Kisah Sarpin Dan Saimun Part 8 : Dawuh Simbah Kyai Sengkelat

oleh : Aamir Darwis

Akhirnya Sarpin & Saimun sampai di Desa Warudoyong,untuk ngaji lagi ke Kyai Sengkelat.Dan Sarpin lupa untuk menanyakan hakekat sebenarnya dari kyai itu seperti apa,karena mereka kini sangat asyik mendengarkan ceramah luar biasa dari gurunya.

Ceramah dari Kyai Sengkelatpun dimulai,sedangkan mereka mendengarkan dan memperhatikan dengan sangat serius dawuh dari gurunya itu.

“Tanda-tanda kiamat yang cenderung banyak terjadi akhir-akhir ini seperti seorang anak yang membuat marah orangtuanya sebab kelakukan buruk dari sang anak,hujan ditengah-tengah musim kemarau dan orang pelit lebih banyak daripada orang dermawan .Yang mengindikasikan bahwa ibadah sosial berkurang dan ibadah egoistik bertambah.Ibadah egoistic yakni ibadah yang bersifat personal seperti ibadah umroh misalnya.Banyak sekali orang umroh tetapi jarang yang mau ibadah sosial misalnya menyantuni anak yatim,pengungsi yang kelaparan dan lain sebagainya.Ibadah egoistik itu ibadah yang menyenangkan dirinya sendiri.Tetapi bukan berarti ibadah egoistik itu tidak perlu,sangat perlu sekali tetapi kadar keduanya yakni ibadah sosial dan ibadah egoistic haruslah seimbang.Jangan sampai kita sibuk sholat terus sementara tetangga kita yang miskin mati kelaparan,misalnya”

“ Di Buku ‘almuyassar fi ilm al tafsir’ yaitu ilmu yang mempelajari ilmu psikologis,Plato (filsafat Yunani) pernah menyebutkan bahwa di dalam jiwa manusia ada 2 unsur yakni jiwa manusiawi dan nafsu kebinatangan.Padahal di dalam Islam sendiri hal ini sudah disebutkan,Buku ‘al mujizat qur’aniyah’ karangan pemikir mesir menyebutkan bahwa huruf Nun di dalam AlQur’an terdapat 27.269 huruf.Huruf Nun pertama di dalam AlQur’an adalah Arrohman dan Nun terakhir di dalam AlQur’an adalah wan nas ( yang jika diartikan adalah manusia yang cenderung lupa).Ibrahim bin Adham mengatakan Manusia (nas) telah hilang tinggal kera (nasnas) .Yang bisa diartikan jiwa manusiawinya (ruhul insaniyah) kalah dengan nafsu kebinatangannya.Misalnya saja sifat rakus.Sifat rakus merupakan sifatnya binatang.Sangat tidak baik jika manusia rakus kekuasaan,harta,dan jabatan.”

“Kita sebagai Orang yang mengaku Islam harus jelas artinya islam membebaskan bidang-bidang keilmuwan jika bidang-bidang itu tidak bertentangan dengan akidah dan sifatnya tidak merusak.Karena apapun bidang keilmuannya semua pasti ada di AlQur’an.Dan yang terpenting bidang keilmuan itu harus mendekatkan dirinya kepada Allah.Tidak berbenturan dengan hukum-hukum syariat.Dan semoga bidang keilmuan yang akan kita pelajari itu merupakan Hidayah dari Allah.”

Kyai Sengkelat melanjutkan ceramahnya,sedang Sarpin & Saimun terus mendengarkan dengan seksama

“Ada ilmuwan besar bernama Rudolf Diesel yakni penemu mesin diesel kelahiran Prancis Kebangsaannya Jerman.Kita sering mengadakan pengajian-pengajian yang pasti menggunakan speaker dan ada mesin diesel disana,kita harus berterima kasih dengan R.Diesel.Tetapi apakah ilmunya itu hidayah? Mohon maaf,Diesel mati bunuh diri di Selat Inggris,mayatnya diketemukan di Laut Utara,dekat Norwegia.Ilmunya manfaat untuk orang lain tetapi dirinya malah bunuh diri? Ini berarti ilmunya tidak menjadikan hidayah.Ilmunya hanya sampai An-Nas belum sampai Arrohman.Jadi apapun ilmu yang akan kalian pelajari, kaitkan dengan Allah,kaitkan dengan Arrohman yakni sifat kasih sayang sehingga mudah-mudahan ilmu itu merupakan hidayah yang mencerahkan diri kita dan orang lain.”

Syeikh Rojab (Ulama Syiria),di tafsirnya Arrohim pernah berkata bahwa ia punya teman karib namanya Muyassir Suhail pernah naik pesawat terbang dari Australia ke Kepulauan Fiji dan sesampai di Kepulauan Fiji ia menemukan banyak orang memakai surban,ahli ibadah,ahli sholat.Yang ia sendiri tidak menyangka bahwa di Kepulauan Fiji ternyata masih ada umat muslim.Yang berarti setiap daerah atau tempat,InsyaAllah masih banyak orang yang berzikir dan jangan salah ya,banyak mantan-mantan Yahudi dan Nasrani masuk Islam gara-gara kagum dengan isi yang terkandung di dalam AlQur’an.Banyak ilmuwan-ilmuwan dunia masuk islam sebab kagum dengan fakta-fakta yang terkandung di dalam Alqur’an”

“Jika kita sederhanakan,apapun bidang ilmunya rumusnya harus IMAN-kemudian ANALISIS kemudian IMAN,jika kita langsung menganalisis tanpa iman yang kuat bisa-bisa salah tafsir dan ujungnya murtad,jadi tidak sholat gara-gara terpengaruh filsafat barat,marxis misalnya.Itu karena mereka meninggalkan imannnya dengan cara langsung menganalisis sehingga saat filsafat barat mempengaruhi imannya goyah.Dalam hal ini sangat nyambung dengan perkataan Imam AlGhozali bahwa orang yang berilmu jauh lebih berbahaya daripada orang yang tidak berilmu.Untuk konteks iman dan analisis sangat tepat.Orang yang cerdas tanpa iman jelas lebih berbahaya daripada orang bodoh”

Habib Zein bin Semith Madinah pernah mengatakan,Rosululloh pernah mengobati sahabatnya dengan Jinten Hitam ( Habbah Saudah) dan ada orang yang mendengarkan tetapi informasi salah bukan Habbah Saudah tetapi ia mendengarnya Hayyah Saudah ( ular hitam),ia mengobati dengan ular dan akhirnya mati karena digigit ular.Jelas sekali bahayanya jika salah informasi”

Imam Al Ghozali di dalam kitabnya Ihya Ulumudin  pernah menceritakan : Pada jaman Nabi Musa As,ada orang yang sangat senang berpidato dan berceramah dan isi ceramahnya semua dari Nabi Musa As sehingga akhirnya ia terkenal dan menjadi kaya raya sebab sering diundang untuk berceramah,setelah ia kaya kini ia jarang terlihat lagi di masyarakat.Sehingga Nabi Musa bertanya-tanya pada orang yang sedang membawa babi (kebetulan orang itu yang ditemui Nabi Musa As),Kemana perginya muridku yang senang berceramah sekarang kok jarang nongol? Dijawab oleh orang yang membawa babi tadi : ini muridmu,sekarang dia jadi babi dikutuk oleh Allah sebab ceramahnya ternyata untuk kepentingan dunia yakni harta dan kekayaan.Nabi Musa bersedih kemudian berdo’a kepada Allah dan ternyata Allah tidak mau mengembalikan muridnya menjadi manusia lagi karena ia sudah menjual agamanya”

“ini yang harus kalian ketahui,Sebagai umat islam jangan sampai kita menjual agama untuk kepentingan dunia.Itu sebuah kesalahan yang fatal.Sekarang kita bisa melihat di sekitar kita,ada yang meminta-meminta dengan cara berdo’a bersholawat,mereka menjual agamanya,memanfaatkan agamanya untuk dunia.Jelas ini tidak boleh.Berdo’a dan bersholawat itu bagus tetapi niatnya harus karena mencari Ridho Allah.jangan sampai diembel-embeli kepentingan dunia,pengin kaya,harta,ketenaran dan sebagainya.Takutlah kepada Allah dan niatkan setiap ibadah kita hanya untuk mencari ridho Allah”

“Penyakit jiwa yang disebut pertama kali di dalam AlQur’an dan yang terakhir ternyata sama yakni sikap skeptis (keragu-raguan) pertama di dalam al baqarah ‘dza likal kitabula roibafiih’ dan terakhir di dalam surat an nas ‘min syarril was waasil khonnas’ ( bisikan setan supaya manusia ingkar was was ragu-ragu kepada Tuhan).Ini bisa berarti bahwa kita harus memerangi ini yakni perasaan waswas atau ragu-ragu.Oleh karena keimanan itu sangat penting sekali karena iman yang akan memerangi waswas itu sendiri.kita harus meningkatkan keimanan kita terus menerus”

“Rosululloh Saw bersabda bahwa hati bisa berkarat seperti besi dan cara meneranginya dengan membaca Alqur’an,mempelajari Alqur’an dan mengamalkan Alqur’an.Oleh karena itu,kalian harus sering-sering baca Alqur’an ,jangan dipajang saja,Alqur’an bukan pajangan.kalian harus tahu itu”

“Dan yang kedua supaya hati bisa terang adalah mengingat mati.Karena dengan mengingat mati kita bisa mengerti benar bahwa hidup sangat sebentar dan hidup haruslah dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memupuk amal sholeh.Syekh Abdullah Al Hadad mempunyai kitab namanya ‘An Nafaisul Uluwiyah’(fatwa-fatwa tasawuf),Dosa menggunjing lebih besar daripada dosa zina bahkan menggunjing dosanya 30 kalilipat dosa zina.Padahal kita tahu bahwa zina merupakan dosa yang besar.Mengapa menggunjing jauh lebih besar dan berbahaya? Karena dosa zina hanya karena dorongan syahwat saja yakni nafsu kebinatangannnya saja sedangkan menggunjing dorongannya bisa karena dengki,iri,dendam,marah yang sifat-sifat ini merupakan sifat syaitoniyah (sifat-sifat dari setan)”

Waktu menunjukan pukul 4.00 pagi.ternyata ceramah pengajiannya sangat lama hampir semalam penuh,kita tidak tahu apakah sarpin & Saimun akan paham akan hal itu.Yang jelas ceramah yang disampaikan Kyai Sengkelat ternyata adalah ceramah dari KH.Abdul Qoyyum Mansur pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Lasem,Rembang,Jawa Tengah.

Usut punya usut ternyata Kyai Sengkelat pernah berguru ke Gus Qoyyum (Sapaan KH.Abdul Qoyyum Mansur) selama 3 tahun.Tetapi entahlah,ini cerita sama realita hampir mirip dan semoga pesan-pesan di atas bermanfaat dan menambah ilmu kita dan menambah hidayah supaya kita lebih beriman kepada Allah SWT.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s