Kisah Sarpin Dan Saimun Part 6 : Beda Pendapat Soal Rokok

oleh : Aamir Darwis

Sarpin setelah memberitahu Nunu dan Wahab bahwa musuh Islam bukanlah sesama islam sendiri tetapi musuh islam adalah Yahudi dan Nasrani.Tetapi musuh disini hanya masalah akidah jika mengenai Persaudaraan Sesama Manusia jelas mereka bukan musuh karena sama-sama keturunan Nabi Adam As,kini ia menunggu Saimun yang akan menyusulnya.

Akhirnya mereka bertemu kembali untuk melanjutkan perjalanan ke Desa Warudoyong,Desanya Kyai Sengkelat.

Di tengah perjalanan,Sarpin dan Saimun sedang memperdebatkan masalah rokok.ternyata Sarpin merupakan perokok aktif,ia merokok 2 bungkus/hari.Rokok kesukaannya kretek buatan lokal.Sedangkan Saimun merupakan orang yang sangat tidak suka dengan rokok tetapi ia masih toleran dan menghargai orang merokok.

“Tahukah,Pin? Bahwa produsen rokok terbesar di Indonesia yakni Phillip Morris,ternyata ia bukanlah perokok.Ia menyuruh orang lain untuk merokok sedang dirinya sendiri tidak merokok,Bahkan ia pernah mengatakan ‘remaja hari ini adalah calon pelanggan tetap hari esok’ yang berarti bahwa remaja adalah target utama mereka.Dengan diboncengi konser-konser atau event-event tertentu,mereka melakukan propaganda supaya remaja tertarik dengan rokok.Iklan-iklan dibuat semenarik mungkin,menunjukan sisi kegagahan ataupun kesuksesan yang padahal itu jelas tidak ada hubungannya dengan merokok.Mereka ingin menunjukan bahwa sukses,gagah ya merokok.Padahal itu akal-akalan produsen rokok supaya laku keras di masyarakat.Bahkan ada yang mengatakan bahwa untuk iklan dan propaganda saja produsen rokok mengeluarkan dana yang sangat besar,hampir trilyunan,Pin..” Kata Saimun

“Tapi itu kan jika dilihat dari sisi ekonomi,ya udah tidak apa-apa,ayo lanjutkan dulu,Mun?” Jawab Sarpin

“Jika kamu tahu,Pin.Mengutip dari dokumen ‘Perokok Remaja : Strategi dan Peluang’.Dikatakan perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok dalam kurun waktu 50 tahun terakhir karena mereka adalah satu-satunya sumber perokok pengganti.Jika remaja tidak merokok maka ditakutkan industri akan bangkrut sehingga sangat pas jika kita lihat di wilayah sekitar kita bahwa promosi besar-besaran ditujukan untuk kawula muda” Kata Saimun

“Sekarang giliranku,Mun.Aku akan memulai pembicaraan ini dari Kitab ‘kopi dan rokok’ karangan Syeikh Ikhsan Jampes.Yang judul aslinya adalah Irsyadul ikhwan.Adaptasi dari Kitab Takdziroh al-ikhwan fi bayan al Qohwah wa al-Dukhon karangan Kyai Dahlan Semarang.Tetapi aku tidak akan menjelaskan semuanya,Mun.Kamu bisa baca kitabnya sendiri besok.Kitab ‘kopi dan rokok’ sangat fair menjelaskan pro dan kontra sehingga yang membaca yang akan menentukan sendiri,apakah pro rokok atau kontra dengan rokok?”

“Kitab itu juga menjelaskan sejarah rokok dan juga sejarah kopi,Ulama yang mengharamkan juga yang memperbolehkan rokok,semua mempunyai data dan pendapat masing-masing.Ini yang luar biasa dari Syeikh Ikhsan Jampes yang sudah jauh hari memakai dialektika ala intelektual yang menggabungkan pro dan kontra sehingga akhir dari kesimpulan adalah yang membacanya.Mengapa aku rokok,jelas karena aku suka rokok,Mun dan merasa plong dan adem pikirannya jika merokok dan mungkin juga karena nadzom yang pernah ditulis syeikh Ikhsan jampes dalam kitabnya? “ Kata Sarpin dengan menjelaskan cukup panjang

“nadzomnya gimana? Aku jadi penasaran,Pin?” Saimun sangat penasaran

“Minumlah kopi setiap waktu,sebab bagi peminumnya ada 5 faidah/manfaat di dalamnya yakni membakar semangat,melancarkan cerna,menghilangkan dahak,membaguskan pernafasan dan membantu tujuan.Begitulah bunyi nadzomnya,Aku juga belum begitu faham apa maksudnya tujuan tapi itu perkataan Ulama pasti punya referensi dan pemikiran yang sangat matang” Jawab Sarpin

“Kamu harus tahu,Mun.Salah satu karya dari Syeikh Ikhsan Jampes yakni kitab Siraj al-Thalibin yang menjelaskan kitabnya al-Ghozali mendapatkan pujian luas dari Ulama Timur Tengah,bahkan menjadi referensi utama para mahasiswa di Mesir saat itu” Jawab Sarpin lagi

“boleh tahu Ulama-ulama yang mengharamkan,memakruhkan dan membolehkan rokok dan kopi?” Tanya Saimun penuh penasaran

“Ulama yang mengharamkan rokok berpendapat bahwa rokok merusak kesehatan,tidak berkesadaran,baunya tidak disenangi banyak orang lain dan dipandang sebagai pemborosan (isyrof).Intinya rokok membawa madhorot yang bisa menghalangi ibadah.Ulama  yang mendukung pendapat ini diantaranya Al Qolyubi,Al-Laqqani,Al-Bujairomi dan Al-Syaranbila (halaman 48-49),sedangkan Ulama yang memperbolehkan yang mengatakan bahwa rokok tidak najis dan juga tidak menghilangkan kesadaran.Bahkan,rokok memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupan.Bagi kelompok ini sangat omong kosong mereka( Ulama yang mengharamkan) mengatakan rokok haram baik dzatnya atau mengkonsumsinya,jadi merokok itu mubah (boleh).Pendapat ini disokong oleh Al-Ghani al Nabilisi,Al Syabromalis,Al Sulthan dan Al Barmawi (halaman 54).Dan pendapat yang mashur mengatakan bahwa merokok adalah makruh yang didukung oleh Al-bajuri dan Al-syarqowi (halaman 80).Ada juga yang mengatakan merokok boleh saja tetapi hukum makruh tetap menyertainya.Ini pendapat Al-Said Babasil dan Ibn Musa Al-nasawi (halaman 83)” Jawab sarpin dengan lengkap

Dan ternyata disela-sela pembicaraan Saimun dan Sarpin,ada yang ikut menguping tetapi adakah yang bisa diserap dari pembicaraan itu yang panjang dan memusingkan,Semoga saja yang menguping itu bisa berdaulat atas dirinya sendiri sehingga siap menerima kenyataan bahwa rokok dan kopi memang pro dan kontra dan sewajarnyalah saling toleran dan menghargai pendapat masing-masing.

Sarpin dan Saimun melanjutkan perjalanannya menuju Desa Warudoyong,Desanya sang Guru Kyai Sengkelat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s