Kisah Sarpin Dan Saimun Part 9 : Asal Usul Pondok Pesantren

Oleh : Aamir Darwis

Pagi hari di gubugnya Kyai Sengkelat.

Sarpin & Saimun makin kagum dan penasaran dengan gurunya,mereka menyangka gurunya pasti pernah belajar di pesantren .Mereka kini menanyakan perihal pesantren kepada Kyai Sengkelat

“Kyai,apakah pernah belajar di pesantren,kok referensi kitabnya banyak banget?” Tanya Sarpin

“iya pernah,20 tahun saya di pesantren,akan saya ceritakan perihal pesantren kepada kalian” Kata Kyai Sengkelat

“Pondok pesantren  sangat berperan penting mendidik masyarakat supaya menjadi masyarakat  yang baik dan berbudi pekerti luhur.Kekuatan Pondok Pesantren dalam bidang keilmuwan adalah percontohan,artinya Kyai sebagai basis percontohan akan memoles dan mendidik santrinya menjadi santri yang berbudi pekerti luhur.Untuk itu Kyainya harus nyontoni(mengajarkan) dahulu.Kita bisa lihat ponpes yang santrinya bagus-bagus pasti Kyainya juga bagus.Inilah kelebihan Kyai Pesantren,berbeda dengan orang pinter-pinter bahkan yang bertitel Profesor doktor M.a tapi M.a itu maling.Banyak orang pintar menggunakan kepintarannya untuk kepentingan pribadi,mereka tidak bisa menjadi contoh bagi masyarakat,mereka tidak punya daya untuk ngemong artinya memberdayakan masyarakat,menolong masyarakat.Malahan mereka menggunakan kepintarannya untuk menipu masyarakat misalnya korupsi,kolusi dan nepotisme”

“Pondok berasal dari Bahasa Arab ‘Al Funduq’ yang artinya asrama atau tempat.Sedangkan Pesantren itu artinya tempat belajarnya santri atau tempat hidupnya para santri.Seperti Pecinan  yang artinya tempat hidup Orang Cina.Santri berasal dari Cantrik (Bahasa Sansekerta) yang artinya orang yang selalu mengikuti guru.Dan yang memulainya adalah Orang Sufi yang memperdalam tasawuf sehingga Orang Budha pada nurut sehingga mereka masuk Islam.Tapi ini hanya pendapat,masih banyak pendapat yang lain.”

“Pondok semestinya tidak jauh-jauh dari masyarakat karena pondok tugasnya memperbaiki akhlak masyarakat.Sehingga kebanyakan lokasi pondok pasti tidak jauh-jauh dari tempat masyarakat.Intinya Pondok harus menyatu dengan masyarakat.Salah satu pondok yang pernah saya datangi,juga seperti itu.Lambang dan tempatnya mengikuti lambang masyarakat disana.lokasi pondok di plasa atau lahan besar,masjidnya ditengah-tengah.Sebelah utara tempatnya Kyai tinggal sedang di selatan tempatnya santri tinggal,saling berhadap-hadapan.Ini melambangkan Wayang Kulit dimana Kurawa dan Pandawa hadap-hadapan dan ditengah-tengahnya ada tegal kuru (tempat berkelahi) tetapi gelut (berkelahi) disini artinya gelut keilmuwan saling belajar keilmuwan.Jadi kelak anak-anak kalian masukanlah ke pesantren-pesantren supaya pandai ilmu agama dan berakhlak yang luhur.”

“Dan di Pesantren,santri dilatih riyadhoh,dilatih kesabaran,dan ini nyambung dengan perintah Allah di Alqur’an bahwa manusia itu mengalami kerugian kecuali orang beriman,orang yang beramal shaleh,orang yang menasehat dalam kebaikan dan kesabaran”

“Pesantren juga sebagai contoh bahwa mengajak islam artinya menyabarkan ajaran Islam haruslah dengan akhlak yang baik,bukan malah dengan kekerasan yang akhir-akhir ini digembor-gemborkan oleh ISIS atau suka menuduh-nuduh kafir,sesat,bid’ah dan lain sebagainya.Pesantren mengajak dengan kelembutan,dengan akhlak yang baik sehingga banyak masyarakat Hindu Budha masuk Islam itu jelas karena usaha keras Ulama-ulama Pesantren jaman dahulu.Dan sekarang,kita harus melanjutkannya”

Kini Saimun & Sarpin paham akan pesantren dan kelak mempunyai cita-cita jika mempunyai anak akan dimasukan ke pesantren.Saimun & Sarpin makin kagum dengan gurunya.

Sementara gurunya senyum-senyum sendiri,ternyata ia sedang membayangkan sosok guru spiritualnya yakni Gusdur.Presiden yang terkenal nyleneh itu.

Tiba-tiba ada suara keras sepertinya suara orang sholawatan.Sholawat Badar karangan KH Ali Mansur Siddiq   berkumandang di udara,entah siapa yang bersuara yang jelas sholawatan itu made in orang Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s