Kisah Sarpin Dan Saimun Part 7 : Sarpin Mimpi Aneh

oleh : Aamir Darwis

Perjalanan menuju Desa Warudoyong masih berlanjut,kini mereka singgah dahulu di pinggiran sawah.Suasananya sangat asri dan nyaman,sehingga Sarpin dan Saimun memutuskan untuk istirahat dan tiduran sebentar.

Sarpin langsung tertidur ssementara Saimun sedang asyik melihat pemandangan sawah yang sangat asri itu.

Di dalam tidurnya,Sarpin didatangi 2 orang pemuda bernama Jiwo dan Bimo.Sarpin seperti sedang memonitori kehidupan dua pemuda tersebut.

Jiwo adalah anak yang pandai menurut masyarakat disana,tetapi kepandaiannya hanya prasangka kebanyakan orang,ia sangat lemah imannya,plin-plan dan senang memikirkan dan menghayalkan yang besar padahal hal yang kecil di sekitarnya saja dia tidak peduli.

“Orang-orang telah salah mengira aku ini orang pintar,padahal aku hanya pembual dan pemikir yang gagal.Aku berfikir bisa menjadi seperti pahlawan,berkorban untuk banyak orang dan terlihat gagah di mata orang.Padahal untuk masalah sepele seperti bersilaturahim saja aku gagal.Aku sering menyendiri dan jarang bertemu orang-orang” Pikir Jiwo

“Aku menyangka kesempurnaan dan kesuksesan adalah barang final.Padahal setelah aku hidup sekian tahun ini,aku tidak menemukan kesuksesan lewat material,lewat nafsu atau lewat keinginan yang menjurus ke dunia.Sukses dan Sempurna hakekatnya sesuatu hal yang harus dikejar dan dicari terus menerus dan selama manusia hidup jangan sampai menemukan.Manusia harus terus berbuat baik tanpa harus berharap kebaikan itu membuat dirinya merasa berbuat baik,karena hakekat kebaikan itu pemberian dari Tuhan” Jiwo melamun lagi

Tiba-tiba Bimo mendatangi Jiwo dan menjelaskan pendapatnya,Ia seperti bisa membaca fikiran dari Jiwo

“Jangan menunda taubat,segeralah taubat dan terus menerus memperkuat taubatmu karena manusia manusia biasa yang lemah pasti akan berbuat dosa lagi.Tetapi jangan putus asa sehingga kau mengingkari taubatmu,taubat itu jadikan semacam introspeksi diri terus menerus,jangan mencari waktu yang tepat untuk bertaubat sehingga membuatmu menunda taubat atau sok menulis semacam moto hidup bergaya tak berbuat dosa lagi,atau kau kalah dengan fikiran dan nafsumu yang memaksamu menunda taubat” Bimo berbicara seperti tahu isi fikiran Jiwo

“Tetapi segeralah taubat sekarang juga,niatkan hanya ingin mencari Ridho Allah.titik.Jangan dikasih embel-embel lainnya.Hanya itu saja.Kau menunda taubat karena merasa masih berkuasa pada tubuhmu,masih segar bugar sehat,uang masih banyak.Seandainya kau sakit dan hampir mati ,baru kau akan taubat.Jangan sampai hal itu terjadi.Segeralah akhiri sisi kehewananmu,hindari pandanganmu dari melihat aurat-aurat,hindari perdebatan,dan fokuslah berbuat baik terus menerus.Baik kepada manusia,hewan,tumbuhan dan alam semesta.Ingat,Tuhan menyayangimu dan melihatmu,segeralah kembali ke jalanNya.kau harus bisa menikmati indahnya berbuat baik sehingga kau tidak merasa berbuat baik itu beban tetapi berbuat baik itu kebutuhan.carilah makna sejati dari kebaikan” Bimo menceramahi Jiwo

Jiwo terlihat keluh kesah,fikirannya terombang ambing antara dunia dan akherat,antara taubat atau menunda taubat,antara fokus dunia harta atau mengejar hal rohaninya,iapun diam membisu berharap Tuhan akan menyapanya dan menolongnya.

Sarpin terbangun dari mimpinya,ia kaget ternyata mimpinya sama persis seperti dirinya di masa lalu.Ia hanyalah manusia plin-plan yang kini telah bertransformasi menjadi manusia bersahaja,yang hanya fokus untuk berbuat baik secara terus menerus,baik untuk manusia,hewan,tumbuhan dan alam semesta.Ia ingin menjadi khalifah yang benar-benar khalifah di dunia ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s