Kisah Sarpin Dan Saimun Part 5 : Jangan Debat Mari Bersatu

oleh : Aamir Darwis

Sarpin  terdampar di Negeri Kurawa yang mayoritas penduduknya adalah muslim tetapi banyak sekali jenis Islamnya,katakanlah ada NU,Muhammadiyah,Wahabiyah,Salafi,dan lain sebagainya mendapati ada semacam Panggung debat kusir.Sekarang yang tanding NU melawan Wahabiyah.

Tetapi itu semua merupakan gejala,Penduduk disana Islam semua dan tiap hari hanya debat ini-itu.Menyangkut persoalan halal haram.Sedangkan masalah sosial lainnya tidak terurus seperti rembugan memperbaiki jalan karena jalan disana rusak,banyak orang miskin yang terlantar,dan lain sebagainya.

Saimun mendapati dua anak yang tampilannya berbeda yang satu bernama Nunu dengan tampilan memakai sarung (Saimun meyakini bahwa ini pasti NU) dan satunya lagi bernama Wahab dengan tampilan celana cingkrang dan jidat hitam (Saimun meyakini bahwa ini pasti Wahabi).

Ketika ditanya Saimun,dua anak ini sama-sama ngotot merasa paling benar,sehingga mereka meyakini bahwa Islam ya seperti mereka.

Nunu dan Wahab disuruh bercerita tentang islam versi mereka oleh Sarpin

“Coba ceritakan Islam itu apa sih?” Tanya Sarpin

Nunu menjawab :

“Saya taunya Islam ya NU,kami biasa yasinan,tahlilan,kenduri,sholawatan tetapi mengapa amalan kami disalahkan bahkan dianggap bid’ah oleh kalangan Wahabi,padahal di dalam acara tahlilan,yasinan itu mengandung banyak perintah Nabi seperti Silaturahmi,Baca Qur’an,zikir dan pengajian.Jelas tidak ada yang salah kan,kalau yasinan diisi dengan mabuk,zina itu baru salah..tapi ini kan? Ajaran islam semua,masa Baca Qur’an,zikir,silaturahmi,ngaji disalahkan? Tidak masuk diakal kan?”

Wahab menjawab :

“Saya taunya Islam ya kembali ke Qur’an dan hadits.Jika tidak ada perintah walaupun itu mengandung unsur Islam tetap percuma,tidak diterima..itu bid’ah..yasinan,tahlilan ajaran Islam? Rosululloh saja tidak yasinan,tidak tahlilan..itu bid’ah dan tidak diterima”

Setelah menerima jawaban dari dua anak itu,Sarpin geleng-geleng kepala bertanda keheranan,ternyata yang menjadi perdebatan hanya persoalan halal haram,Sedangkan yang Sarpin fikirkan perdebatan bagaimana menolong fakir miskin dengan cepat,bagaimana caranya memperbaiki jalanan dan kegiatan sosial lainnya.

“oh..jadi kalian berdebat hanya karena ini.. Adik-adikku..aku akan mencoba fair,supaya kalian paham supaya kalian bisa bersatu padu.Begini di dalam dunia keilmuan Islam itu ada yang namanya kilafiyah yaitu perbedaan pendapat para Ulama,Apakah perbedaan ini buruk? Jelas bukan adikku,perbedaan haruslah menjadi rahmat.Saya akan menjawab,begini,Sebenarnya letak perbedaan kalian itu seperti cover dan isi.Jika NU memfokuskan isi,Wahabi memfokuskan Cover.Covernya namanya Yasinan,tahlilan,kenduri.dan lain sebagainya,Wahabi berpendapat bahwa di dalam Islam tidak ada seperti itu karena Nabi Muhammad kan tidak yasinan,jelas ini terfokus pada Cover yakni yasinan.Sedangkan jika NU,cover apapun namanya tidak masalah yang penting isinya masih sesuai Islam.Cover itu diganti yasinan,alfatihahan,alkahfian atau apapun,jika isinya masih sesuai Islam maka tidak masalah dan itu pasti diterima” Jawab Sarpin dengan penuh kehati-hatian

“Kalian harus mengerti bahwa NU,Muhammadiyah,Wahabi,Salafi dan lain sebagainya.Itu semua hanyalah tafsir atau pendapat suatu Ulama dan semuanya benar.Yang tidak benar siapa? Yang mencari-cari titik-titik kilafiyah kemudian diramaikan lagi sehingga Umat Islam hanya berdebat soal ini saja.Persoalan sosial yang lebih penting akan terlupakan.Dan buat adikku Wahab,aku sangat senang adik mau begitu serius mendalami agama dengan jargon kembali ke Alqur’an dan alhadits,itu bagus tetapi adikku harus sadar untuk mempelajari Alqur’an dan Alhadits itu tidak bisa langsung kita tafsirkan sendiri,ada ilmu azbabunnuzul yakni sebab turunnya ayat,ilmu bahasa Arab,dan banyak lagi.Jangan dipikir setelah khatam Qur’an terus menjadi orang hebat hanya karena belajar lewat online.Harus ada jenjangnya,setelah Bisa Baca Qur’an itu bukanlah finish.Harus belajar lagi,ilmu fiqih bisa lewat kitab-kitab kuning seperti safinatun najah,sulam taufik,duror bahiyah dan lain sebagainya kemudian ilmu alat yakni ilmu bahasa arab,kitab ngimriti,Jurumiyah dan Alfiyah ibnu Malik.Setelah itu harus belajar lagi ilmu hadits dan sebagainya.Jangan dikira bisa Baca Qur’an saja itu cukup,itu hanyalah semacam pintu untuk membuka samudra ilmu” Jawab Sarpin

“Setelah ini,Jangan debat lagi ya adik-adikku,lakukan yang kalian yakini benar dan tolong menolonglah dalam kebaikan.Kegiatan sosial harus diutamakan juga,Aku lihat jalanan disini rusak,banyak orang miskin menggelandang di jalanan,banyak kakak-kakakmu remaja mabuk-mabukan.Harusnya ini yang menjadi topic pembicaraan.Dan yang harus kalian berdua ingat,Musuh kalian bukanlah saudara kalian,tetapi Yahudi dan Nasrani adalah musuh kalian.Bisa jadi orang-orang itu masuk ke dalam Panggung debat kusir kalian,Media Sosial kalian ataupun Media Nyata Kalian.Ingat orang islam itu bicaranya santun,berbudi luhur,menghargai orang lain,bijaksana,tidak membuat fitnah,tidak membuat adu domba.Jadi jika kalian temui,di Media sosial kalian ataupun Panggung debat kusir kalian yang bicaranya kotor,jorok,kasar dan bikin fitnah.Itu pasti bukan islam.Tujuan mereka hanya memecah belah.Dan cara untuk memecah belah dengan kilafiyah para Ulama” Jawab Sarpin

Tetapi Sarpin kelihatannya salah memberi tahu orang karena mereka hanyalah anak kecil,bisa jadi hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri.Mereka sangat fanatik dengan kepercayaannya masing-masing dan mungkin kata-kata sarpin tadi hanyalah bualan kaum pendamai saja.

Sarpin melanjutkan perjalanannya ke Sang Guru untuk mencari tahu siapa sebenarnya ustadz atau kyai itu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s