah Sarpin Dan Saimun Part 3 : Tugas Dari Guru Lain

oleh : Aamir Darwis

Saimun dan Sarpin akhirnya di terima sebagai murid oleh Kyai Sengkelat.Tetapi bukannya diajari ilmu agama,mereka malah disuruh datang ke Kerajaan Wano dan diperintahkan mencari guru tirakat bernama Kyai Pandan Larang.Kyai Pandan Larang adalah maha guru Persilatan Setia Hati Teratai.Jika di dunia nyata,asal muasal dan tempat utamanya/markas utama di Madiun,Jawa timur maka di dunia cerita ini,markas utamanya di Kota Lunglung,ibu kota dari Kerajaan  Wano.

“Kalian ingin belajar ilmu agama kepadaku,aku terima sebagai murid.Tetapi kalian harus diuji dulu mental dan hatinya,dan orang yang pas untuk hal ini adalah kyai Pandan Larang.Belajar dulu padanya setelah kalian lulus disana, baru datang kesini” demikian kata Kyai Sengkelat

“Baiklah Kyai..Kami akan berguru ke Kyai Pandan Larang” jawab Saimun dan Sarpin

Demikian akhirnya mereka akan berguru ke Kyai Pandan Larang.Berangkatlah mereka ke Kota Lunglung

Setelah menempuh perjalanan,sampailah mereka di Padepokan SH Teratai dan langsung mengutarakan niatnya untuk berguru ke Kyai Pandan Larang

Merekapun diterima dan diajari ilmu kanuragan serta ilmu kerohanian untuk membersihkan hatinya,3 tahun berlalu.Merekapun khatam menguasai 36 jurus kuncian dan berbagai jurus rahasia SH teratai.

Mereka kini ditugaskan oleh Kyai Pandan Larang untuk menolong warga Desa JangjangWetan dari kebrutalan pemuda bernama Jaka.Siapa Jaka? Dia adalah anak dari penjaga keamanan Desa jangjangwetan bernama Pak Toling.Sebenarnya Jaka bukanlah tokoh yang ahli beladiri,tubuhnyapun kurus,tinggi dan hitam.Nyaris seperti tiang listrik.Tetapi karena kebanggaan terhadap orangtuanya,dia menjadi arogan dan sering bikin onar warga Desa jangjangwetan.Jika di dunia nyata, semacam kebanggaan mempunyai orangtua tentara sehingga merasa punya kedudukan yang berlebih.Dulu tentara sangat ditakuti oleh masyarakat sipil karena tentara merupakan beking dari pemimpin yang berkuasa.

Jaka tumbuh dengan sikap arogansi berlebih,merendahkan orang-orang yang ia rasakan tidak setingkat dengannya,bahkan ia tidak mau berbicara dengan orang-orang yang dianggapnya rendah.Jika berbicara dengan orang yang ia rendahkan,itupun saat ia perlu saja.Tetapi itu bukanlah masalah yang serius karena warga Desa JangJangwetan sudah kebal dan sudah biasa,yang menjadi ketakutan bagi warga desa adalah Jaka sering memukul,meludahi,menyakiti bahkan sampai membunuh.Permasalahannyapun sepele,jika yang ia inginkan tidak sesuai dengan yang diperkirakan maka warga yang menentang langsung ia tantang berkelahi dan bahkan ada yang sampai mau dibunuh.Ia tidak bisa menghargai orang lain.

Demikian cerita yang disampaikan Wak surip,Saimun dan Sarpinpun mempunyai pendapat masing-masing menghadapi Si Jaka.

“Orang seperti itu,jelas kurang ajar.Merasa paling kuat sehingga dengan mudahnya menyakiti warga sipil.Padahal tubuhnya kurus,tinggi dan hitam lagi.hahaha mirip tiang listrik,kan? Pendapatku,kita hajar saja habis-habisan,jika ia lapor ke bapaknya yang menjadi penjaga keamanan maka kita ceritakan kebobrokan dan kesombongan Si Jaka,maka pasti bapaknya akan malu dan masalah ini akan selesai karena pasti Jaka akan dilarang berbuat arogan lagi oleh bapaknya” kata Saimun dengan wajah penuh kekesalan

“percuma saja,Mun.Kita diperintahkan bukan untuk bikin onar dan bikin gaduh masyarakat dengan perkelahian semacam itu.Tetapi kita harus menyadarkan Jaka dengan islam.Permasalahannnya mengapa Jaka tidak mau menghargai orang lain.Jelas karena hidupnya sudah dipenuhi kebahagiaan semacam mempunyai orang tua yang kuat,kaya raya,harta berlimpah,dan istri yang cantik.Ia merasa belum butuh orang lain karena nyaris kehidupan dunia ia punya.Coba jika ia,sekarang ditimpa sakit,keluarganya tiba-tiba miskin dan istrinya yang cantik tiba-tiba meninggal dunia.Ia akan mencari belas kasih orang lain.Dan baru sadar akan pentingnya menghargai orang lain” Jawab Sarpin dengan bijaksana

Akhirnya pendapat Sarpin yang akan dilakukan,akankah Jaka akan berhenti dari sikap arogansinya dan brutalnya ,maka kita tunggu angin timur akan berhembus…

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s