Perjalanan Cinta Sukab Ke Negeri Jiran

Oleh : Aamir Darwis

Setelah membaca surat balasan dari Nayla,Sukab merasa sangat bersalah.Hatinya sakit fikirannya buyar dan air matanyapun tak bisa lagi ia bendung.Ia menangis tersedu-sedu saat membaca surat itu.Air matanya jatuh ke kertas surat yang ia baca yang Perlahan-lahan membasahi bagian surat itu.Tes.. tes.. secarik kertas yang penuh ungkapan kebencian bersenandung dengan rindu yang amat sangat dalam itu seakan mau robek dari air mata peluh kesedihan yang bercampur rona-rona wajah kesepian.

Perlahan-lahan ia mengusap air mata di pipinya dan tiba-tiba senyuman yang bercampur dengan bekas air mata itu hadir.Sukab seperti menemukan hidupnya kembali.Menemukan apa yang selama ini ia impi-impikan dan dambakan.memiliki Nayla seutuhnya.Menjadi pendamping hidup yang siap berbagi tawa dan duka bersama.Menjalani hidup dengan berjuang bersama apapun suka dukanya.Pandangannya tentang ini sungguh membahagiakan dan ia berfikir bahwa kebahagiakan itu kelak akan hadir di kehidupan.Barang 1-2 minggu lagi.Pikirnya.

Di kantor…

Dengan keperluan dan tujuan itu ia harus cuti panjang maka diputuskanlah ia cuti 6 hari.Ia ijin atasannya dan mengutarakan maksudnya itu.Bahwa ia akan mengejar cinta ke Negeri Jiran.

“Pak bolehkah saya ijin untuk cuti 6 hari.Bukan karena saya pengin meninggalkan tugas yang menumpuk ini.Tetapi Bapak kan tahu.. Gadis yang biasanya aku ceritakan itu kini mau menikah dan saya akan datang kesana untuk membawanya kabur.Kawin lari,Pak.Gadis itu menceritakan kepadaku bahwa ia dipaksa menikah dengan saudagar kaya disana tetapi ia tidak menyetujuinya.Ia masih berharap padaku,Pak..ijin saya pak..” kata Sukab dengan penuh keinginan

“Ouhh… Gak usah kaku kayak gitulah..Saya kan juga temanmu.Atasan bawahan gak usah segitunya..Pasti aku ijinkanlah.. Dan satu pesanku bawa Nayla dengan selamat dan jangan lupa ya..oleh-oleh dari Malaysia” Jawab Pak Bawazir yang ternyata teman dekat Sukab.Pertemanan mereka sudah terjalin lama dan wajarlah Pak Bawazir berbicara seperti itu.

Setelah mendapatkan ijin cuti,bersiap-siaplah Sukab.Dari baju,celana,ponsel,charging ponsel,headset,dan Uang seperlunya sudah disiapkan.Berangkatlah ia dengan menggunakan pesawat terbang.Hatinya berbunga-bunga.Kadang-kadang senyum sendiri jika mengenang masa-masa bersama Nayla.Alangkah bahagianya dan mesranya.Pikir Sukab.Dari Bandara Soekarno-Hatta berangkatlah menuju Negeri Jiran.

Alhamdulillah.Sukab akhirnya sampai di Bandara Internasional Kuala Lumpur,Selangor.Ia membuka surat dari Nayla yang ternyata tertera alamat dari Rumah Nayla di Selangor.Iapun menuju kesana.Dengan perasaan gelisah bercampur aduk dengan ketakutan bahwa Nayla sudah menikah duluan.Apa jadinya,pikirnya.Namun kemudian ia mencoba menghilangkan fikiran yang menyelinap barang sebentar itu.Dari dusun ke dusun ia telusuri sampai akhirnya tibalah ia di Rumah Nayla.Tiba-tiba ia terkejut dan jiwanya seperti tertampar sesuatu yang menyakitkan.Dug..Dug… Hatinya berdebar semakin kencang.

Tepat saat ia datang ternyata sedang dimulai acara akad nikah.Dimana mempelai pria bernama Datuk Ibnu Ismail.Orang-orang berkerumunan sambil menunggu detik demi detik jalannya akad nikah yang sakral itu.Sementara Sukab bingung dan bimbang.Apa yang akan dilakukannya? Ia menghirup nafas panjang-panjang untuk kemudian mengeluarkannya dan diputuskanlah bahwa ia akan menculik Nayla.Iapun masuk ke dalam rumah yang cukup mewah itu.

Sementara Nayla bimbang antara sedih atau senang.Berharap Sukab akan datang untuk menculiknya dan membawa kabur.Begitulah keinginan Nayla tempo hari.Berharap kekasihnya yang dari Desa itu datang dan membawanya pergi dari pernikahan yang terkesan dipaksakan ini.Bukan jamannya Siti Nurbaya,Ini sudah modern! Keluh Nayla walau ia tak bisa menolak paksaan itu.

Sukab menyelinap ke dalam ruang acara itu dan mencoba mendekati posisi dari Nayla.Detik demi detik mencengangkan ini harus tersusun rapi supaya berhasil.Harus berhati-hati supaya tidak ketahuan bahwa ia menyelinap.Pikir Sukab dengan gelisah bercampur dengan semangat menggebu.memperjuangkan cintanya yang selama ini ia cintai.Menebus kesalahan yang ia lakukan beberapa tahun silam.

Acara ucapan akad nikahpun dimulai.Setelah mendekati posisi Nayla,sejurus kemudian ia mengenggap erat tangan Nayla dan mencoba menariknya untuk dibawa kabur.Namun apa yang terjadi? Anggapan bahwa kebahagiakan akan hadir di hidupnya tiba-tiba lenyap dan sirna sekejap.Nayla berubah 180 derajat.Yang tadinya mengharapkan cinta dari Sukab tiba-tiba ia malah berpaling menyetujui pernikahan itu.Karena kebaikan dan kedermawaan dari Datuk Ibnu Ismail,Nayla luluh hatinya.

Kondisi menjadi panik.Suara riuh-riuh semakin keras terdengar.Orang-orang disana jelas mencoba untuk menghentikan penculikan itu.Tetapi Nayla kemudian berteriak sangat keras.Diammmm! Semuanya tenang!!! Dia ini temanku. Dari jawaban itu maka kondisi yang ramai-ramai menjadi kondusif.

Sukab termenung.Ia bingung dengan apa yang terjadi.Ia tak bisa membayangkan mengapa Nayla menolak uluran tangannya.Katanya ingin kabur.Katanya nikah paksaan.Jelas hal ini membuat shok berat bagi Sukab.Ia tak tahu lagi mau berbuat apa. Sukab hanya berdiri saja sambil memandangi wajah Nayla yang cantik itu.Sebuah kondisi dimana sudah taka da lagi harapan hanya kepasrahan dan menerima jawaban dari Nayla.Sangat sakit bahkan Sukab merasa hatinya tercabik-cabik.Iaa mencoba menahan air mata kesedihannya.Mencoba menampakan senyuman di depan Nayla.

“Maafkan aku Sukab,aku tak menyangka sejauh ini pengorbananmu.Makasih banyak atas ketulusanmu selama ini.Tetapi aku telah memilihnya.Maafkan aku..” Ucap Nayla dengan nada terbata-bata

Betapa sakitnya Sukab mendengar kata-kata itu.Hatinya seperti dibakar,jiwanya seperti diperkosa kebohongan.Ia tak bisa menahan lagi air matanya.Tetes tetes air mata pun membasahi pipinya tetapi ia tak mau terlihat cengeng.Ia tersenyum di depan Nayla walaupun air matanya terus keluar.

“Tak apa Nayla.. Makasih.. Terima kasih selama ini kau menghibur hatiku” Ucap Sukab dengan air mata bercucuran sambil tersenyum kecut.Ia tak mau terlihat sedih di mata Nayla,tetapi apa mau dikata.Air matanya menjawab kesedihannnya.Jiwanya seperti hilang.Di tengah kerumunan masa itu,Sambil berjalan mundur dengan tujuan tak mau membelakangi Nayla.Ia mencoba pergi.

Badai cobaan apa yang datang.Hujan kesedihan apa lagi yang datang.Ia menangis tersedu-sedu.Senyuman yang ia tahan semakin lenyap.Kesedihannya tak bisa dibendung.Sembilan tahun tak pernah bertemu,rindu yang sangat menggebu-gebu dibalas dengan beberapa menit yang menyayat hati.Ia sungguh-sungguh tak menyangka kejadian bakalan seperti ini.Ia dicampakan di depan banyak orang bahkan Nayla sendiri yang mengucapkan.Apa salahku,Tuhan.. Apa dosaku sehingga aku harus menerima kenyataan pahit ini..

Ia pun pamit kepada Nayla dan meminta maaf atas keributan yang dibuatnya.Hujan air matapun bercucuran sepanjang perjalanan pulangnya.Ia tak menyangka Nayla tega melakukan hal seperti itu.Apa mungkin ini kesalahannya setelah ia meninggalkan Sembilan tahun lamanya…

Hujan air matapun berlanjut sepanjang perjalanan pulang itu…kemudian ia mengeluarkan secarik kertas dan pensil dan memulai menulis puisi kesedihannya.

Perjalanan ini telah membakar habis hatiku

Setiap kali aku mencoba bangkit untuk meraihmu

Kau membuat aku menjadi debu

Yang pesakitan sepanjang zaman

Apa kabar cinta?

Sebuah derita berkepanjangan!

 

 Surat Untuk Nayla ( bagian 1)

Surat Balasan Dari Nayla  ( bagian 2 )
 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s